Jakarta – Pemerintah mulai melakukan bersih-bersih Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah muncul kasus dugaan korupsi jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyeret tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).
Penataan menyeluruh dilakukan mulai dari evaluasi ribuan titik layanan, perhitungan ulang kebutuhan anggaran hingga pembenahan tata kelola dapur MBG agar program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
BACA JUGA:Benahi Data UMKM-Bansos, Pemerintah Manfaatkan AI Kembangkan Sistem Data Tunggal
BACA JUGA:Luhut Ungkap Dampak Transaksi Ekspor Danantara Terhubung ke Kemenkeu
BACA JUGA:Luhut Sebut Semua BUMN Bakal Dipantau Pakai Sistem AI
BACA JUGA:Penyaluran Bansos dan Subsidi Bakal Pakai Digital Single ID Mulai 2027
Langkah pembenahan dilakukan di bawah kepemimpinan baru Kepala BGN Nanik S Deyang yang dilantik pada Senin, 8 Juni 2026. Pemerintah menegaskan program MBG tetap akan dilanjutkan karena dinilai memiliki manfaat besar bagi masyarakat, namun tata kelolanya harus diperbaiki agar lebih efektif dan tepat sasaran.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas mengatakan program MBG merupakan kebijakan yang sangat baik. Namun, dalam pelaksanaannya ditemukan sejumlah persoalan yang perlu segera dibenahi.
“Oleh karena itu perlu waktu penataan ya. Satu bulan penataan, yang baik ya tentu diteruskan,” kata Zulhas di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kamis (11/6/2026).
Salah satu temuan yang menjadi perhatian pemerintah adalah membengkaknya jumlah titik layanan MBG. Dari rencana awal sebanyak 21.000 titik, jumlahnya kini mencapai 27.877 titik atau bertambah 6.877 titik.
Menurut Zulhas, penambahan tersebut berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran yang cukup besar apabila tidak dievaluasi secara menyeluruh.
“Misalnya terjadi jual beli titik ya, yang seharusnya rencana awal titik itu 21.000 tapi sekarang sudah ada 27.877 titik ya. Nah, ada membengkak 6.877 titik,” ujarnya.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257041/original/045180700_1781188120-1000346128.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5734668/original/089093400_1778629872-tahun-ini-dahlan-iskan-lebur-dua-bumn-konstruksi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3029351/original/070025000_1579686481-20200122-Penguatan-Rupiah-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3977742/original/073362000_1648519878-AP22081294676460.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3029348/original/099783600_1579686479-20200122-Penguatan-Rupiah-1.jpg)





:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5308548/original/014608000_1754547877-Gemini_Generated_Image_5zzcn95zzcn95zzc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3149798/original/009852000_1591853345-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579575/original/071534900_1778057266-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1745869/original/075005800_1508495004-20171020-Rupiah-Menguat-Tipis-atas-Dolar-Angga-1.jpg)