Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan pemerintah telah dan sedang membangun sekitar 80 ribu hektare sawah baru di Papua sepanjang periode 2025 hingga 2026. Program tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong kemandirian pangan di kawasan Indonesia timur.
Menurut Amran, luas lahan tersebut merupakan akumulasi program cetak sawah yang dijalankan pemerintah dalam dua tahun terakhir. Sebagian lahan sudah mulai berproduksi, sementara sisanya masih dalam tahap pengerjaan dan pengembangan.
BACA JUGA:Cara Mentan Pangkas Harga Beras Rp 30.000 Jadi Rp 12.000
BACA JUGA:Janji Mentan Amran ke Petani Usai Penyesuaian Harga BBM
BACA JUGA:Mentan Amran Siap Kirim Ratusan Traktor ke Papua
Total sekarang 80 ribu hektare. 2025 dan 2026 (luas cetak sawah di Papua capai) 80.000 hektare, kata Amran dikutip Jumat (12/6/2026).
Ia menjelaskan, dari total luasan tersebut, sekitar 30 ribu hektare direalisasikan pada 2025 dan telah mulai memberikan kontribusi terhadap produksi pangan di wilayah Papua.
Sekarang sebagian berproduksi, sebagian sementara berjalan, ujarnya.
Sementara itu, pemerintah menargetkan tambahan cetak sawah sekitar 50 ribu hektare pada 2026. Dengan demikian, total pengembangan sawah baru di Papua akan mencapai 80 ribu hektare.
Ini yang tahun lalu kurang lebih 30 ribu hektare. Kemudian tahun ini itu kurang lebih 50 ribu hektare. 30 ribu tambah 50 ribu itu 80 ribu hektare, jelasnya.
Program tersebut diharapkan mampu memperkuat pasokan beras nasional sekaligus membuka sentra produksi pangan baru di wilayah timur Indonesia.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3635821/original/073450800_1637147620-20211117-garuda-tutup-97-rute-penerbangan-Selama-Proses-restrukturisasi-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5734668/original/089093400_1778629872-tahun-ini-dahlan-iskan-lebur-dua-bumn-konstruksi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3029351/original/070025000_1579686481-20200122-Penguatan-Rupiah-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3977742/original/073362000_1648519878-AP22081294676460.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3029348/original/099783600_1579686479-20200122-Penguatan-Rupiah-1.jpg)





:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5308548/original/014608000_1754547877-Gemini_Generated_Image_5zzcn95zzcn95zzc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3149798/original/009852000_1591853345-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579575/original/071534900_1778057266-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1745869/original/075005800_1508495004-20171020-Rupiah-Menguat-Tipis-atas-Dolar-Angga-1.jpg)