Jakarta – APBN 2027 mengalokasikan belanja negara Rp 4.106,3 triliun untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Anggaran tersebut diarahkan untuk perlindungan sosial, pendidikan, ketahanan pangan, pembangunan daerah, hingga penciptaan lapangan kerja.
Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah menjelaskan, APBN 2027 bukan sekadar kumpulan angka. Di balik belanja negara Rp4.106,3 triliun, terdapat kebutuhan lebih dari 280 juta masyarakat Indonesia.
BACA JUGA:Capai Target Emisi 2035, Indonesia Butuh Rp 8.443 Triliun
BACA JUGA:Gaji Wantimpres Rp 76,5 Juta per Bulan, Diambil dari APBN
BACA JUGA:Wamenkeu Beberkan Arah APBN 2027, Defisit Turun Jadi 2,4%
BACA JUGA:Bos Danantara Ungkap Nasib Dividen BUMN Rp 120 Triliun
BACA JUGA:Suahasil Sebut APBN-Danantara Gandengan Buat Menopang Ekonomi Indonesia
BACA JUGA:APBN 2027 Ketok Palu: Ini Rincian Anggaran dan Programnya
Ada keluarga yang berharap harga beras tetap terjangkau. Ada petani yang membutuhkan pupuk dan kepastian harga panen. Pekerja menginginkan penghasilan lebih baik, sementara anak muda membutuhkan pekerjaan pertama, jelas dia dalam keterangan tertulis, Minggu (4/10/2026).
Di sisi lain, orang tua berharap anaknya dapat melanjutkan pendidikan. Pelaku usaha kecil membutuhkan modal, sedangkan keluarga lainnya ingin memperoleh layanan kesehatan tanpa harus menghabiskan tabungan ketika menghadapi sakit.
Karena itu, anggaran negara perlu diterjemahkan menjadi target yang dapat diukur.
Dalam APBN 2027, pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 6 persen. Tingkat kemiskinan diarahkan turun menjadi 6-6,5 persen, tingkat pengangguran terbuka 4,30-4,87 persen, dan rasio Gini berada di kisaran 0,360-0,365.
Pemerintah juga menargetkan penciptaan sekitar 2,57 juta hingga 3,49 juta lapangan kerja baru.
Target tersebut menunjukkan satu hal: pertumbuhan ekonomi tidak boleh berjalan sendiri. Pertumbuhan harus menghasilkan lapangan kerja, memperbaiki kesejahteraan, sekaligus memperkecil kesenjangan.
Dengan begitu, keberhasilan APBN tidak hanya dilihat dari besarnya anggaran yang dibelanjakan, tetapi dari perubahan yang dirasakan masyarakat.
/2025/03/07/402152646.jpg)
/2026/06/10/814723304.jpg)
/2024/02/22/1138967600.jpg)
/2026/06/10/2065639123.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4774949/original/037381600_1710636503-f787aa61-a51c-44aa-9b09-e5c92fc968d7.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363017/original/023429100_1790837569-2a66c807-61f1-4f5a-ac94-10bc074b25ad.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3298857/original/058462900_1605612773-IMG_20201117_174756.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5426621/original/041286700_1764311938-Wakil_Menteri_Energi_dan_Sumber_Daya_Mineral__ESDM___Yuliot_Tanjung-28_november_2025.jpg)





:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352151/original/051235700_1610959710-20210118-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4473781/original/039018600_1687249156-SEC_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306955/original/077151200_1784943871-Gemini_Generated_Image_5q73a05q73a05q73.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119143/original/000941200_1738566772-XRP_illustration_alternative.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)