Jakarta – Pemerintah Indonesia memastikan ekspor udang dan rempah ke Amerika Serikat (AS) tetap berjalan lancar melalui mekanisme pemeriksaan serta sertifikasi bebas cesium-137 (Cs-137). Seluruh produk yang telah dilengkapi sertifikat bebas Cs-137 berhasil memasuki pasar AS tanpa penolakan dari pemerintah setempat.
“Pemerintah menegaskan bahwa pangan Indonesia aman,” ujar Staf Ahli Bidang Transformasi Digital dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) sekaligus Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Satgas Penanganan Cs-137, Bara Krishna Hasibuan, Senin (19/10/2026).
BACA JUGA:Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali sebagai PM Israel
BACA JUGA:Elon Musk Janji Beri Saham SpaceX ke Setiap Anak di AS, Nilainya Fantastis
Pemerintah menerapkan mekanisme Shipment Specific Certificate (SSC), yakni sertifikat khusus untuk setiap pengiriman, guna menjamin keamanan produk ekspor. Mekanisme ini melibatkan lembaga sertifikasi yang ditunjuk oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (United States Food and Drug Administration/USFDA).
Pada November 2025, Satgas melakukan diplomasi dengan USFDA, Departemen Energi AS, otoritas bea cukai, pembeli, serta asosiasi importir untuk meyakinkan para pemangku kepentingan mengenai keamanan produk Indonesia.
Upaya tersebut dilanjutkan pada Mei 2026 melalui fasilitasi kunjungan USFDA ke Indonesia. Kunjungan ini bertujuan menilai dua lembaga sertifikasi, fasilitas pengolahan udang dan rempah, serta tiga laboratorium.
Hasil penilaian menunjukkan lembaga sertifikasi Indonesia secara substansial telah memenuhi persyaratan. USFDA kemudian memutuskan untuk mempertahankan penunjukan lembaga sertifikasi tersebut. Keputusan itu menjadi bagian penting dalam menjaga akses pasar ekspor Indonesia.
“Hal ini menegaskan komitmen Satgas dan efektivitas sistem sertifikasi kita dalam menjamin keamanan pangan serta keberlanjutan akses ekspor kita ke Amerika Serikat,” ujar Bara.
/2026/08/03/1887649803.jpg)
/2023/04/27/1632366693.jpg)
/2026/02/18/1346664671.jpg)
/2026/08/28/1217435868.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8068079/original/094363900_1780912927-Foto1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,645,0)/kly-media-production/medias/4856444/original/021606300_1717750001-20240512_102627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282588/original/045207500_1672910856-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5376696/original/038581900_1760013705-IMG_7696.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352147/original/086289000_1610959706-20210118-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532281/original/068580000_1628161372-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2358749/original/070880200_1536904477-afpprison.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302021/original/032085300_1753969488-Gemini_Generated_Image_jtk1w2jtk1w2jtk1.jpg)