Jakarta – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman tengah menunggu proses hukum dugaan mafia pangan di beberapa komoditas yang jadi perhatiannya. Pergerakan harga tidak wajar dari beras hingga kelapa sawit pun tak lepas dari perhatiannya.
Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mencatat, ada 11 hal yang tengah menjadi perhatian pada konteks penegakan hukum di sektor pertanian. Amran pun mengungkap beberapa sektornya, ada komoditas beras, sawit, sampai pakan ternak.
BACA JUGA:Prabowo Minta Amran Bangun Pabrik Pakan di 5 Lokasi
BACA JUGA:Pemerintah Bakal Bangun Pabrik Tepung Telur pada 2027, Ini Tujuannya
BACA JUGA:Komitmen Amran Berantas Mafia Pangan
Oh ya ada fortifikasi, sawit, pakan, kita lihat ayam segala macam. Kenapa? Harga di peternak turun tapi di konsumen naik. Ada inflasi lagi. Inflasi ayam dengan telur, kata Amran di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Dia melihat semacam anomali dalam ekosistem peternakan. Harga ayam dan telur di tingkat peternak dianggap terlalu rendah, sementara itu, ada kenaikan harga jual di tingkat konsumen.
Menurut dia, hal tersebut bukan merupakan kejadian yang normal. Dia pun menduga ada permainan mafia pada rantai distribusinya.
Inflasi ayam dengan telur, kasihan. Ya kan. Jadi ini menurut Anda harga di peternak turun harga di konsumen naik. Menurut Anda bagaimana? Ya, mafia ya, begitu kira-kira, ujar dia.
Amran Bersusat ke Kapolri
Amran pun diketahui telah menyurati Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto untuk menuntaskan persoalan di sektor pangan. Hal tersebut dibenarkan Kabareskrim Polri, Irjen Pol Asep Safrudin.
Kami baru mendapatkan laporannya, kemudian sudah ada yang ditindaklanjuti, dan masih akan berproses terus. Surat itu sudah sampai ke kami, tadi udah dijelaskan lagi oleh Pak Menteri apa yang harus dilakukan oleh kami jajaran kepolisian, ujar Asep di kawasan Kalibata, Jakarta.
Asep mengamini, dugaan permainan dalam harga pakan ternak jadi bagian yang ditelusuri. Ya termasuk, termasuk pakan, pakan ternak tadi ya, masuk dalam 11 item yang harus menjadi prioritas untuk kita tindak lanjuti, dia menambahkan.
/2026/08/03/1887649803.jpg)
/2023/04/27/1632366693.jpg)
/2026/02/18/1346664671.jpg)
/2026/08/28/1217435868.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4955210/original/084692100_1727494685-82edf2ca-5bb6-416f-821b-6a8cf9dcabef.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532281/original/068580000_1628161372-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,645,0)/kly-media-production/medias/4856444/original/021606300_1717750001-20240512_102627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282588/original/045207500_1672910856-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_7.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352147/original/086289000_1610959706-20210118-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2358749/original/070880200_1536904477-afpprison.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302021/original/032085300_1753969488-Gemini_Generated_Image_jtk1w2jtk1w2jtk1.jpg)