Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan perbankan akan menyesuaikan suku bunga kredit berdasarkan dinamika bisnis dan kesepakatan dengan nasabah apabila Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan keputusan untuk menaikkan, menahan, atau menurunkan suku bunga kredit sangat bergantung pada kondisi riil yang dihadapi masing-masing bank dan nasabah.
BACA JUGA:Bos OJK Lapor Prabowo, Lanjutkan Reformasi Pasar Modal Indonesia
BACA JUGA:AEI: Evaluasi MSCI Jadi Momentum Pembenahan Pasar Modal Indonesia
“Bank itu lebih tahu berbisnis. Jadi, kapan dia harus menaikkan, kapan harus menurunkan, atau kapan harus menahan kenaikan,” ujar Dian saat ditemui di Jakarta, Senin (19/10/2026).
Dian menegaskan, keputusan BI terkait arah suku bunga acuan saat ini memang belum dapat dipastikan. Namun, jika BI Rate pada akhirnya mengalami kenaikan, pihak perbankan tentu akan mempertimbangkan kondisi di lapangan sebelum menentukan kebijakan suku bunga kepada nasabah.
Menurut Dian, dinamika hubungan bisnis antara bank dan debitur menjadi pertimbangan utama dalam menetapkan besaran bunga kredit. Oleh karena itu, penyesuaian suku bunga akan sangat bergantung pada kesepakatan yang tercapai antara kedua belah pihak.
“Di lapangan ada dinamika yang sangat riil antara nasabah dengan bank. Kesepakatan-kesepakatan itu yang akan mereka dapatkan antara nasabah dengan bank,” pungkas Dian.
/2026/08/03/1887649803.jpg)
/2023/04/27/1632366693.jpg)
/2026/02/18/1346664671.jpg)
/2026/08/28/1217435868.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336612/original/084167500_1788168015-1000425719.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532281/original/068580000_1628161372-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,645,0)/kly-media-production/medias/4856444/original/021606300_1717750001-20240512_102627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282588/original/045207500_1672910856-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_7.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352147/original/086289000_1610959706-20210118-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2358749/original/070880200_1536904477-afpprison.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302021/original/032085300_1753969488-Gemini_Generated_Image_jtk1w2jtk1w2jtk1.jpg)