Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan ingin mempercepat pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di pondok pesantren. Pasalnya, baru sekitar 10% pesantren yang mendapat program MBG.
Dia mengatakan, ada data yang cukup jomplang jika dibandingkan dengan penyaluran MBG di sekolah-sekolah umum. Data yang dikantonginya, MBG sudah berjalan di 80% sekolah umum.
BACA JUGA:BGN Soroti Kasus-kasus Pelajar di Tuban Keracunan Usai Santap MBG
BACA JUGA:Terapkan Prinsip \’No Service, No Pay\’, BGN Tegaskan Insentif SPPG Disetop Jika Fasilitas Tak Sesuai SOP
BACA JUGA:BGN Ungkap Alasan 1.789 Dapur MBG Disetop Sementara
BACA JUGA:Viral Susu MBG Dijual di Minimarket, Bos BGN Bilang Begini
Ternyata yang agak ketinggalan ini, yang perlu kami percepat, itu sekolah berbasis Pondok. Kalau yang sekolah umum sudah hampir 80%, Pondok ini baru 10% ya, ucap Zulkifli di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Dia meminta Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian Agama melakukan koordinasi lanjutan. Pasalnya, persoalan pondok pesantren ini sudah dibahas sekitsr 2-3 kali rapat koordinasi.
Karena memang kami concern betul, Pondok ini perlu perhatian, marena paling memerlukan. Pondok ini kan paling memerlukan. Santri-santri di situ perlu makanan yang bergizi. Nah, oleh karenanya ini perlu percepatan, ungkapnya.
Termasuk sekolah-sekolah madrasah. Madrasah itu ada tsanawiyah, ada ibtidaiyah, ada aliyah, ada swasta, ada juga yang dari Kementerian Agama, kemudian, tadi, pesantren kita akan percepat, sambung Zulkifli Hasan.

/2024/10/27/1641934318.jpg)
/2023/03/25/386341352.jpg)
/2026/03/10/984908556.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5516168/original/000429900_1772263791-Jepretan_Layar_2026-02-26_pukul_14.24.49.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326270/original/008113900_1786971809-14f2c34c-b94a-4d4f-84fc-0eece34034e5.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496548/original/047916700_1770548034-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327954/original/075423800_1787130407-email-attachment_2026_08_19_ariefhakim-at-klyid_bahlil-godok-larangan-orang-kaya-beli-pertalite-jangan-ambil-hak-rakyat_1000413995.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983414/original/048746200_1730112225-fotor-ai-20241028174259.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310806/original/096451100_1785371567-ChatGPT_Image_Jul_30__2026__07_24_25_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192690/original/063821500_1595929323-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4103062/original/041640700_1658923820-Harga_emas_menguat_tipis-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3955060/original/018515100_1646657160-7_maret_2022-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)