Jakarta – Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Irjen Pol Asep Safrudin, menegaskan pihaknya bakal menelusuri perusahaan yang diduga terlibat dalam praktik penipuan beras fortifikasi palsu. Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut atas potensi kerugian konsumen yang ditaksir mencapai Rp 89 triliun.
Rencana penegakan hukum tersebut diungkapkan Asep usai menggelar pertemuan dengan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Ia memastikan saat ini sudah ada empat laporan polisi yang masuk dan sedang dalam proses penanganan.
BACA JUGA:11 Kasus Dugaan Mafia Pangan Diusut Polisi, Ada Beras hingga Sawit
BACA JUGA:Bocoran Mentan Amran, Satu Negara Lagi Minta Indonesia Ekspor Beras
BACA JUGA:Tiga Kebijakan Pokok Pangan Rampung, Zulkifli Hasan Fokus Perkuat Koperasi Desa
BACA JUGA:Bulog Siapkan Stok Beras SPHP Minimal 2 Ton Tiap Koperasi Merah Putih
Kami mendapatkan informasi dari Pak Menteri. Kita akan cek penanganannya di Bareskrim seperti apa. Kemudian, ada empat laporan polisi yang sedang kami proses, ungkap Asep saat ditemui di kawasan Kalibata, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Sebagai langkah konkret, Bareskrim Polri akan memeriksa sejumlah perusahaan yang terindikasi terlibat. Proses pemeriksaan ini mencakup tahap penyelidikan hingga tindakan penegakan hukum.
Sesuai arahan Bapak Kapolri, jajaran kepolisian harus betul-betul menjamin seluruh program pemerintah serta program strategis Bapak Presiden Prabowo berjalan lancar. Sebab, ini berhubungan langsung dengan hajat hidup orang banyak, tegas Asep.
/2026/08/03/1887649803.jpg)
/2023/04/27/1632366693.jpg)
/2026/02/18/1346664671.jpg)
/2026/08/28/1217435868.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5054979/original/081157700_1734432251-20241217-Kenaikan_Harga_Pangan-ANG_8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532281/original/068580000_1628161372-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,645,0)/kly-media-production/medias/4856444/original/021606300_1717750001-20240512_102627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282588/original/045207500_1672910856-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_7.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352147/original/086289000_1610959706-20210118-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2358749/original/070880200_1536904477-afpprison.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302021/original/032085300_1753969488-Gemini_Generated_Image_jtk1w2jtk1w2jtk1.jpg)