Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan bahwa lahan di kawasan Tanah Abang yang akan digunakan untuk pembangunan rumah susun (rusun) subsidi merupakan milik negara.
Penegasan ini disampaikan menyusul pernyataan Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules, yang sebelumnya menyebut lahan tersebut bukan milik negara.
BACA JUGA:Menteri Ara: Penguasaan Aset Negara oleh Pihak Lain Bakal Ditindak
BACA JUGA:Program Gentengisasi, UMKM Majalengka Siap Penuhi Kebutuhan Nasional
BACA JUGA:Multiplier Effect Gentengisasi: Menambah Pembukaan Lapangan Kerja
Maruarar atau yang akrab disapa Ara mengaku telah melakukan konfirmasi langsung kepada Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasydin, serta Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN, Dony Oskaria.
“Dari Dirut KAI saya sudah tanyakan, memang itu adalah tanah milik negara. Tanah milik negara. Kita akan tindak lanjuti dan kita yakin itu milik negara,” kata Ara di Kantor Kementerian PAN-RB, dikutip Kamis (16/4/2026).
Ia menegaskan, apabila ada pihak yang mengklaim kepemilikan lahan tersebut, pemerintah tetap berpegang pada hasil konfirmasi resmi.
“Saya sudah tanyakan langsung kepada Pak Dony dan juga kepada Dirut KAI bahwa itu adalah tanah milik negara,” ujarnya.
Ara menekankan bahwa aset negara harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat. Salah satunya melalui pembangunan rusun subsidi yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Menurut dia, pemerintah telah melakukan kajian terkait pemanfaatan lahan tersebut. Karena itu, tidak ada alasan untuk menghentikan rencana pembangunan.
“Tentu itu sudah dikaji dan kita harus menggunakan aset negara bagi kepentingan rakyat kita,” kata Ara.
Ia memastikan, pemerintah akan tetap melanjutkan program pembangunan rusun subsidi di lokasi tersebut sebagai bagian dari upaya penyediaan hunian layak bagi masyarakat.

/2022/10/21/103053271.jpg)
/2026/02/09/1461402910.jpg)
/2025/12/08/659294977.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3192690/original/063821500_1595929323-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5538430/original/003525400_1774515167-WhatsApp_Image_2026-03-26_at_14.58.50.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5315930/original/011984600_1755179439-4a6f0e71-3a5a-4e3b-ab07-547e802acfa8.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4881569/original/094570800_1719967258-fotor-ai-2024070373820.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5292912/original/064853800_1753269843-1000071138.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4066834/original/034753100_1656461868-Harga_Minyak_AFP.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5556450/original/037805800_1776247114-1000290308.jpg)