Jakarta – Bank Dunia menilai tantangan terbesar Indonesia saat ini bukan hanya tekanan global, tetapi persoalan struktural yang dapat menghambat pertumbuhan jangka panjang.
Dalam laporan East Asia & Pacific Economic Update April 2026, dikutip Kamis (9/4/2026), disebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi di kawasan, termasuk Indonesia, selama dua dekade terakhir lebih banyak didorong oleh akumulasi modal dibanding peningkatan produktivitas.
BACA JUGA:Prediksi Purbaya Soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II 2026
BACA JUGA:Indonesia Tak Kebal Perlambatan Global, Tapi Lebih Tangguh Dibanding Negara Lain
BACA JUGA:Bank Dunia Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026 Melambat
Artinya, pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya berkualitas karena tidak diiringi peningkatan efisiensi dan inovasi.
Bank Dunia juga menyoroti pergeseran struktur ekonomi, di mana tenaga kerja berpindah dari sektor pertanian berproduktifitas rendah, tetapi justru banyak terserap ke sektor jasa dengan produktivitas yang juga relatif rendah.
Selain itu, perusahaan-perusahaan di kawasan, termasuk Indonesia, dinilai semakin tertinggal dari perusahaan global, terutama di sektor berbasis teknologi dan digital.
Kondisi ini menjadi sinyal bahwa tanpa reformasi struktural, Indonesia berisiko mengalami perlambatan pertumbuhan dalam jangka panjang.

/2026/01/28/1419203316.jpg)
/2026/02/08/1636791920.jpg)
/2022/02/23/885391879.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551196/original/020313400_1775720278-IMG_1679.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476090/original/021358800_1768711106-89ca5fc3-1578-4cf0-8176-b43ea2ccde53.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5520901/original/031279000_1772664806-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5137861/original/069279700_1739965706-f606fa8e-0760-495d-b7ab-a14b1eae5495.jpg)
/2017/06/14/1946894088.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5550464/original/070550700_1775698382-38039b87-fe4d-428a-8980-d1deb1609409.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2439239/original/004031600_1542966203-20181123-Nilai-Tukar-Rupiah-Menguat-Atas-Dolar-Angga2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551151/original/014052200_1775719526-WhatsApp_Image_2026-04-09_at_13.10.40.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551448/original/064483400_1775726721-WhatsApp_Image_2026-04-09_at_16.05.45.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5550333/original/023387700_1775653134-PHOTO-2026-04-08-17-09-17.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5550332/original/018252100_1775653118-PHOTO-2026-04-08-17-09-19.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5541737/original/080028800_1774882683-IMG-20260330-WA0101.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5549359/original/003858900_1775617048-IMG-20260408-WA0005.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5337503/original/092769700_1756899849-1001002551.jpg)