Jakarta – Banjir Thailand diperkirakan berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi sedikitnya 11 miliar baht (Rp 5,8 triliun). Kerugian diperkirakan masih akan bertambah jika kondisi tidak membaik di negara tersebut.
Ini diungkapkan Aat Pisanwanich dari Departemen Ekonomi Universitas Rangsit. “Banjir diperkirakan memangkas 0,3 poin persentase pertumbuhan ekonomi tahun ini, sehingga pertumbuhan turun menjadi 2,1%, serta memangkas pertumbuhan kuartal ketiga sekitar 0,5 poin persentase menjadi 1,7%,” kata dia melansir laman Yahoo.com, Senin (28/9/2026).
BACA JUGA:13 Desa di Aceh Tenggara Terendam Banjir
BACA JUGA:Banjir Bangkok Lumpuhkan Aktivitas Ekonomi, Warga Tutup Toko Dua Hari Ini
Perekonomian Thailand, yang merupakan ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara dan mengalami pertumbuhan lebih lambat dibandingkan negara-negara lain di kawasan sejak pandemi COVID-19, tumbuh 1,9% secara tahunan pada kuartal II tahun ini. Angka tersebut masih turun cukup tajam dibandingkan pertumbuhan 2,8% pada kuartal sebelumnya.
Bangkok dan wilayah timur Thailand diperkirakan akan menerima dampak paling besar, terutama sektor perdagangan grosir dan ritel. Sementara itu, sektor industri dan pertanian akan terdampak di wilayah lainnya, kata Aat.
Warga terpaksa berjalan menerobos genangan air setinggi pinggang di kawasan Bang Kapi, Bangkok, yang menjadi salah satu wilayah terdampak parah, untuk membeli kebutuhan sehari-hari dari para pedagang.
Sebagian pedagang mendirikan lapak menggunakan kotak plastik dan drum yang mengapung, tiga hari setelah hujan tanpa henti menyebabkan banjir.
Bangkok berdiri di atas delta sungai dengan tanah liat lunak dan hanya sekitar 1,5 meter di atas permukaan laut. Kota yang telah padat bangunan tersebut mengalami penurunan tanah beberapa milimeter setiap tahun.
Dengan populasi lebih dari 8,4 juta jiwa, Bangkok juga kerap menghadapi banjir selama musim hujan yang berlangsung sekitar enam bulan.
Di wilayah yang lebih timur, Provinsi Rayong yang berada di kawasan pesisir dan berbatasan dengan kawasan industri utama, pemerintah setempat memerintahkan evakuasi pada Senin setelah volume air di dua waduk meningkat hingga melampaui kapasitas.
/2023/12/14/453593213.jpg)
/2026/05/21/1815365879.jpg)
/2025/12/12/1277718059.jpg)
/2025/11/03/156111305.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360087/original/058499600_1790589230-WhatsApp_Image_2026-09-28_at_13.30.07__1_.jpeg)








:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359673/original/072670700_1790570294-email-attachment_2026_09_28_immanuel-christian_luhut-ungkap-network-den-dengan-china-dan-as-untuk-perkuat-ekonomi-indonesia_IMG_7398.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353407/original/083905400_1789963219-WhatsApp_Image_2026-09-21_at_10.56.58.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359675/original/026542300_1790570445-email-attachment_2026_09_28_immanuel-christian_luhut-ungkap-network-den-dengan-china-dan-as-untuk-perkuat-ekonomi-indonesia_IMG_7402.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4794498/original/094041800_1712230691-20240404-Harga_Bahan_Pangan_Naik-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258974/original/051510600_1781429096-000_B6X34AN.jpg)