Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa penerbitan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) PT Bayan Resources Tbk (BYAN) tidak berkaitan dengan proses akuisisi saham perusahaan tersebut. Menurutnya, kedua hal itu merupakan proses yang sepenuhnya berbeda.
Sebagaimana diketahui, RKAB untuk sejumlah entitas usaha Grup BYAN telah resmi terbit. Langkah tersebut sempat dikait-kaitkan dengan rencana akuisisi saham BYAN oleh entitas bisnis yang terafiliasi dengan pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.
BACA JUGA:Bahlil Mau Pangkas Regulasi Pengadaan PLTS 100 GW
BACA JUGA:Bahlil Mau Bahas Rencana Pembatasan BBM Subsidi Pakai Desil
BACA JUGA:Perintah Prabowo, Harga BBM Subsidi Tak Naik Hingga Akhir 2026
Enggak ada, itu kan berproses saja. Persoalan transaksi itu kan B2B (business-to-business), urusan RKAB kan urusan proses (perizinan), tegas Bahlil di ICE BSD, Tangerang, Banten, Selasa (22/9/2026).
Bahlil menjelaskan, pengajuan perizinan RKAB tersebut sudah berjalan sejak lama sehingga tidak ada hubungannya dengan transaksi kepemilikan saham perusahaan. Ya kan sudah diajukan dari awal, terus berproses, tambahnya.
Sebelumnya, Ditjen Minerba Kementerian ESDM mengonfirmasi bahwa RKAB bagi anak usaha PT Bayan Resources Tbk (BYAN) telah diterbitkan setelah dinilai memenuhi seluruh persyaratan administratif.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno, memastikan RKAB tersebut resmi terbit sejak pertengahan September. Sudah, kalau sekarang sudah (terbit), kata Tri di Balai Sudirman, Jakarta, Senin (21/9/2026).
/2025/05/23/885020992.jpg)
/2025/07/27/1310870912.jpg)
/2023/08/22/326576934.jpg)
/2025/09/29/255160793.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354741/original/075194900_1790061598-WhatsApp_Image_2026-09-22_at_14.16.46.jpeg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/4269838/original/098490100_1671710597-BKI_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354433/original/099424600_1790051727-email-attachment_2026_09_22_immanuel-christian_lbea-cukai-tindak-impor-ilegal-beras-dan-garam-serta-balpres-senilai-rp27-miliar_IMG_7249.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805339/original/033825900_1713432001-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_1.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310807/original/088871800_1785371580-Gemini_Generated_Image_hjxpijhjxpijhjxp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875742/original/093303000_1719401842-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)