Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melihat banyak daerah rawan banjir. Wilayah pesisir terancam banjir rob, dan wilayah lainnya terdampak penurunan muka tanah dan berkurangnya serapan air.
AHY menyadari, banyak faktor yang memicu banjir di berbagai daerah, termasuk penurunan muka tanah, maupun berkurangnya kemampuan penyerapan air.
BACA JUGA:Warga Pesisir Jakarta Waspada Banjir Rob hingga 31 Juli 2026
BACA JUGA:Banjir Rob Desa Tunggulsari Pati Makin Parah, Kades Ungkap Pemicunya
BACA JUGA:Waspada Potensi Banjir Rob di Pesisir Bali hingga 5 Juni 2026
Land subsidence juga tadi saya sampaikan terus terjadi. Oleh karena itu, menghindari bahaya banjir, dan ingat banjir juga bisa disebabkan dari apa yang terjadi di wilayah hulu, ucap AHY dalam Urban Climate Forum 2026 di Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Salah satu kunci pentingnya adalah tata kelola pembangunan di daerah, termasuk kawasan hulu sungai agar tetap bisa menjaga lingkungan. Jika hal tersebut tidak diindahkan, AHY sebut bisa memicu banjir di berbagai daerah.
Jadi kalau tata ruang-wilayah tidak ditepati, tidak dijalankan dengan baik atau diabaikan, maka bisa terjadi penurunan kemampuan menyerap air, apalagi kemudian sungai-sungai kita kotor, dan terjadi pendangkalan di sana-sini, maka banjir akan terus terjadi, beber AHY.
Dia memandang, ancaman banjir dihadapi oleh masyarakat di kawasan pesisir. Banjir rob di sepanjang pantai utara Pulau Jawa menjadi perhatian serius pemerintah.
Kita tahu banjir rob terus mengintai, mengancam masyarakat di pesisir, kalau di Jawa tentu kita bicara pantura Jawa. 575 kilometer dari Banten, Jakarta, Jawa Marat, Jawa Tengah, sampai Jawa Timur, semua mengalami tantangan, tuturnya.
Memang yang paling buruk adalah di Teluk Jakarta, dan di kawasan Semarang, Demak, dan Kendal, tapi yang lain tidak lepas dari ancaman itu, AHY menambahkan.
/2026/05/26/298353930.jpg)
/2023/07/28/610119775.jpg)
/2026/05/26/57172035.jpg)
/2026/05/26/1028204233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349550/original/040991000_1789533261-ChatGPT_Image_Sep_16__2026__11_33_03_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366177/original/014783900_1759219460-PHOTO-2025-09-30-14-39-35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349194/original/028145900_1789477848-1000442806.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342374/original/085919400_1788767568-online-marketing-hIgeoQjS_iE-unsplash.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309011/original/063278500_1785214678-ChatGPT_Image_Jul_28__2026__07_13_04_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271752/original/024896400_1603102550-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349146/original/027677800_1789474662-DBS_Singapore_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313336/original/086824700_1785634470-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_33_41_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)