• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Selasa, September 15, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Biaya Genset Bengkak, Pemadaman Listrik di Sumatra Memukul Pusat Perbelanjaan & UMKM

    Biaya Genset Bengkak, Pemadaman Listrik di Sumatra Memukul Pusat Perbelanjaan & UMKM

    Pasca Blackout, PLN Sebut Sistem Kelistrikan Sumatra Sudah Kembali Normal

    Pasca Blackout, PLN Sebut Sistem Kelistrikan Sumatra Sudah Kembali Normal

    BI Rate 5,25% Picu Tekanan di Industri Otomotif Nasional

    BI Rate 5,25% Picu Tekanan di Industri Otomotif Nasional

    DEN: Pembatasan BBM dan LPG Subsidi Berpotensi Menghemat Anggaran Rp 183 Triliun

    DEN: Pembatasan BBM dan LPG Subsidi Berpotensi Menghemat Anggaran Rp 183 Triliun

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Biaya Genset Bengkak, Pemadaman Listrik di Sumatra Memukul Pusat Perbelanjaan & UMKM

    Biaya Genset Bengkak, Pemadaman Listrik di Sumatra Memukul Pusat Perbelanjaan & UMKM

    Pasca Blackout, PLN Sebut Sistem Kelistrikan Sumatra Sudah Kembali Normal

    Pasca Blackout, PLN Sebut Sistem Kelistrikan Sumatra Sudah Kembali Normal

    BI Rate 5,25% Picu Tekanan di Industri Otomotif Nasional

    BI Rate 5,25% Picu Tekanan di Industri Otomotif Nasional

    DEN: Pembatasan BBM dan LPG Subsidi Berpotensi Menghemat Anggaran Rp 183 Triliun

    DEN: Pembatasan BBM dan LPG Subsidi Berpotensi Menghemat Anggaran Rp 183 Triliun

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » EKONOMI » BISNIS » AHY Ubah Penanganan 7.000 Kawasan Kumuh Jadi Terpadu

AHY Ubah Penanganan 7.000 Kawasan Kumuh Jadi Terpadu

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2026-09-15
0

AHY Ubah Penanganan 7.000 Kawasan Kumuh Jadi Terpadu

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kawasan Pemukiman Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong penanganan sekitar 7.000 kawasan kumuh di Indonesia dilakukan secara terpadu, bukan lagi terpisah berdasarkan sektor. Pemerintah mencatat penurunan kawasan kumuh dari 2025 ke 2026 masih sangat kecil sehingga pembangunan rumah harus berjalan bersamaan dengan penyediaan air minum, sanitasi, dan infrastruktur lingkungan.

AHY mengatakan, pemerintah tidak cukup hanya memperbaiki rumah karena kondisi permukiman juga menentukan kelayakan hunian. Pemerintah juga perlu mengurangi luas kawasan kumuh, yang sebagian besar masuk kategori ringan sebanyak 5.620 kawasan.

BACA JUGA:Jejak Konsumsi Obat Tertua di Dunia Ditemukan di Sulawesi, Berusia 25.000 Tahun

BACA JUGA:Asian Minifootball Championship 2026 Digelar di Jakarta, Diikuti 10 Negara Asia

Selain membangun rumah, kita juga harus mengurangi area kumuh,” ujar AHY dalam dalam Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu, di Auditorium Soemitro BRIN, Jakarta, Senin (14/9/2026).

AHY menilai penanganan kawasan kumuh selama ini masih menghadapi persoalan koordinasi karena setiap sektor dapat mengerjakan lokasi berbeda. Kondisi tersebut membuat rumah yang sudah diperbaiki belum tentu menjadi hunian layak jika fasilitas air minum dan sanitasi di lingkungannya masih bermasalah.

AHY mencontohkan, kawasan dengan 100 rumah tidak layak yang juga menghadapi persoalan air minum dan sanitasi. Jika setiap sektor menangani lokasi berbeda, pemerintah akan memperbaiki rumah di satu wilayah, air bersih di wilayah lain, dan sanitasi di wilayah lainnya.

Padahal, satu rumah tanpa sanitasi dan tanpa air tidak dapat disebut layak. Airnya bagus tetapi rumahnya buruk, juga tetap tidak layak,” kata AHY.

Karena itu, pemerintah ingin memusatkan berbagai intervensi pada kawasan yang sama agar hasil penanganannya lebih terukur. AHY mengatakan pendekatan tersebut merupakan perubahan dari pembangunan yang terpisah dan parsial menuju pembangunan yang terintegrasi lintas sektor.

Pada 2026, pemerintah menargetkan penanganan 16 kawasan dengan luas total 436 hektare di 16 provinsi. Pemerintah juga menggunakan sejumlah instrumen, termasuk BSPS, pembangunan prasarana, sarana dan utilitas, program rumah tidak layak huni, serta fasilitas pembiayaan perumahan.

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Rupiah Tergelincir ke 17.614 Imbas Potensi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Rupiah Tergelincir ke 17.614 Imbas Potensi Kenaikan Suku Bunga The Fed

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Katalog Promo Indomaret Agustus 2024, Ada Banyak Diskon Makanan dan Kebutuhan Dapur

Katalog Promo Indomaret Agustus 2024, Ada Banyak Diskon Makanan dan Kebutuhan Dapur

2024-08-11
Dukung Mandat Prabowo, BRI Siapkan Akses Pembukaan Rekening

Dukung Mandat Prabowo, BRI Siapkan Akses Pembukaan Rekening

2026-09-09
Ramzi Resmi Jabat Wakil Bupati Cianjur, Harta Kekayaan Capai Rp 29,7 Miliar

Ramzi Resmi Jabat Wakil Bupati Cianjur, Harta Kekayaan Capai Rp 29,7 Miliar

2025-02-21
10 Bank Sentral dengan Cadangan Emas Terbesar di Dunia

10 Bank Sentral dengan Cadangan Emas Terbesar di Dunia

2026-09-08
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Punya atau Kuasai Alat Berat? Kenali Kewajiban Pajaknya

Punya atau Kuasai Alat Berat? Kenali Kewajiban Pajaknya

2026-09-15
Digitalisasi Bansos Bisa Pangkas Kebocoran, tapi Data Harus Akurat

Digitalisasi Bansos Bisa Pangkas Kebocoran, tapi Data Harus Akurat

2026-09-15
Harga Perak Antam Hari Ini 14 September 2026 Turun Rp 200

Harga Perak Antam Hari Ini 14 September 2026 Turun Rp 200

2026-09-15
Rupiah Tergelincir ke 17.614 Imbas Potensi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Rupiah Tergelincir ke 17.614 Imbas Potensi Kenaikan Suku Bunga The Fed

2026-09-15

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Punya atau Kuasai Alat Berat? Kenali Kewajiban Pajaknya

Punya atau Kuasai Alat Berat? Kenali Kewajiban Pajaknya

2026-09-15
0
Digitalisasi Bansos Bisa Pangkas Kebocoran, tapi Data Harus Akurat

Digitalisasi Bansos Bisa Pangkas Kebocoran, tapi Data Harus Akurat

2026-09-15
0
Harga Perak Antam Hari Ini 14 September 2026 Turun Rp 200

Harga Perak Antam Hari Ini 14 September 2026 Turun Rp 200

2026-09-15
0
Rupiah Tergelincir ke 17.614 Imbas Potensi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Rupiah Tergelincir ke 17.614 Imbas Potensi Kenaikan Suku Bunga The Fed

2026-09-15
0
AHY Ubah Penanganan 7.000 Kawasan Kumuh Jadi Terpadu

AHY Ubah Penanganan 7.000 Kawasan Kumuh Jadi Terpadu

2026-09-15
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Bappenas Soroti Dekarbonisasi Industri dan Pembiayaan Hijau

2026-09-15
Punya atau Kuasai Alat Berat? Kenali Kewajiban Pajaknya

Punya atau Kuasai Alat Berat? Kenali Kewajiban Pajaknya

2026-09-15

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.