Jakarta – Empat calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) periode 2026-2031 antara lain Haruman Achsien, Asep Rahmat Suwandha, Muhammad Imam Bagus Asmara, dan Kartika Sismiantari, memaparkan gagasan kepada Komisi XI DPR , mulai dari revitalisasi Institut Pemeriksa Keuangan Negara (IPKN), pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), hingga penguatan tindak lanjut hasil pemeriksaan.
Salah satu isu yang mengemuka adalah dampak hasil audit bagi masyarakat. Bagaimana menghasilkan laporan audit yang berkualitas dan juga menghasilkan dampak yang lebih baik,” kata Asep dalam fit and proper test, Senin (5/10/2026).
BACA JUGA:Alasan Komisaris PLN Indonesia Power Iggi Haruman Daftar Calon Anggota BPK
BACA JUGA:DPR Uji Kelayakan 23 Calon Anggota BPK, Hanya 2 yang Akan Terpilih
BACA JUGA:KPK Periksa Bobby Rizaldi, Dalami Mekanisme Opini BPK
BACA JUGA:KPK Kembali Panggil Anggota BPK Bobby Rizaldi
Iggi Haruman Achsien: Revitalisasi IPKN, Jaga Marwah Pemeriksa
Iggi, komisaris independen PT PLN Indonesia Power, mengangkat tema \’Menjaga Marwah Pemeriksa Keuangan Negara: Revitalisasi Peran IPKN dalam Mengawal Independensi dan Integritas BPK\’. Ia menyebut IPKN sebenarnya sudah ada, tetapi dibekukan, sehingga perlu diperbaiki bentuknya agar transparansi dan independensi lebih terjaga.
IPKN diharapkan menjadi institusi yang memelihara nilai-nilai transformasi jangka panjang. Ada empat fungsi yang diusung: menjaga standar profesional, pusat pengetahuan, ethic champion, dan community of practice.
Menurut Iggi, revitalisasi ini adalah investasi mendasar karena kualitas audit bergeser ke impact audit. Kita membutuhkan leadership dengan trust,” ujar dia.
Dalam sesi tanya jawab, ia juga setuju BPK menjalani self assessment. Declaration of conflict of interest itu juga perlu dilakukan demi menjaga integritas di BPK, kata Iggi.
/2023/10/01/342276568.jpg)
/2024/01/17/2061950103.jpg)
/2026/05/21/1931422383.jpg)
/2020/02/14/1217679269.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365856/original/007246600_1791198092-Komisaris_Independen_PLN_Indonesia_Power_Iggi_Haruman_Achsien-a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3284618/original/004329100_1604313218-20201102-Hari-ini-Rupiah-Ditutup-melemah-atas-dolar-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540888/original/091837400_1774840995-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367392/original/003241700_1791346437-BRI_Prioritas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367129/original/086153000_1791299651-shinta_apindo.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349515/original/027309100_1789531590-Gemini_Generated_Image_eq0tzleq0tzleq0t.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192692/original/073777800_1595929324-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352147/original/086289000_1610959706-20210118-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028259/original/049109300_1732871661-fotor-ai-2024112916147.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306954/original/097594000_1784943789-ChatGPT_Image_Jul_16__2026__07_22_35_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913280/original/009736000_1643034734-24_januari_2022-4.jpg)