Jakarta – Asian Development Bank (ADB) memprediksi Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh 5,2% pada 2026 dan 2027. Pertumbuhan PDB itu seiring peningkatan investasi dan konsumsi yang stabil.
ADB menilai, meski kondisi global sulit PDB Indonesia tumbuh 5,1% pada 2025 karena permintaan domestik yang tangguh dan inflasi terkendali.
BACA JUGA:Usaha Ternak vs Jualan Makanan Rumahan Mana yang Lebih Untung? Simak Analisisnya
BACA JUGA:BRI Tebar Dividen Rp 52,1 Triliun, Setara Rp 346 per Saham
BACA JUGA:Siasati Dinamika Geopolitik Global, Bos Pertamina Terapkan Jurus Ini
BACA JUGA:IHSG Dibuka Menguat Hari Ini ke Level 7.346
ADB prediksi inflasi tetap terkendali dalam kisaran target 2,5% pada 2026 dan 2027.
Risiko terhadap prospek meningkat dengan konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Mempertahankan pertumbuhan inklusif jangka panjang membutuhkan penciptaan lapangan kerja formal yang lebih kuat,” demikian seperti dikutip dari laporan Asian Development Outlook (ADO) April 2026, ditulis Jumat (10/4/2026).
ADB menyebutkan perekonomian memperoleh momentum pada awal 2026. ADB melihat, kombinasi faktor siklus dan kebijakan mendorong pertumbuhan yang diharapkan.
“Peningkatan produktivitas pertanian berkontribusi pada ketahanan pendapatan pedesaan dan pasokan pangan, memberikan dukungan awal bagi pertumbuhan pada awal tahun,” demikian seperti dikutip dari laporan ADB.
Hal ini diperkuat oleh permintaan musiman yang terkait dengan perayaan Ramadan dan Lebaran pada Maret 2026 yang meningkatkan konsumsi rumah tangga di sektor makanan, ritel, transportasi dan perhotelan.
Indikator frekuensi tinggi ditunjukkan dari konsumsi yang menguat. The Purchasing Manager’s Index (PMI) telah berada di wilayah ekspansi sejak paruh kedua 2025 dan semakin mengaut pada awal 2026 dengan laju tercepat sejak Maret 2025.
Namun, data Maret 2026 menunjukkan penurunan yang signifikan, meskipun tetap berada di dekat ambang batas ekspansi, menunjukkan kemungkinan dampak awal dari meningkatnya ketidakpastian eksternal terutama terkait denhgan perkembangan di Timur Tengah.
ADB melihat momentum pertumbuhan awal mungkin akan berlanjut. Konsumsi swasta akan tetap tumbuh, didukung oleh pertumbuhan pendapatan yang stabil dan dukungan kebijakan yang berkelanjutan.

/2025/08/04/2059509624.jpg)
/2021/09/11/1184819573.jpg)
/2026/01/18/2123596038.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5552682/original/019681900_1775819607-WhatsApp_Image_2026-04-10_at_3.46.23_PM.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3043542/original/085460400_1580992196-20200206-Penggunaan-Kantong-Plastik-Masih-Marak-di-Pasar-Tebet-IQBAL-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5549424/original/018635000_1775618859-Laporan_Perkembangan_Ekonomi_Terkini_Asia_Timur_dan_Pasifik_oleh_Bank_Dunia-8_April_2026.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551851/original/080783400_1775783585-d6f42e15-61a2-4931-8543-c943cd99e82e.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723186/original/087016300_1705921832-fotor-ai-2024012218923.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369940/original/015660100_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369942/original/091580800_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4805341/original/055600100_1713432002-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375574/original/030742400_1538739776-20181005-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551467/original/045475100_1775726993-IMG-20260409-WA0168.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5547987/original/012195700_1775482007-IMG_3262.jpeg)