Jakarta – Punya produk berkualitas rupanya belum menjamin usaha kecil bisa punya pasar yang luas. Potret inilah yang terekam dalam riset Bappenas tahun 2025 mengenai usaha mikro dan kecil di Indonesia, di mana sebanyak 98% pelaku usaha rupanya masih terjebak melayani pasar di lingkungan sekitar saja.
Dari data tersebut, baru 10% usaha mikro yang berhasil menjangkau pasar nasional, dan hanya 4% yang sanggup melayani pasar internasional. Padahal, potensi produk makanan olahan hingga kerajinan khas daerah karya UMKM sangat terbuka lebar untuk merambah pasar yang jauh lebih masif.
BACA JUGA:PNM Mekaar Cetak Nilai Manfaat 181%, Ekonomi Usaha Naik 33,8%
BACA JUGA:Kisah Maryati: Sulap Gulma Sungai Bekasi Jadi Kerajinan Laris di Bali
Melihat fakta ini, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM menilai bahwa pembukaan akses pasar adalah kunci utama mendorong kelas usaha para nasabah. Sebab, suntikan modal pembiayaan dan kemampuan produksi harus berjalan berdampingan dengan peluang menjaring lebih banyak pembeli.
Dalam mendampingi usaha ultra mikro, kami di PNM belajar bahwa memiliki modal dan menghasilkan produk saja belum cukup. Ada tantangan lain yang tidak kalah penting, yaitu bagaimana produk tersebut dapat menjangkau lebih banyak pembeli, ujar Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10/2026).
Tantangan pembeli ini sangat dekat dengan keseharian nasabah perempuan PNM Mekaar. Kendati piawai meracik olahan pangan hingga membikin kerajinan daerah, sebagian besar dari mereka belum mengantongi akses jaringan distribusi, pembeli skala besar, maupun informasi kebutuhan pasar yang luas.
/2025/03/02/139327218.jpg)
/2026/05/21/1815365879.jpg)
/2025/07/14/1115202590.jpg)
/2020/11/26/1328639621.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374817/original/084779400_1792070232-unnamed__1_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371919/original/008702900_1791854435-000_D2Z484J.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371761/original/067679800_1791804950-AP26285357585394.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5300825/original/063294400_1753929347-20250721_132106.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374919/original/058586900_1792103373-tragedi-karhutla-bromo-korban-tewas-bertambah-jadi-4-orang-satu-lagi-petugas-tnb-csivteab.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374949/original/074571300_1792114740-Gerai_Koperasi_DesaKelurahan_Merah_Putih__KDKMP__Meruya_Selatan-16_Oktober_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4630618/original/056659000_1698749991-20231031-Rupiah-Menguat-Angga-2.jpg)