Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menjelaskan perkembangan terbaru Program Gentengisasi yang merupakan arahan dari Presiden Prabowo Subianto agar rumah-rumah masyarakat tidak lagi menggunakan seng.
Menurut Maruarar, pengadaan genteng ini dibeli dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
BACA JUGA:Tembus Rp 25,29 Triliun, KUR Perumahan Mayoritas Dinikmati UMKM
BACA JUGA:Maruarar Sirait Targetkan Akad Massal 71 Ribu Rumah Subsidi Desember 2026
Jadi kita secara bertahap melakukan gentengisasi, kemudian juga UMKM bergerak. Kita sudah melakukan dua kali di Plered dan sudah melakukan di Majalengka, ujar Maruarar dalam konferensi pers bersama Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari, dikutip Kamis (17/9/2026).Â
Mohon doanya, bulan Oktober dan bulan November kami akan melakukan pengiriman. Di Majalengka itu November minimal 2 juta genteng, kemudian di Plered sekitar 500 ribu genteng, sambung dia.
Maruarar pun menjelaskan alasan dibutuhkannya waktu untuk konsolidasi terkait program gentengisasi ini. Sebab, kata dia, UMKM juga harus diedukasi.
Misalnya bagaimana ada sertifikasi yang namanya keandalan dari Kementerian Perindustrian. Kita ingin UMKM maju, tapi dengan cara yang benar. Sehingga nanti kita kasih order, tetapi juga kualitasnya bagus. Jangan kita pesan dari UMKM kualitasnya enggak bagus, nanti rakyat jadi korban, penerima bantuan, ucap dia.
Jadi UMKM-nya dididik dengan benar. Itu yang dimau Presiden Prabowo yang saya pahami, bukan hanya memberdayakan UMKM apa adanya, tidak, tapi ada proses naik kelas, sambung Maruarar.
/2025/12/07/1338425489.jpg)
/2016/02/16/1574919051.jpg)
/2026/05/13/1892870829.jpg)
/2024/05/10/379349487.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5214816/original/034965000_1746780745-1000005810.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349550/original/040991000_1789533261-ChatGPT_Image_Sep_16__2026__11_33_03_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366177/original/014783900_1759219460-PHOTO-2025-09-30-14-39-35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349194/original/028145900_1789477848-1000442806.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342374/original/085919400_1788767568-online-marketing-hIgeoQjS_iE-unsplash.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4943099/original/079227300_1726137608-20240912-Harga_Emas-ANg_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5446117/original/028221500_1765873306-1000023609.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350134/original/096241300_1789564524-email-attachment_2026_09_16_ariefhakim-at-klyid_menkeu-suahasil-buka-suara-soal-perombakan-pegawai-pajak-bea-cukai-dibatalkan_1000444147.jpg)