Jakarta – Maraknya kejahatan di dunia aset digital kembali menjadi sorotan setelah terungkap para penjahat kripto berhasil mencuri dana senilai lebih dari USD 700 juta, sekitar Rp 11,8 triliun (kurs USD 1= Rp 16.930) dari investor di berbagai negara.
Dikutip dari BBC, ditulis Kamis (22/1/2026), sebagian besar aksi pencurian ini tidak dilakukan dengan teknologi canggih, melainkan menggunakan trik lama seperti pembobolan akun cloud, pencurian kredensial, hingga kelalaian dalam penyimpanan data akses dompet digital.
BACA JUGA:Jutawan Bitcoin Meningkat, Kebocoran Data Jadi Ladang Baru Kejahatan Kripto
BACA JUGA:Kejahatan Kripto Global Makin Mengerikan, Rp 57,6 Triliun Aset Dicuri Pakai Trik Lama
Di tengah pesatnya pertumbuhan investasi kripto, kasus ini menjadi pengingat keras risiko keamanan masih menjadi titik lemah utama ekosistem blockchain.
Berbeda dengan sistem keuangan konvensional, transaksi kripto bersifat transparan dan tercatat permanen di blockchain. Setiap orang dapat melihat alur perpindahan dana secara real time.
Namun, transparansi tersebut justru menciptakan paradoks yang menyakitkan bagi korban. Dana yang dicuri bisa dilihat jelas berpindah dari satu dompet ke dompet lain, tetapi identitas pelaku tetap tersembunyi dan hampir mustahil dilacak.
Tidak ada otoritas pusat yang bisa membekukan transaksi atau mengembalikan aset yang telah dicuri.Kondisi ini dialami langsung oleh Helen dan Richard, pasangan asal Inggris yang kehilangan tabungan hidup mereka dalam bentuk kripto Cardano.
Kisah mereka mencerminkan bagaimana kejahatan kripto tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga meninggalkan dampak emosional mendalam bagi para korban.
Helen menggambarkan pengalaman kehilangan aset kriptonya sebagai sesuatu yang sangat menyakitkan. Menurutnya, berbeda dengan pencurian biasa, korban kripto justru dapat melihat uang mereka “hidup” di blockchain publik.
Anda bisa melihat uang Anda di blockchain publik, tetapi tidak ada yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkannya kembali, kata Helen, yang kehilangan sekitar USD 315 ribu (sekitar Rp 5 miliar) akibat pencurian,” ujarnya.
Ia menyamakan kondisi tersebut seperti melihat barang berharga miliknya berada di seberang jurang yang tidak mungkin diseberangi.
/2025/07/29/1849039643.jpg)
/2025/12/25/1288847629.jpg)
/2025/07/29/1628369530.jpg)
/2025/03/26/628035943.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5121578/original/061033900_1738728796-1738722759108_bitcoin-adalah.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5510318/original/082211400_1771824708-One_Raffles.jpg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5510852/original/003256100_1771840702-Kepala_BOPPJ_Didit_Herdiawan_Ashaf-23_Februari_2026c.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5256720/original/046490700_1750248775-f3bdce7a-e287-4a17-b7bd-c5e2c5499ba6.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5510955/original/013298200_1771846233-1000242800.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5508522/original/073889200_1771577837-Tata_Motors_Indonesia_Secures_its_Biggest_Order__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5510999/original/069334100_1771853027-WhatsApp_Image_2026-02-23_at_09.16.31.jpeg)