Jakarta – Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin memperingatkan stablecoin terdesentralisasi saat ini tidak cukup tangguh untuk mendukung visi jangka panjang kripto.
Ia menilai, industri ini membutuhkan desain baru yang kurang bergantung pada dolar Amerika Serikat (AS) dan kurang rentang terhadap penguasaan sosok kaya.
BACA JUGA:Mengenal Satoshi Nakamoto, Pencipta Bitcoin dengan Identitas Anonim
BACA JUGA:AS Belum Putuskan Nasib Bitcoin Venezuela Bernilai USD 60 Miliar
BACA JUGA:Perusahaan Kripto Strategy Kembali Borong Bitcoin Rp 21,07 Triliun
BACA JUGA:Standard Chartered Bakal Luncurkan Layanan Pialang Utama Kripto
Mengutip Yahoo Finance, ditulis Selasa (13/1/2026), dalam sebuah unggahan di platform X pada Minggu, Buterin menuturkan, model yang ada saat ini memiliki tiga kelemahan inti. Kelemahan itu antara lain ketergantungan pada satu referensi harga fiat, sistem oracle yang dapat dimanipulasi oleh sejumlah besar modal dan imbal hasil staking yang mendistorsi ekonomi stablecoin.
Stablecoin, mata uang kripto yang dirancang untuk mempertahankan nilai yang stabil, biasanya dipatok pada dolar AS atau mata uang fiat lainnya, telah menjadi salah satu segmen pasar aset digital yang paling cepat berkembang.
Kapitalisasi pasar stablecoin secara keseluruhan melonjak 49% pada 2025 hingga mencapai USD 306 miliar atau Rp 5.158 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.860) pada Desember, didorong oleh regulasi yang lebih jelas dan adopsi institusional yang semakin meningkat.
Bank dan perusahaan fintech semakin banyak menjajaki peluncuran token mereka sendiri, sementara perusahaan kripto besar telah merangkul stablecoin sebagai jembatan antara keuangan tradisional dan blockchain. Di antaranya, proyek kripto yang didukung Trump, World Liberty Financial, meluncurkan token terkait dolar AS mereka sendiri, USD1, tahun lalu.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/05/07/739346899.jpg)
/2022/01/30/1813839003.jpg)
/2025/10/17/669022889.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4901226/original/098767700_1721901030-DF0A6771.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5446005/original/088102100_1765870455-2578__1_.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469582/original/070942900_1768133712-SPinjam_Jelas_Tanpa_Jebakan_-_KV.png)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5470548/original/093400200_1768209884-jem5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4156441/original/068897800_1663062670-Emas5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5295262/original/098760000_1753431699-Gemini_Generated_Image_mluj6mluj6mluj6m.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5429999/original/089186100_1764649357-9.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1285347/original/078568300_1468231056-20160711-hari-populasi-dunia-FF-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5467311/original/035350200_1767870813-Screenshot_2026-01-08_174617.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469994/original/094042700_1768193914-Akses_menuju_Bandara_Internasional_Soekarno_Hatta__terendam_banjir.jpg)