Jakarta – Dalam memoar pendiri Binance, Changpeng Zhao yang berisi lebih dari 300 halaman, Changpeng Zhao menuturkan, bursa kripto Amerika Serikat (AS) menghabiskan jutaan dolar AS sebagai upaya untuk memblokir pengampunan-nya.
Changpeng Zhao (CZ) juga merujuk pada apa yang disebutnya “berita palsu” yang dilaporkan the Wall Street dan artikel di Bloomberg.
BACA JUGA:Rupiah Kembali Melemah, Tertekan Data Inflasi AS
BACA JUGA:Kurs Rupiah Ditutup Melemah, Pasar Tunggu Kepastian Gencatan Senjata AS-Iran
BACA JUGA:Volatilitas Rupiah Jadi Tantangan Sekaligus Peluang Bagi Perbankan
BACA JUGA:Rupiah Melemah ke Rp 17.030, Konflik Israel-Lebanon Masih Jadi Penekan
“Beberapa teman memberitahu saya kalau artikel itu didanai oleh bursa kripto AS yang takut bahwa pengampunan akan memungkinkan Binance untuk kembali memasuki pasar AS,” tulis dia dikutip dari the block, Jumat (10/4/2026).
Mereka membayar jutaan dolar AS dalam biaya lobi untuk memblokir pengampunan karena takut akan persaingan bisnis,” ia menambahkan.
Presiden AS Donald Trump mengampuni Changpeng Zhao pada Oktober 2025. Pada 2023, Changpeng Zhao mengaku bersalah karena gagal menerapkan kontrol anti pencucian uang yang memadai di Binance, selain mengundurkan diri sebagai CEO perusahaan.
Ia menuturkan dipaksa menjalani hukuman penjara merupakan kejutan baginya, merujuk pada tindakan penegakan hukum sebelumnya yang biasanya menghasilkan perjanjian penangguhan penuntutan atau tahanan rumah.
Menurut Politico, Binance menghabiskan ratusan ribu dolar AS untuk melobi pengampunan Changpeng Zhao, termasuk membayar sebuah perusahaan, yang dijalankan oleh “teman berburu Donald Trump Jr” sebesar USD 450.000 atau Rp 7,68 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 17.080) untuk satu bulan kerja.
CZ juga mengatakan dalam buku tersebut upaya untuk memblokir pengampunannya bertentangan dengan keinginan Presiden Trump untuk menjadikan Amerika sebagai ibu kota kripto.

/2025/08/04/2059509624.jpg)
/2021/09/11/1184819573.jpg)
/2026/01/18/2123596038.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4983416/original/027398600_1730112255-fotor-ai-20241028174236.jpg)
/2017/06/14/1946894088.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3043542/original/085460400_1580992196-20200206-Penggunaan-Kantong-Plastik-Masih-Marak-di-Pasar-Tebet-IQBAL-1.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551851/original/080783400_1775783585-d6f42e15-61a2-4931-8543-c943cd99e82e.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723186/original/087016300_1705921832-fotor-ai-2024012218923.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369940/original/015660100_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369942/original/091580800_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4805341/original/055600100_1713432002-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375574/original/030742400_1538739776-20181005-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551467/original/045475100_1775726993-IMG-20260409-WA0168.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5547987/original/012195700_1775482007-IMG_3262.jpeg)