Jakarta – Seorang seniman sekaligus pendukung kripto asal Prancis, Pascal Boyart, melontarkan kritik keras terhadap pemerintah terkait meningkatnya kasus penculikan yang berhubungan dengan aset kripto.
Melalui media sosial X (sebelumnya Twitter), Boyart menuding pemerintah Prancis tidak mampu menangani lonjakan kasus yang dikenal sebagai “$5 wrench attacks”.
BACA JUGA:Otoritas Pajak China Minta Bank Terapkan Blockchain untuk Layanan Pinjaman
BACA JUGA:Ethereum Foundation Lepas 3.750 ETH, Dana Dipakai Kembangkan Ekosistem
BACA JUGA:Investor Mulai Masuk, Token Avicena Terserap 50% Lebih di Private Sale
Pemerintah Prancis 100% terlibat,” ujar Pascal Boyart dikutip dari U.Today, Kamis (9/4/2026).
“Membuat sistem peradilan tidak berfungsi, ditambah kebijakan KYC (Know Your Customer) yang justru mempermudah penculikan terhadap pelanggan. Ini adalah bagian dari perang mereka terhadap kripto, tambahnya.
Pernyataan tersebut mencuat setelah laporan menunjukkan bahwa serangan fisik terhadap pemilik aset kripto di Prancis semakin tidak terkendali.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. www.wmhg.org tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

/2026/01/28/1419203316.jpg)
/2026/02/08/1636791920.jpg)
/2022/02/23/885391879.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5539267/original/091129700_1774595159-IMG-20260327-WA0004.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476090/original/021358800_1768711106-89ca5fc3-1578-4cf0-8176-b43ea2ccde53.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5520901/original/031279000_1772664806-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5137861/original/069279700_1739965706-f606fa8e-0760-495d-b7ab-a14b1eae5495.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5550464/original/070550700_1775698382-38039b87-fe4d-428a-8980-d1deb1609409.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2439239/original/004031600_1542966203-20181123-Nilai-Tukar-Rupiah-Menguat-Atas-Dolar-Angga2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551151/original/014052200_1775719526-WhatsApp_Image_2026-04-09_at_13.10.40.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551448/original/064483400_1775726721-WhatsApp_Image_2026-04-09_at_16.05.45.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5550333/original/023387700_1775653134-PHOTO-2026-04-08-17-09-17.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5550332/original/018252100_1775653118-PHOTO-2026-04-08-17-09-19.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5541737/original/080028800_1774882683-IMG-20260330-WA0101.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5549359/original/003858900_1775617048-IMG-20260408-WA0005.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5337503/original/092769700_1756899849-1001002551.jpg)