Jakarta – OSL Group (863.HK), platform perdagangan dan pembayaran stablecoin terkemuka di Asia mengumumkan pendanaan ekuitas sebesar USD 200 juta. Pendanaan ini bertujuan untuk memperkuat posisi keuangan perusahaan, menangkap peluang pertumbuhan global, serta mempercepat ekspansi strategis OSL Group di sektor perdagangan dan pembayaran stablecoin.
Berdasarkan rencana yang diusulkan, dana bersih yang diperoleh akan dialokasikan untuk akuisisi strategis, perluasan bisnis global di berbagai sektor termasuk pembayaran dan stablecoin, pengembangan produk dan infrastruktur teknologi, serta modal kerja umum.
BACA JUGA:10 Bank Eropa Bentuk Qivalis, Siap Luncurkan Stablecoin Euro pada 2026
BACA JUGA:Harga Kripto Hari Ini 26 Januari 2026: Bitcoin dan Ethereum Terkoreksi
Melanjutkan keberhasilan penguatan strategi dan merek sepanjang tahun 2025, OSL Group berkomitmen penuh dalam membangun ekosistem perdagangan dan pembayaran stablecoin yang patuh terhadap regulasi.
Pencapaian utama meliputi akuisisi Banxa, penyedia layanan pembayaran Web3 terkemuka dunia; peluncuran OSL BizPay, solusi pembayaran B2B yang dirancang untuk mendukung ekonomi riil serta memenuhi kebutuhan klien korporasi dan institusi; serta peluncuran USDGO, stablecoin USD yang patuh regulasi dan menjadi fondasi utama infrastruktur pembayaran global OSL Group.
“Pasar telah memberikan validasi yang kuat terhadap posisi strategis OSL Group di sektor stablecoin dan pembayaran. Putaran pendanaan ini memungkinkan kami menyambut lebih banyak investor strategis dan jangka panjang yang sejalan dengan visi kami, kata Chief Financial Officer OSL Group Ivan Wong, Minggu (1/2/2026).
Selain memperkuat basis permodalan dan mendiversifikasi struktur pemegang saham, pendanaan ini akan memungkinkan kami untuk menangkap peluang tepat waktu dalam mengakuisisi entitas perdagangan dan pembayaran berlisensi di berbagai negara, sekaligus semakin mengukuhkan keunggulan sebagai pelopor dalam strategi global berbasis kepatuhan regulasi.”
/2025/12/07/399938828.jpg)
/2025/03/14/208030179.jpg)
/2025/04/28/1077994607.jpg)
/2025/10/16/27400553.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4931455/original/016012500_1724922483-IMG-20240829-WA0026.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461831/original/095838900_1767460415-Untitled.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282588/original/045207500_1672910856-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3017478/original/046853000_1578564285-20200109-Waspadai-Gelombang-Tinggi-dan-Banjir-Rob-IMAM-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487936/original/087253300_1769684538-Konferensi_pers_OJK-BEI-29_Januari_2026c.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)