Jakarta – Pasar aset kripto mengalami tekanan besar setelah Bitcoin bergerak volatil dan sempat turun di bawah level USD 90.000 atau sekitar Rp 1,52 miliar (asumsi kurs Rp 16.923 per dolar AS). Kondisi ini terjadi di tengah ketidakjelasan terkait dugaan perubahan kapitalisasi pasar sebesar USD 250 miliar pada 2026 atau setara Rp 4.226 triliun, yang turut melibatkan sejumlah aset kripto seperti XMR dan HYPE.
Melansir Coinmarketcap, Jumat (23/1/2026), laporan mengenai pergeseran pasar tersebut masih menuai perdebatan. Sejumlah data justru menunjukkan adanya keuntungan signifikan, yang kembali menegaskan tingginya volatilitas pasar kripto serta dampak yang belum sepenuhnya dapat diprediksi terhadap harga Bitcoin maupun aset kripto lain yang kurang populer seperti XMR dan HYPE.
BACA JUGA:Harga Bitcoin Berpeluang Balik ke USD 126.200, Simak Pola yang Jadi Sinyal!
BACA JUGA:Bitmine Kuasai 4,2 Juta Ethereum, Total Aset Kripto Tembus USD 14,5 Miliar
BACA JUGA:Minat Investor Transaksi Kripto di Domestik Masih Kurang, Ini Respons Tokocrypto
Sejumlah pihak terlibat, mulai dari analis ternama hingga pelaku industri yang memilih tetap anonim. Mereka memperkirakan volatilitas masih akan berlanjut dan menyoroti dinamika pasar yang tengah berlangsung. Turunnya Bitcoin ke bawah USD 90.000 mencerminkan perubahan sentimen investor serta kondisi pasar di tengah pergeseran tersebut.
Tom Lee, Analis, Fundstrat Global Advisors, mencatat, hal ini karena dinamika pasokan pasca-halving, bersama dengan meningkatnya adopsi institusional dan korporat, dapat mendorong Bitcoin ke USD 200.000, atau bahkan USD 250.000, pada akhir tahun.
/2025/09/12/1537496279.jpg)
/2025/11/27/175802667.jpg)
/2023/04/12/1270691180.jpg)
/2025/12/12/701098146.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
/2016/08/24/1683047056.jpg)
/2025/12/15/681864344.jpg)
/2025/12/15/394253959.jpg)
/2025/11/07/864071958.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496584/original/000268300_1770551655-BCA_Expoversary_2026_di_ICE_BSD__Tangerang__Banten-2.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013697/original/070218700_1651632437-000_329D9UW.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497650/original/041869000_1770645002-WhatsApp_Image_2026-02-09_at_20.10.28.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723189/original/060727400_1705921940-fotor-ai-20240122181141.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186928/original/035658900_1744629096-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4349647/original/096522800_1678186856-20230307-Harga-Cabai-Ramadan-Angga-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)