Jakarta – Analis JPMorgan menilai indikator momentum di pasar berjangka (futures) menunjukkan sinyal yang berlawanan antara Bitcoin dan logam mulia. Bitcoin disebut sudah masuk wilayah oversold, sementara emas dan perak justru berada di kondisi overbought atau terlalu banyak dibeli.
Dalam laporan terbarunya, dikutip dari Coinmarketcap, Senin (2/2/2026), JPMorgan melihat adanya ketidakseimbangan antara posisi investor dan likuiditas pasar. Kondisi ini dinilai bisa meningkatkan risiko volatilitas dalam jangka pendek, meskipun prospek jangka panjang logam mulia masih dinilai positif.
BACA JUGA:JPMorgan Prediksi Arus Modal Kripto Kian Deras pada 2026, Ternyata Gara-gara Ini
BACA JUGA:JPMorgan Sebut Aliran Dana ke ETF Stabil Dukung Pasar Kripto
BACA JUGA:JPMorgan Resmi Ambil Alih Apple Card dari Goldman Sachs Senilai Rp 335 Triliun
Bank tersebut menggambarkan kondisi pasar saat ini sebagai fase rotasi aset, bukan murni peralihan ke mode hindari risiko (risk-off). Logam mulia menyerap arus dana besar dan minat spekulatif, sedangkan Bitcoin mengalami tekanan akibat momentum yang melemah dan permintaan ETF yang tertahan.
Menurut JPMorgan, dalam beberapa bulan terakhir investor lebih memilih emas dan perak dibanding Bitcoin dalam strategi lindung nilai terhadap pelemahan nilai mata uang atau yang disebut “debasement trade”.
Arus dana ke ETF Bitcoin spot melambat signifikan menjelang akhir 2025 hingga awal 2026, bahkan sempat mencatat arus keluar bersih. Sebaliknya, permintaan terhadap ETF emas justru melonjak tajam.
Arus masuk ETF emas hingga akhir 2025 mendekati USD 60 miliar secara kumulatif, level yang disebut JPMorgan sebagai sangat tinggi secara historis.
/2025/12/07/399938828.jpg)
/2025/03/14/208030179.jpg)
/2025/04/28/1077994607.jpg)
/2025/10/16/27400553.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4931455/original/016012500_1724922483-IMG-20240829-WA0026.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461831/original/095838900_1767460415-Untitled.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282588/original/045207500_1672910856-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3017478/original/046853000_1578564285-20200109-Waspadai-Gelombang-Tinggi-dan-Banjir-Rob-IMAM-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487936/original/087253300_1769684538-Konferensi_pers_OJK-BEI-29_Januari_2026c.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)