Jakarta – Jepang siap memberikan lampu hijau untuk exchange traded fund (ETF) kripto pertamanya paling cepat pada 2028. Langkah persetujuan ETF kripto itu juga dilakukan seiring peningkatan perlindungan investor.
Demikian berdasarkan laporan Nikkei Asia, dikutip dari the block, Senin (26/1/2026).
BACA JUGA:Ribuan Orang Terjebak di Bandara, Salju Lebat Pecahkan Rekor di Jepang Utara
BACA JUGA:China Peringatkan Warganya untuk Tidak Bepergian ke Jepang Selama Libur Tahun Baru Imlek
BACA JUGA:Jelang Libur Imlek 2026, China Kembali Larang Warganya Pelesir ke Jepang
The Financial Services Agency (FSA) atau Badan Jasa Keuangan akan memasukkan kripto ke dalam aset dasar ETF bersama dengan peningkatan langkah-langkah perlindungan investor.
Nomura Holdings dan SBI Holdings, dua lembaga keuangan terbesar di Jepang akan meluncurkan ETF kripto pertama di negara itu untuk dicatatkan di Bursa Efek Tokyo.
Perkembangan ini mengikuti kesuksesan ETF kripto di Amerika Serikat di mana ETF bitcoin spot telah meraup aset bersih USD 115,8 miliar atau Rp 1.993 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.820, sekitar 6,5% dari total kapitalisasi pasar bitcoin.
Peluncuran ETF kripto AS telah memperluas akses institusional ke bitcoin dan aset digital lainnya, menarik partisipasi dari dana pensiun, kantor keluarga dan dana abadi universitas, termasuk Harvard.
Regulator AS baru-baru ini menyederhanakan proses pencatatan produk aset digital, mendorong penerbit untuk mengajukan berbagai ETF yang lebih luas berdasarkan altcoin yang lebih kecil. ETF spot untuk XRP, Solana, Dogecoin, Chainlink, Litecoin, dan Hedera diluncurkan pada akhir tahun 2025 sebagai hasilnya, dengan lebih banyak produk yang diharapkan akan diluncurkan tahun ini.
/2026/01/16/1560477888.jpg)
/2016/10/26/1015215961.jpg)
/2026/01/06/320538185.jpg)
/2025/05/19/1112555752.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5521473/original/088352000_1772690843-Foto_Ilustrasi_DBS.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4762235/original/073818300_1709618185-fotor-ai-20240305125544.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5532182/original/064669300_1773644222-59fe9265-0222-4d8d-b246-de69cbaddb7a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5532203/original/033865300_1773644465-ffdb5480-b963-4b7a-9afa-2bc1f06ad038.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4375851/original/004936800_1680074818-Warga_mulai_berburu_penukaran_uang_baru-ANGGA_6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3998540/original/052571400_1650272537-20220418-Layanan_Penukaran_Uang_Receh_untuk_Lebaran-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5500365/original/026266700_1770862471-Kemenhub_akan_membatasi_operasional_truk_besar_selama_angkutan_Lebaran_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5180860/original/030520000_1743843072-20250405-Arus_Balik-HER_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4651321/original/012713000_1700126036-CPO_atau_Sawit.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1699851/original/087735500_1504532607-Foto_Liputan6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5531480/original/033471000_1773611354-IMG-20260315-WA0091.jpg)