Jakarta – Jaringan kejahatan terorganisir berbahasa China tercatat memindahkan dana ilegal senilai USD 16,1 miliar atau kurang lebih Rp 268 triliun (estimasi kurs Rp 16.769 per dolar AS) melalui transaksi kripto sepanjang 2025. Temuan ini diungkap dalam laporan terbaru perusahaan analisis data blockchain, Chainalysis.
Dikutip dari CNBC, Selasa (3/2/2026), dalam laporan tersebut, jaringan pencucian uang yang dikenal sebagai Chinese-language Money Laundering Networks (CMLNs) disebut menyumbang hampir seperlima dari total ekosistem transaksi kripto ilegal global. Chainalysis memperkirakan nilai total aktivitas kripto ilegal sepanjang 2025 mencapai lebih dari USD 82 miliar.
BACA JUGA:Harga Tiket Timnas Indonesia U-17 Vs China Dibanderol Rp 50 Ribu, Begini Cara Mudah Membelinya
BACA JUGA:China Andalkan Energi Global sebagai Kunci Revolusi Hijau
BACA JUGA:Pria Bergaya Bruce Lee di Singapura Ditangkap Polisi Lantaran Bawa Senjata Api
CMLNs beroperasi dengan memanfaatkan berbagai kanal dan grup percakapan di aplikasi pesan Telegram. Melalui platform tersebut, para pelaku menawarkan jasa pencucian uang kepada calon klien.
Laporan Chainalysis menyebut, promosi jasa sering disertai foto tumpukan uang tunai hingga testimoni publik sebagai bukti likuiditas dan kualitas layanan. Kanal Telegram ini dikenal sebagai platform “jaminan” (guarantee platforms), yang berfungsi layaknya pusat pemasaran sekaligus escrow informal.
Meski tidak secara langsung mengendalikan transaksi kripto, platform tersebut menjadi jalur utama terjadinya kesepakatan transaksi ilegal.
/2025/12/13/432746519.jpg)
/2025/12/13/2147204063.jpg)
/2024/03/08/613527982.jpg)
/2025/10/21/868494903.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3504865/original/010265700_1625731009-078623300_1519626900-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5101518/original/020188500_1737371758-Photo_Release_Hexindo__2__-_Zaxis-7G_Series_ZX490LC-7G.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5299983/original/084137800_1753857669-Menara_SMBC_Indonesia__1___2_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4948540/original/061465800_1726804839-20240920-FLPP-MER_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913280/original/009736000_1643034734-24_januari_2022-4.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5450574/original/027965600_1766147761-Kepala_Eksekutif_Pengawas_Perbankan_OJK__Dian_Ediana_Rae.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5492771/original/049266100_1770184638-IMG_4402.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5492920/original/051382800_1770189376-f57e9c11-f616-4a5f-a101-14d2578ad343.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3980732/original/010029000_1648714878-20220331-Laporan-SPT-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473091/original/035263700_1768386874-Chief_Executive_Officer__CEO__Badan_Pengelola_Investasi_Daya_Anagata_Nusantara__Danantara__Rosan_Roeslani-14_Januari_2026b.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5449146/original/064430900_1766049207-Menkeu_Purbaya_Yudhi_Sadewa_saat_Konpres_APBN-b.jpeg)