Jakarta – Ethereum Foundation akan mengkonversi sekitar USD 11 juta atau Rp 187,04 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.000) ether (ETH) menjadi stablecoin melalui CoWSwap, berdasarkan pengumuman pada Rabu. Pertukaran rutin ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan organisasi untuk mendanai penelitian dan pengembangan, program hibah, dan aktivitas ekosistem lainnya.
Mengutip the block, Kamis (9/4/2026), secara khusus, yayasan tersebut berencana untuk mengkonversi 5.000 ETH menggunakan fitur Time-Weighted Average Price (TWAP) CoWSwap. Ini tampaknya merupakan penjualan TWAP pertama EF sejak Oktober, ketika mereka melepas 1.000 ETH, yang pada saat itu bernilai sekitar USD 4,5 juta atau Rp 76,51 miliar.
BACA JUGA:Ethereum Foundation Lepas 3.750 ETH, Dana Dipakai Kembangkan Ekosistem
BACA JUGA:Harga Kripto Hari Ini 9 April 2026: Bitcoin Melemah Tipis, Ethereum Anjlok
BACA JUGA:Perusahaan Manajemen Aset Charles Schwab Bakal Luncurkan Platform Kripto
Sejauh ini, transaksi TWAP CoWSwap semuanya bernilai kurang dari USD 1 juta atau Rp 17 miliar, dengan dana yang diambil dari dompet yang oleh Arkham Intelligence diberi label sebagai Ethereum Foundation DeFi Ecosystem.
Secara umum, Ethereum Foundation telah beralih dari penjualan ETH berulang untuk mendanai operasinya setelah bertahun-tahun mendapat kritik publik.
Tahun lalu, organisasi tersebut mengumumkan restrukturisasi dan rencana untuk membatasi penjualan ETH, termasuk dengan menempatkan modal di protokol DeFi dan melakukan staking ETH untuk menghasilkan pendapatan.
EF telah menyetor 50.000 ETH ke dompet Ekosistem DeFi-nya pada Januari 2025. Awal bulan ini, EF mengumumkan telah melakukan staking 47.050 ETH, dua pertiga dari target 70.000 ETH.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. www.wmhg.org tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

/2026/01/28/1419203316.jpg)
/2026/02/08/1636791920.jpg)
/2022/02/23/885391879.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476090/original/021358800_1768711106-89ca5fc3-1578-4cf0-8176-b43ea2ccde53.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5520901/original/031279000_1772664806-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5137861/original/069279700_1739965706-f606fa8e-0760-495d-b7ab-a14b1eae5495.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5550464/original/070550700_1775698382-38039b87-fe4d-428a-8980-d1deb1609409.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2439239/original/004031600_1542966203-20181123-Nilai-Tukar-Rupiah-Menguat-Atas-Dolar-Angga2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551151/original/014052200_1775719526-WhatsApp_Image_2026-04-09_at_13.10.40.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551448/original/064483400_1775726721-WhatsApp_Image_2026-04-09_at_16.05.45.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5550333/original/023387700_1775653134-PHOTO-2026-04-08-17-09-17.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5550332/original/018252100_1775653118-PHOTO-2026-04-08-17-09-19.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5541737/original/080028800_1774882683-IMG-20260330-WA0101.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5549359/original/003858900_1775617048-IMG-20260408-WA0005.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5337503/original/092769700_1756899849-1001002551.jpg)