Jakarta – Industri kripto dan kelompok lobi perbankan tradisional di Amerika Serikat (AS) mulai menunjukkan tanda-tanda mendekati kesepakatan penting, setelah berminggu-minggu mengalami kebuntuan. Kepala Bagian Hukum Ripple, Stuart Alderoty, mengungkapkan optimismenya usai mengikuti pertemuan tertutup di Washington DC.
Kebuntuan tersebut sebelumnya mengancam pengesahan undang-undang utama terkait aset digital, yakni CLARITY Act.
BACA JUGA:BNP Paribas Pakai Ethereum untuk Proyek Percontohan
BACA JUGA:Harga Kripto Bertahan di Zona Hijau Setelah Mahkamah AS Batalkan Tarif Trump
BACA JUGA:Parlemen Korea Selatan Mengecam Regulator Usai Kesalahan Bithumb Terkait Bitcoin
Kepala Bagian Hukum Ripple, Stuart Alderoty, mengungkapkan optimismenya usai mengikuti pertemuan tertutup di Washington DC.
Ia menilai, diskusi terbaru membawa kemajuan signifikan dalam pembahasan regulasi kripto di Amerika Serikat.
“Kami sudah bekerja serius hari ini dengan membahas bahasa hukum secara spesifik. Pekerjaan ini akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Mari kita lakukan dengan benar dan jadikan AS sebagai pusat kripto dunia,” ujar Alderoty, dikutip dari U Today, Sabtu (21/2/2026).
Menurut sumber yang mengetahui jalannya pertemuan, forum tersebut menjadi titik balik setelah sebelumnya proses pembahasan berjalan lambat akibat perbedaan kepentingan antara industri kripto dan sektor perbankan.
Pertemuan ini juga disebut lebih fokus dan terarah dibandingkan pertemuan-pertemuan sebelumnya.
Para peserta membahas secara detail rumusan aturan yang diharapkan bisa mengakomodasi kepentingan kedua belah pihak, sekaligus memberikan kepastian hukum bagi industri aset digital.
Optimisme Alderoty mencerminkan harapan baru bahwa regulasi kripto di AS bisa segera menemukan titik temu.
/2011/04/05/1638610422.jpg)
/2022/03/08/639541023.jpg)
/2023/02/18/1402689688.jpg)
/2025/12/24/2099843016.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5509316/original/096657500_1771679235-CIO_Danatara_Pandu_Sjahrir_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341346/original/058000800_1757310279-1000075378.jpg)






:strip_icc()/kly-media-production/medias/5508949/original/011521100_1771645285-IMG_0231.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3149800/original/042221500_1591853664-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5507793/original/097997500_1771552625-1000240544.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5508696/original/058250100_1771586403-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-20_Februari_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5490995/original/001390300_1770039523-IMG_0952.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1650979/original/007849000_1500289004-20170717-Kinerja-Ekspor-dan-Impor-RI-Jeblok-Angga-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5387491/original/064210700_1761045460-koperasi_desa_merah_putih_1.jpeg)