Jakarta – Jaringan bursa kripto terkait Rusia memungkinkan menghindari sanksi internasional melalui transaksi kripto bervolume tinggi. Hal itu ditemukan saat Uni Eropa mempertimbangkan larangan menyeluruh terhadap transaksi kripto dengan Rusia.
Demikian berdasarkan laporan baru dari perusahaan analitik blockchain Elliptic yang diterbitkan pada Sabtu pekan ini. Laporan ini mengidentifikasi lima platform, sebagian besar tidak dikenai sanksi, yang terus menyediakan jalur keuangan bagi entitas Rusia yang terlindungi dari pengawasan perbankan tradisional.
BACA JUGA:ETF Bitcoin Spot Alami Arus Dana Keluar Selama 5 Minggu
BACA JUGA:CryptoQuant Sebut Aktivitas Investor Besar Meningkat saat Pasar Kripto Lesu
BACA JUGA:Robert Kiyosaki Membeli Bitcoin Lagi di Harga Rp 1,12 Miliar
Temuan ini muncul ketika Uni Eropa mempertimbangkan larangan menyeluruh terhadap semua transaksi kripto dengan Rusia, yang secara khusus bertujuan untuk mencegah munculnya entitas tiruan yang muncul dari platform yang sudah dikenai sanksi.Demikian mengutip dari the block, Minggu (22/2/2026).
Dari lima bursa yang diprofilkan, hanya satu, Bitpapa, yang telah dikenai sanksi. OFAC menetapkan bursa peer-to-peer tersebut pada Maret 2024 karena memfasilitasi potensi penghindaran sanksi. Elliptic menemukan bahwa sekitar 9,7% aliran kripto keluar Bitpapa menuju target yang dikenai sanksi OFAC, dan bursa tersebut terus-menerus merotasi alamat dompet untuk menghindari sistem pemantauan.
ABCeX, bursa terbesar yang tidak dikenai sanksi dalam laporan tersebut, memfasilitasi perdagangan rubel ke kripto dari Menara Federasi Moskow, lokasi kantor yang sama yang sebelumnya digunakan oleh Garantex sebelum domainnya disita oleh penegak hukum AS pada Maret 2025.
Elliptic mengatakan bursa tersebut telah memproses setidaknya USD 11 miliar atau Rp 185,49 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.860) dalam kripto, dengan volume signifikan mengalir ke Garantex dan bursa lain yang diprofilkan, Aifory Pro.
/2025/11/20/148874979.jpg)
/2021/11/18/1612827877.jpg)
/2023/07/27/1172885582.jpg)
/2022/03/08/639541023.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4674211/original/014291300_1701747020-aleksi-raisa-DCCt1CQT8Os-unsplash.jpg)

/2025/12/24/593357565.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2858898/original/006856400_1563614299-20190720-Gangguan-Bank-Mandiri-HERMAN-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5276247/original/033412300_1751948567-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3490938/original/091266200_1624439228-20210623-Penjualan-Obat_-alkes_-dan-Vitamin-Meningkat-tallo-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3309036/original/007411800_1606469656-20201127-Upah-buruh-tani-naik-angga-1.jpg)