Jakarta – Bursa kripto Grinex yang kena sanksi dan terkait Rusia mengatakan pada Kamis, 16 April 2026 telah menangguhkan operasinya. Hal ini terjadi aset senilai 1 miliar rubel atau USD 13,10 juta (sekitar Rp 224,73 miliar, asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.160) dicuri dalam serangan siber.
Grinex yang berbasis di Kyrgystan tetapi terkait dengan Rusia, kena sanksi oleh Amerika Serikat, Inggris dan Uni Eropa tahun lalu. Demikian mengutip Yahoo Finance, Jumat, (17/4/2026).
BACA JUGA:OJK Ingin Pertumbuhan Aset Asuransi-Dana Pensiun Lebih Besar dari Ekonomi Indonesia
BACA JUGA:Prabowo: Satgas PKH Berhasil Selamatkan Aset Hutan Rp 370 Triliun, Setara 10 Persen APBN
BACA JUGA:Harga Kripto Hari Ini 9 April 2026: Bitcoin Melemah Tipis, Ethereum Anjlok
BACA JUGA:Industri Keuangan Syariah RI Tumbuh Stabil di Tengah Gejolak Geopolitik Global
Dalam pernyataan yang diposting di saluran Telegram-nya, bursa tersebut menuduh badan intelijen asing dari negara-negara yang tidak bersahabat terlibat dalam serangan tersebut. Reuters belum dapat memverifikasi klaim ini.
“Jejak digital dan sifat serangan menunjukkan tingkat sumber daya dan teknologi yang belum pernah terjadi sebelumnya yang tersedia secara eksklusif untuk entitas negara-negara yang tidak bersahabat, kata bursa tersebut.
Menurut data awal, serangan itu dikoordinasikan dengan tujuan untuk menyebabkan kerugian langsung terhadap kedaulatan keuangan Rusia,.
AS menyatakan, Grinex membantu pelanggan menghindari sanksi melalui stablecoin berbasis rubel Rusia yang disebut A7A5.
Rusia, yang terputus dari sistem perbankan SWIFT internasional sebagai bagian dari sanksi Barat setelah kampanye militernya di Ukraina, telah mengembangkan infrastruktur kripto yang canggih untuk memfasilitasi perdagangan luar negerinya.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. www.wmhg.org tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

/2026/02/05/898319651.jpg)
/2021/09/27/1792105962.jpg)
/2026/01/28/1419203316.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4876285/original/011593500_1719462277-fotor-ai-2024062711138.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5554591/original/013621900_1776078069-Menteri_PKP__Maruarar_Sirait_dan_Ketua_Dewan_Komisioner_OJK__Friderica_Widyasari_Dewi_saat_konferensi_pers-13_April_2026a.jpeg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723189/original/060727400_1705921940-fotor-ai-20240122181141.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369943/original/032417700_1476098428-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3188320/original/078196100_1595493634-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3192690/original/063821500_1595929323-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5557625/original/042658000_1776345933-a4b4971b-2079-4719-b00a-be6b2f5078a3.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5552311/original/011667500_1775806441-0L5A8444.jpg)