Jakarta – Harga Bitcoin (BTC) kembali berada di bawah tekanan setelah gagal mempertahankan momentum pemulihan dalam beberapa hari terakhir. Mata uang kripto terbesar di dunia itu kini bergerak mendekati level terendah tahunannya di kisaran US$ 59.000 atau Rp 1,05 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.820), memicu kekhawatiran harga masih berpotensi melemah lebih lanjut.
Meski demikian, sejumlah data pasar menunjukkan pelaku pasar tidak perlu terlalu pesimistis. Penurunan arus masuk Bitcoin ke sejumlah bursa kripto besar mengindikasikan tekanan jual mulai berkurang. Selain itu, data likuidasi juga menunjukkan adanya peluang pemulihan harga setelah fase pelemahan saat ini.
BACA JUGA:Harga Bitcoin Masih Lesu, Ini Prediksi Bos Coinbase dan Binance
BACA JUGA:Bitcoin atau Ethereum, Mana Sentuh Titik Terendah Lebih Dulu?
BACA JUGA:Harga Kripto Hari Ini: Bitcoin Menguat, Ethereum Lesu
Mengutip Cointelegraph.com, Sabtu (20/6/2026), upaya pemulihan Bitcoin sebelumnya terhenti sebelum mampu menembus area resistensi penting di kisaran US$ 67.500 hingga US$ 70.500. Tekanan jual kembali muncul ketika harga mendekati rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 50 hari dan 100 hari yang masih menjadi penghalang kenaikan.
Kegagalan menembus area tersebut membuat struktur pergerakan harga berubah menjadi lebih bearish dalam jangka pendek. Saat ini Bitcoin diperdagangkan di bawah pola saluran naik yang sebelumnya menopang tren kenaikan.
Analis pasar melihat area US$ 60.700 sebagai zona dukungan terdekat sebelum harga berpotensi menguji kembali level terendah tahunan di sekitar US$ 59.000. Jika area tersebut ditembus, pasar dapat mengalami tekanan tambahan dalam waktu singkat.
Data likuidasi menunjukkan terdapat sekitar US$ 4 miliar posisi long ber-leverage yang terkonsentrasi di dekat level US$ 59.000. Jika harga menyentuh area tersebut, gelombang likuidasi paksa berpotensi terjadi dan memperbesar tekanan jual di pasar.
Meski demikian, indikator Relative Strength Index (RSI) sudah mendekati area oversold atau jenuh jual. Kondisi ini sering kali menjadi sinyal bahwa pasar mulai mendekati titik terendah sebelum terjadi pemantulan harga yang cukup kuat.



/2025/08/28/1643206319.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913228/original/031127900_1643028888-24_januari_2022-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3617284/original/010929700_1635503741-20211029-Neraca-perdagangan-RI-alamai-surplus-ANGGA-1.jpg)







:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)