Jakarta – Badai musim dingin yang melanda Amerika Serikat (AS) pada Januari kemarin berdampak signifikan terhadap operasional penambangan Bitcoin. Cuaca ekstrem membuat sejumlah penambang menghentikan atau mengurangi aktivitas, sehingga produksi Bitcoin harian turun tajam.
Badai tersebut menyoroti kerentanan industri penambangan Bitcoin terhadap kondisi pasar energi. Dampaknya terlihat jelas dari penurunan produksi para penambang serta tekanan terhadap harga Bitcoin dan aset kripto lainnya, yang ikut memengaruhi sentimen investor.
BACA JUGA:Laporan CertiK: Pencurian Kripto Naik 4 Kali Lipat di Januari
BACA JUGA:Bitcoin Masuk Fase Datar, Tekanan Jual Masih Berlanjut
Dikutip dari Coinmarketcap, Senin (2/2/2026), selama badai musim dingin berlangsung, perusahaan penambangan Bitcoin yang tercatat di bursa saham AS mencatat penurunan produksi harian secara signifikan. Akumulasi salju dan es memaksa para penambang mengurangi operasi demi menjaga stabilitas jaringan listrik yang berada di bawah tekanan.
Data CryptoQuant menunjukkan, produksi Bitcoin yang biasanya berada di kisaran 70 hingga 90 BTC per hari anjlok menjadi hanya sekitar 30 hingga 40 BTC pada puncak badai.
Reaksi pasar pun terjadi dengan cepat. Pada 1 Februari, harga Bitcoin sempat turun di bawah USD 77.000 atau melemah sekitar 5,32 persen. Ethereum juga mengalami tekanan, dengan harga sempat menyentuh level USD 2.300.
Trader kripto Eugene Ng Ah Sio turut menanggapi kondisi tersebut.
“Sepertinya kali ini kitalah yang sedang ‘dipermainkan’. Lebih baik kita mundur sejenak,” ujarnya.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. www.wmhg.org tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
/2025/12/07/399938828.jpg)
/2025/03/14/208030179.jpg)
/2025/04/28/1077994607.jpg)
/2025/10/16/27400553.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)

/2025/12/08/432192557.jpg)
/2024/10/30/1327428029.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4762786/original/080700200_1709635134-20240305-Pelaporan_SPT-ANG_4.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461831/original/095838900_1767460415-Untitled.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282588/original/045207500_1672910856-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3017478/original/046853000_1578564285-20200109-Waspadai-Gelombang-Tinggi-dan-Banjir-Rob-IMAM-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487936/original/087253300_1769684538-Konferensi_pers_OJK-BEI-29_Januari_2026c.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)