Jakarta – Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent menuturkan, AS kemungkinan akan menyita kripto US$ 1 miliar atau Rp 17,89 triliun (asumsi dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.900) yang terkait Iran pada pekan ini. Hal itu seiring langkah pemerintahan Trump menjalankan kampanye isolasi ekonomi terhadap Iran.
Kami kemungkinan akan menyita aset kripto senilai US$ 1 miliar pekan ini,” ujar Besset, pada Kamis pekan ini, mengutip the Block, Sabtu (10/10/2026).
BACA JUGA:JPMorgan Prediksi Rp 895,90 Triliun Mengalir ke Aset Digital
BACA JUGA:BitGo Digugat Rp 2,5 Triliun, Penjualan Token Kripto Jadi Pangkal Sengketa
Langkah ini menurut dia bagian dari apa yang disebut sebagai kampanye isolasi mutlak yang mencakup blokade Selat Hormuz, pembatasan penerbangan internasional, serta penutupan jalur darat Iran yang terhubung dengan negara-negara tetangga.
“Sebelumnya kami menjalankan kampanye tekanan maksimum. Kini kami menerapkan kampanye isolasi mutlak, dan langkah ini membuahkan hasil,” kata dia.
Penyitaan dan Sanksi Sebelumnya
Langkah agresif terbaru ini menyusul serangkaian tindakan AS selama berbulan-bulan terhadap mata uang kripto dan bursa kripto yang terkait dengan Iran, meskipun total nilai aset kripto yang disita belum diketahui secara pasti.
Pada Mei, Bessent menyatakan, AS telah menyita aset kripto milik Iran sekitar US$ 1 miliar. Ia menyebutkan, pihak berwenang langsung mengambil alih dompet-dompet kripto tersebut. Namun, pernyataan resmi Departemen Keuangan tak lama kemudian justru merujuk pada estimasi awal yang menyebutkan angka hampir US$ 500 juta atau Rp 8,9 triliun.
Pada Juli, Departemen Keuangan mengumumkan sanksi terhadap sejumlah dompet kripto yang mengakibatkan pembekuan aset senilai US$ 130 juta atau Rp 2,3 triliun.
/2026/04/06/64963745.jpg)
/2026/03/17/1361567992.jpg)
/2022/02/10/2136096286.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1043410/original/011837300_1446625161-20151104-OJK-Jakarta-Angga-Yuniar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4217905/original/082312500_1667827564-WhatsApp_Image_2022-11-07_at_17.09.54.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349515/original/027309100_1789531590-Gemini_Generated_Image_eq0tzleq0tzleq0t.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5494434/original/017122500_1770289311-Wakil_Menteri_Keuangan_Juda_Agung-5_Februari_2026a.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8531079/original/003967800_1782463675-WhatsApp_Image_2026-06-26_at_15.46.29.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302026/original/078434200_1753969683-Gemini_Generated_Image_wwcdvlwwcdvlwwcd.jpg)