Jakarta – Analis JPMorgan Chase memperkirakan bahwa aliran modal aset digital kripto turun menjadi sekitar USD 11 miliar pada kuartal I 2026. Angka ini sekitar sepertiga dari level yang tercatat pada periode yang sama tahun lalu.
Penurunan tajam ini menandakan penyempitan komposisi investasi kripto, dengan pembelian oleh perusahaan dan pendanaan modal ventura yang terkonsentrasi menggantikan permintaan institusional dan ritel yang lebih luas yang mendorong arus masuk sepanjang tahun 2025.
BACA JUGA:Harga Kripto Hari Ini 4 April 2026: Bitcoin Berkutat di Zona Hijau
BACA JUGA:Coinbase Lolos Tahap Regulasi Penting, Bidik Dominasi Pembayaran Kripto
BACA JUGA:Tren Kripto 2025: Bitcoin Kuasai Media Sosial, Ethereum Pimpin Pencarian AI
Dikutip dari coinmarketcap, Sabtu (4/4/2026), Tim JPMorgan yang dipimpin oleh analis Nikolaos Panigirtzoglou memperkirakan total aliran aset digital mencapai sekitar USD 11 miliar pada kuartal I tahun 2026. Metodologi bank tersebut menggabungkan aliran dana kripto, aktivitas berjangka CME, pendanaan modal ventura kripto, dan pembelian oleh perusahaan ke dalam satu angka agregat.
Angka triwulanan tersebut digambarkan sebagai sekitar sepertiga dari level yang terlihat setahun sebelumnya, ketika pasar kripto mendapat manfaat dari iklim regulasi AS yang lebih ramah dan meningkatnya permintaan ETF.
JPMorgan sebelumnya telah melacak total arus masuk sekitar USD 130 miliar selama tahun 2025, angka yang jauh lebih besar daripada tingkat arus masuk triwulanan saat ini. Dengan laju kuartal pertama, arus masuk aset digital tahunan akan mencapai sekitar USD 44 miliar, sebagian kecil dari total tahun lalu.
Sebagai konteks, JPMorgan menggunakan metodologi pelacakan arus yang serupa pada pertengahan tahun 2024 ketika bank tersebut melaporkan bahwa aset digital telah mencatat arus masuk bersih sebesar USD 12 miliar sepanjang tahun setelah disesuaikan dengan kemungkinan rotasi dari dompet bursa ke ETF Bitcoin spot.
/2026/02/09/1363307949.jpg)
/2025/01/01/100000931.jpg)
/2026/01/28/1071091106.jpg)
/2024/02/23/546826591.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5182173/original/094877700_1744034315-arhan.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3894535/original/042247000_1641302185-20220104-PPKM_DKI_Jakarta_Naik_ke_Level_2-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5545195/original/001648100_1775133585-1000032398.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369942/original/091580800_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3149802/original/071712000_1591853665-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5513917/original/066146500_1772076783-AP6854606784113229.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)