Jakarta – Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengatakan, pemerintah federal memberikan sanksi kepada beberapa dompet digital yang terkait dengan Iran. Hal ini sebagai bagian dari upaya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap negara tersebut di tengah gencatan senjata yang sedang berlangsung.
Mengutip the block, Sabtu (25/4/2026), langkah ini dilakukan sehari setelah Tether memberkukan USDT senilai USD 344 juta atau Rp 5,93 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 17.250), yang kini dikaitkan dengan sanksi terhadap Iran seperti yang dilaporkan CNN pada Jumat pekan ini, mengutip sumber pejabat AS.
BACA JUGA:Departemen Kehakiman AS Menghentikan Penyelidikan terhadap Ketua The Fed Jerome Powell
BACA JUGA:PBB Didesak Bertindak atas Pembunuhan 28 Jurnalis di Lebanon
BACA JUGA:Panel Surya Indonesia Kena Tarif 143% ke AS, Wamen ESDM Singgung Potensi Serapan Lokal
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Beragam di Tengah Harapan Negosiasi AS dan Iran
Tether mencatat pada Kamis kalau tindakan itu dilakukan berkoordinasi dengan Kantor Pengawasan Aset Asing AS atau the USD Office of Foreign Assets Control (OFAC) dan penegak hukum AS.
Kami akan melacak uang yang Teheran coba pindahkan ke luar negeri dan menargetkan semua jalur keuangan yang terkait dengan rezim tersebut, kata Bessent dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh CNN.
Awal bulan ini, Financial Times melaporkan Iran menerima bitcoin sebagai bentuk pembayaran untuk biaya transit yang dikenakan pada kapal tanker minyak yang melewati Selat Hormuz.
Negara tersebut, yang dikenal sebagai pusat penambangan bitcoin, telah lama beralih ke kripto untuk menghindari sanksi ekonomi yang diberlakukan oleh Amerika Serikat dan sekutunya.



/2025/05/20/52895388.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5028270/original/083764000_1732871855-fotor-ai-20241129161657.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4008026/original/089081400_1651029033-IMG-20220426-WA0037.jpg)
/2017/07/17/97795405.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5564136/original/096365600_1776927044-Screenshot_2026-04-23_134220.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4589175/original/018739600_1695719794-PLTS_Cirata_akan_uji_coba-ARBAS_9.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/976572/original/043059500_1441279137-harga-emas-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532293/original/061990200_1628161552-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3596914/original/020445500_1633708544-Ilustrasi_Miliarder_atau_Orang_Terkaya.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013697/original/070218700_1651632437-000_329D9UW.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219635/original/040174000_1747221146-20250514-Harga_Emas-ANG_6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5565585/original/034003000_1777034790-897fa632-68f2-4910-aeb5-c897854b59a5.jpeg)