Jakarta – Harga bitcoin (BTC) mendekati USD 80.000 atau Rp 1,38 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.250) untuk pertama kali sejak Januari 2026. Pemulihan kripto ini dinilai karena aksi beli kembali dan akumulasi tanpa henti oleh perusahaan Strategy Inc.
Mengutip data coinmarketcap.com, pada Minggu, 26 April 2026, harga bitcoin naik 0,64% dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan, harga bitcoin bertambah 3,8%. Saat ini, harga bitcoin berada di posisi USD 78.018 atau Rp 1,34 miliar.
BACA JUGA:Bitcoin Punya Satu Pekan Raih Kinerja Terbaik pada April 2026
BACA JUGA:Harga Kripto Hari Ini 26 April 2026: Bitcoin Menguat, Ethereum Merosot
BACA JUGA:Harga Kripto Hari Ini 25 April 2026: Bitcoin dan Ethereum Masih Loyo
Di sisi lain, berdasarkan data Bloomberg, investor telah menambahkan sekitar USD 2 miliar atau Rp 34,50 triliun ke exchange traded fund (ETF) Bitoin pada bulan lalu, dengan arus masuk menjadi positif pada Maret untuk pertama kali dalam empat bulan.
Sementara itu, Strategy, perusahaan yang dipimpin oleh pendukung bitcoin Michael Saylor telah membeli token senilai USD 3,9 miliar atau Rp 67,28 triliun pada bulan ini, terbanyak dalam setahun, berdasarkan perusahaan yang dikumpulkan oleh Bloomberg, dikutip dari Yahoo Finane.
Bagi mereka yang tidak selalu memantau pergerakan harga setiap hari, pergerakan ini mungkin mengejutkan. Bitcoin diam-diam telah naik sekitar 14% sejak akhir Maret, kembali menghidupkan harapan di antara penggemar setia kalau pemulihan koin ini akan bertahan.
Bagi pendukung setia, ini adalah pertanda yang menggembirakan karena kenaikan saham perusahaan pengumpul bitcoin terbesar dan arus masuk ETF yang lebih kuat mendorong permintaan token itu. Pasar derivatif juga menunjukkan pergeseran yang lebih optimistis.
“Kami telah melihat ekspresi bullish yang semakin meningkat pada bitcoin selama sepekan terakhir,” ujar Senior Derivatives Trader FalconX, Bohan Jiang.



/2015/01/07/659141067.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4811393/original/069497700_1713943503-christian-lue-8Yw6tsB8tnc-unsplash.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5355485/original/050496700_1758339034-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5564499/original/097351100_1776946494-1000723469.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5557570/original/032632700_1776336196-IMG_3658.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2890385/original/036007700_1566535931-20190823-Harga-Emas-Antam-Turun-Rp-4.000-per-Gram5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5566404/original/035169000_1777182033-d2fe927c-b215-455b-adfc-f67bb55823ee.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976572/original/043059500_1441279137-harga-emas-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532293/original/061990200_1628161552-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5566018/original/076360000_1777105262-8344e6a4-511b-4fa2-a31c-1a719905b5a6.jpeg)