• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Selasa, Juli 7, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Sasar Segmen Premium, Induk OYO Indonesia Ekspansi Properti di Bali & Kota Berkembang

    Sasar Segmen Premium, Induk OYO Indonesia Ekspansi Properti di Bali & Kota Berkembang

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Sasar Segmen Premium, Induk OYO Indonesia Ekspansi Properti di Bali & Kota Berkembang

    Sasar Segmen Premium, Induk OYO Indonesia Ekspansi Properti di Bali & Kota Berkembang

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » ANALISIS KEUANGAN » Tarif Panel Surya RI di AS Tembus 104%, ESDM Cek Praktik Transshipment

Tarif Panel Surya RI di AS Tembus 104%, ESDM Cek Praktik Transshipment

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2026-02-27
0

Tarif Panel Surya RI di AS Tembus 104%, ESDM Cek Praktik Transshipment

wmhg.org – JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menelusuri lebih lanjut pengenaan tarif tinggi Amerika Serikat (AS) terhadap produk panel surya asal Indonesia.

Menurut Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung, tidak semua produk panel surya Indonesia semestinya dikenakan bea masuk imbalan (countervailing duties) setinggi yang diumumkan otoritas AS.

Yuliot mengatakan, hasil pengecekan awal menunjukkan sebagian produk yang terkena tarif tinggi tidak sepenuhnya diproduksi di dalam negeri. Produk tersebut diduga hanya melalui proses transshipment atau pelabelan ulang di Indonesia.

“Saya juga sudah melakukan pengecekan untuk yang kena tarif tidak sesuai dengan ketentuan Agreement on Reciprocal Trade (ART). Ya ternyata itu hanya transshipment itu labeling di Indonesia,” ujar Yuliot di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (27/2/2026).

Dia menerangkan, Kementerian ESDM akan melakukan verifikasi mendalam terhadap industri panel surya nasional. Nantinya, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) akan memilah mana perusahaan yang hanya melakukan pelabelan dan mana yang benar-benar menjalankan proses manufaktur penuh di dalam negeri.

Nanti Dirjen EBTKE akan meneliti kembali. Jadi mana yang labeling, yang prinsipnya transshipment dan juga mana yang full manufacturing dalam negeri. Itu justru ini kita perjuangkan sesuai dengan tarif yang diatur di dalam ART, ujarnya. 

Menurut Yuliot, bagi industri yang memenuhi prinsip full manufacturing domestik, Indonesia akan memperjuangkan agar tarif yang dikenakan sesuai dengan ketentuan dalam ART.

“Ya kalau memang 15%, ya maksimal 15%. Jangan lebih dari 15%,” tegasnya.

Sebelumnya, Reuters melaporkan United States Department of Commerce atau Kementerian Perdagangan AS mengumumkan pengenaan bea masuk imbalan terhadap impor sel dan panel surya dari India, Indonesia, dan Laos. Kebijakan ini ditetapkan untuk mengimbangi dugaan subsidi pemerintah yang dinilai menguntungkan industri surya di ketiga negara tersebut.

Laporan Reuters menyebutkan, otoritas perdagangan AS menyimpulkan bahwa perusahaan-perusahaan yang beroperasi di India, Indonesia, dan Laos menerima subsidi negara sehingga membuat produk panel surya buatan AS kalah bersaing dari sisi harga.

Langkah ini melanjutkan rangkaian kebijakan proteksi AS yang telah berlangsung lebih dari satu dekade terhadap impor panel surya murah dari Asia, terutama yang terkait rantai pasok perusahaan China.

Berdasarkan lembar fakta yang dirilis Commerce Department, tarif subsidi yang dikenakan terhadap Indonesia mencapai 104,38%. Angka ini lebih rendah dari India yang sebesar 125,87%, namun lebih tinggi dibanding Laos yang sebesar 80,67%. Bahkan, sejumlah perusahaan Indonesia dikenai tarif individual lebih tinggi, seperti PT Blue Sky Solar sebesar 143,3% dan PT REC Solar Energy sebesar 85,99%.

Data perdagangan pemerintah AS menunjukkan, India, Indonesia, dan Laos menyumbang impor panel surya senilai US$ 4,5 miliar pada tahun lalu, atau sekitar dua pertiga dari total impor panel surya AS pada 2025.

Sebelumnya, kebijakan tarif serupa terbukti mengguncang perdagangan global panel surya, tercermin dari anjloknya impor AS dari Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Kamboja setelah negara-negara tersebut dikenai tarif tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?

Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Genjot Transaksi Non-Tunai, Bank DKI Gencar Gandeng Komunitas

Genjot Transaksi Non-Tunai, Bank DKI Gencar Gandeng Komunitas

2024-07-30
Waspada, Indonesia Masih Rawan Kebakaran Hutan

Waspada, Indonesia Masih Rawan Kebakaran Hutan

2024-07-30
Rupiah Lesu Jelang Pilpres AS, Bagaimana Prediksi Rabu 30 Oktober 2024?

Rupiah Lesu Jelang Pilpres AS, Bagaimana Prediksi Rabu 30 Oktober 2024?

2024-10-30
Pentingnya Fresh Graduate Bangun Karier Sejak Muda

Pentingnya Fresh Graduate Bangun Karier Sejak Muda

2026-02-16
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Limit Order vs Market Order: Panduan Pengguna Catcrs dalam Menghadapi Kondisi Pasar Kripto

Limit Order vs Market Order: Panduan Pengguna Catcrs dalam Menghadapi Kondisi Pasar Kripto

2026-06-30
Harga Emas Anjlok Tersengat Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga

Harga Emas Anjlok Tersengat Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga

2026-06-25
Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp 18.000, Cek Daftar Lengkap di Sini

Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp 18.000, Cek Daftar Lengkap di Sini

2026-06-25
Update Harga Emas Pegadaian Rabu 24 Juni 2026

Update Harga Emas Pegadaian Rabu 24 Juni 2026

2026-06-25

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Limit Order vs Market Order: Panduan Pengguna Catcrs dalam Menghadapi Kondisi Pasar Kripto

Limit Order vs Market Order: Panduan Pengguna Catcrs dalam Menghadapi Kondisi Pasar Kripto

2026-06-30
0
Minat terhadap Bitcoin Merosot, Pencarian Google Sentuh Level Terendah

Minat terhadap Bitcoin Merosot, Pencarian Google Sentuh Level Terendah

2026-06-25
0
Harga Kripto 24 Juni 2026: Bitcoin Cs Kompak Parkir di Zona Merah

Harga Kripto 24 Juni 2026: Bitcoin Cs Kompak Parkir di Zona Merah

2026-06-25
0
Pendiri BitMEX Arthur Hayes Prediksi Bitcoin Bakal Sentuh Rp 715,7 Juta

Pendiri BitMEX Arthur Hayes Prediksi Bitcoin Bakal Sentuh Rp 715,7 Juta

2026-06-25
0
Ethereum Foundation PHK 54 Karyawan

Ethereum Foundation PHK 54 Karyawan

2026-06-25
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Limit Order vs Market Order: Panduan Pengguna Catcrs dalam Menghadapi Kondisi Pasar Kripto

Limit Order vs Market Order: Panduan Pengguna Catcrs dalam Menghadapi Kondisi Pasar Kripto

2026-06-30
Harga Emas Anjlok Tersengat Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga

Harga Emas Anjlok Tersengat Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga

2026-06-25

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.