• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Sabtu, Mei 30, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » ANALISIS KEUANGAN » Permintaan Mendaki, Industri Makanan Minuman Sambut Imlek dan Ramadan – Idulfitri

Permintaan Mendaki, Industri Makanan Minuman Sambut Imlek dan Ramadan – Idulfitri

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2026-02-15
0

Permintaan Mendaki, Industri Makanan Minuman Sambut Imlek dan Ramadan – Idulfitri

wmhg.org – JAKARTA. Pengusaha yang bergerak di industri makanan dan minuman (mamin) bersiap menadah berkah dari momentum Imlek serta Ramadan – Idulfitri. Perayaan tahun baru Imlek akan berlangsung pada Selasa (17/2/2026), yang kemudian berlanjut memasuki bulan suci Ramadan hingga sebulan ke depan.

Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman membeberkan kesiapan pelaku industri mamin menyambut momentum ini. Para produsen sudah bergerak mengamankan bahan baku dan mendongkrak pemanfaatan kapasitas produksi atau utilisasi sejak tiga hingga empat bulan yang lalu.

Utilisasi industri mamin naik menjadi di atas 70% – 80%, dari rata-rata 60% – 70% pada hari biasa. Peningkatan utilisasi sudah terjadi sejak November 2025, dan akan ternormalisasi setelah Idulfitri. (Utilisasi) beberapa kategori bahkan sudah optimal, karena mengejar kebutuhan sesuai permintaan, kata Adhi kepada Kontan.co.id Minggu (15/2/2026).

Setelah mengamankan bahan baku dan operasional produksi, fokus pelaku industri mamin saat ini adalah mengoptimalkan pemasaran dan distribusi produk. Secara bisnis, Adhi mengatakan bahwa perayaan Imlek turut mengerek permintaan produk mamin, meski tidak setinggi momentum Ramadan – Idulfitri.

Adhi memberikan gambaran, permintaan produk industri mamin rata-rata mendaki 20% – 30% selama Ramadan – Idulfitri. Tapi untuk beberapa kategori produk seperti sirup, nata de coco, kolang-kaling dan biskuit, pertumbuhan permintaan bisa melonjak hingga 100% dibandingkan hari biasa.

Imlek cukup menunjang. Meningkat, meski tidak sebesar Ramadan dan Lebaran. Kali ini satu rangkaian, Imlek, langsung masuk Puasa. Jadi paling tidak harusnya kuartal I-2025 pertumbuhan lebih bagus, terang Adhi.

Dengan musim puncak yang terjadi pada awal tahun, Adhi memprediksi semester pertama akan berkontribusi sekitar 60% terhadap total penjualan industri mamin pada tahun ini. Secara industri, kinerja sub sektor mamin diperkirakan bisa tumbuh sekitar 6%.

Lebih bagus dibandingkan awal tahun lalu yang sekitar 5%. Tahun ini kami lebih optimistis juga karena insentif yang diberikan pemerintah ke masyarakat. Kami berharap bisa memberikan dampak terhadap penjualan, ujar Adhi.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) Firman Sukirman turut melihat potensi pertumbuhan yang kuat karena awal Ramadan berdekatan dengan Tahun Baru Imlek. Akumulasi permintaan sejak awal tahun akan mempercepat perputaran barang di pasar dan mendongkrak performa kuartal pertama secara signifikan.

Konsumsi selama bulan Ramadan seperti kegiatan sosial, silaturahmi dan buka puasa bersama akan meningkatkan permintaan produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) kategori kemasan gelas dan botol kecil. Secara operasional dan bisnis, rata-rata utilisasi pabrik akan naik sekitar 10% – 15% untuk mengamankan stok, dengan proyeksi permintaan di segmen ritel akan melonjak sekitar 20% – 25%.

Ketua Umum Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim) Triyono Prijosoesilo menambahkan, periode Ramadan – Idulfitri merupakan masa puncak penjualan produk minuman siap saji dalam kemasan. Periode ini berkontribusi sekitar 30% – 40% dari volume penjualan tahunan. Bahkan, untuk kategori tertentu seperti sirup, kontribusi penjualan dari momentum ini bisa mencapai 80% – 90%.

Untuk tahun 2026 harapan kami tentu periode Ramadan – Lebaran ini tetap memberikan booster terhadap overall penjualan produk minuman siap saja dalam kemasan, ungkap Triyono.

Dihubungi terpisah, Executive Director PT United Family Food (Unifam) Ongkie Tedjasurja turut mengamini Ramadan – Idulfitri membawa kontribusi positif terhadap permintaan produk mamin, termasuk untuk kategori makanan manis (confectionery) dan camilan ringan. Unifam juga memandang  perayaan Imlek dan masa awal Ramadan yang berdekatan akan mengerek aktivitas konsumsi.

Bagi Unifam, periode ini umumnya diikuti peningkatan aktivitas produksi dibandingkan periode reguler. Meskipun tingkat pertumbuhannya dapat bervariasi tergantung kondisi daya beli dan dinamika pasar, ujar Ongkie.

Ongkie menegaskan bahwa Unifam berhati-hati dalam memasang proyeksi pertumbuhan. Saat ini, fokus Unifam adalah menjalankan strategi penyesuaian produksi, penguatan distribusi serta aktivasi promosi yang relevan untuk mengoptimalkan momentum Imlek serta Ramadan – Idulfitri.

Tantangan di Industri Mamin

Walau peluang bisnis membentang selama Ramadan – Idulfitri, tapi pelaku industri mamin masih dibayangi sejumlah tantangan. Pertama, bahan baku. Meski secara umum mayoritas produsen sudah mengamankan bahan baku untuk memenuhi produksi Ramadan, tapi Adhi mengingatkan pentingnya menjaga ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan.

Apalagi, masih banyak bahan baku yang mesti dipenuhi secara impor. Antara lain gandum, susu, serta gula dan garam industri. Gapmmi berharap pemerintah bisa terus memperbaiki sektor hulu, sehingga satu per satu komoditas bahan baku bisa lepas dari ketergantungan terhadap impor.

Adhi menegaskan, pemenuhan bahan baku dari dalam negeri bisa mengurangi biaya logistik serta risiko eksternal seperti fluktuasi kurs dan eskalasi geo-politik. Sebetulnya industri mamin ingin dari dalam negeri, agar tidak repot. Kalau impor kan harus sekaligus dalam jumlah besar. Lalu faktor ekonomi dan geo-politik berpengaruh sekali, kalau dolar menguat, semakin berat juga, tegas Adhi.

Kedua, faktor ekonomi domestik dan tingkat konsumsi masyarakat. Dalam hal ini, Asrim menyoroti daya beli masyarakat kelas menangah yang masih belum pulih. Kondisi ini bisa berdampak terhadap penjualan produk barang konsumsi. Harapan kami pemerintah dapat mengimplementasi program-program yang dapat mendukung kelas menengah agar dapat menjaga daya beli mereka, kata Triyono.

Ketiga, faktor logistik. Dalam konteks Ramadan – Idulfitri tahun ini, Gapmmi menyoroti kebijakan pembatasan angkutan barang yang turut mencakup sejumlah kategori produk di industri mamin. Menurut Adhi, perlu ada dispensasi pada sejumlah kategori seperti AMDK, susu, dan pakan ternak untuk menjaga stok di tingkat distributor dan pengecer.

Hal yang sama juga menjadi sorotan Aspadin. Kenaikan biaya logistik dan pembatasan angkutan barang menjelang hari raya merupakan tantangan tersendiri, tandas Firman.

Selanjutnya: Momentum Festive dan MBG Topang Prospek Saham Konsumer 2026, Ini Rekomendasi Analis

Menarik Dibaca: HP Android Bebas Iklan 2026: Rasakan Nyaman Tanpa Gangguan!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post

Nasib Buruh Perempuan hingga Korban MBG Jadi Sorotan Tajam API

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Pertumbuhan Aset Dana Pensiun IFG Life Capai 347%

Pertumbuhan Aset Dana Pensiun IFG Life Capai 347%

2026-05-29
Purbaya Soal Anggaran MBG: Ada yang Bisa Lebih Efisien

Purbaya Soal Anggaran MBG: Ada yang Bisa Lebih Efisien

2026-05-27
Magang Nasional 2026 Dibuka Juli, Uang Saku Masih Ditanggung Pemerintah

Magang Nasional 2026 Dibuka Juli, Uang Saku Masih Ditanggung Pemerintah

2026-05-28
Chandra Asri Kantongi Konsesi Pelabuhan 56 Tahun di Banten

Chandra Asri Kantongi Konsesi Pelabuhan 56 Tahun di Banten

2026-05-28
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Kinerja Keuangan Tetap Kokoh, BRI Jaga Likuiditas dan Permodalan di Tengah Ketidakpastian Global

Kinerja Keuangan Tetap Kokoh, BRI Jaga Likuiditas dan Permodalan di Tengah Ketidakpastian Global

2026-05-30
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 29 Mei 2026: UBS Alami Penurunan Terbesar, Antam dan Galeri24?

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 29 Mei 2026: UBS Alami Penurunan Terbesar, Antam dan Galeri24?

2026-05-30
Harga Emas Antam Hari Ini 29 Mei 2026 Lebih Mahal Rp 20 Ribu, Simak Daftar Lengkap di Sini

Harga Emas Antam Hari Ini 29 Mei 2026 Lebih Mahal Rp 20 Ribu, Simak Daftar Lengkap di Sini

2026-05-30
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 29 Mei 2026: Termahal Sentuh Rp 2,4 Juta

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 29 Mei 2026: Termahal Sentuh Rp 2,4 Juta

2026-05-30

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Prediksi Harga Emas, Bisa Capai Level Ini di 2030

Prediksi Harga Emas, Bisa Capai Level Ini di 2030

2026-05-30
0
Pelemahan Rupiah Gerus Margin Importir

Pelemahan Rupiah Gerus Margin Importir

2026-05-30
0
Australia Tuntut Raksasa Manufaktur AS Rp 24,9 Triliun, Ada Apa?

Australia Tuntut Raksasa Manufaktur AS Rp 24,9 Triliun, Ada Apa?

2026-05-30
0
Curhat Pedagang Hewan Kurban Minim Pembeli saat Idul Adha 2026

Curhat Pedagang Hewan Kurban Minim Pembeli saat Idul Adha 2026

2026-05-30
0
Satu Juta Tiket Kereta Api Terjual Saat Libur Panjang Idul Adha 2026

Satu Juta Tiket Kereta Api Terjual Saat Libur Panjang Idul Adha 2026

2026-05-30
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Kinerja Keuangan Tetap Kokoh, BRI Jaga Likuiditas dan Permodalan di Tengah Ketidakpastian Global

Kinerja Keuangan Tetap Kokoh, BRI Jaga Likuiditas dan Permodalan di Tengah Ketidakpastian Global

2026-05-30
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 29 Mei 2026: UBS Alami Penurunan Terbesar, Antam dan Galeri24?

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 29 Mei 2026: UBS Alami Penurunan Terbesar, Antam dan Galeri24?

2026-05-30

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.