wmhg.org – JAKARTA. Dua pakar kebijakan publik sekaligus ekonom menentang keras rencana pemerintah untuk mengalihkan dana subsidi Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg untuk pengembangan proyek Dimethyl Ether (DME) yang dihasilkan dari proses gasifikasi batubara.
Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin menyebut kebijakan ini sebaiknya perlu dihindari. Karena subsidi LPG 3 kg disasar untuk keluarga menengah kebawah, dan akan sangat berpengaruh pada daya beli masyarakat.
Saat ini daya beli masyarakat sedang rendah; jika berbagai subsidi dicabut, daya beli itu akan semakin terpuruk. Ini tidak adil bagi masyarakat, ungkap Samirin kepada Kontan, Minggu (14/12/2025).
Hal lain menurutnya, DME batubara adalah proyek mahal yang berisiko; secara finansial tidak feasible kecuali dengan subsidi yang besar dan harga batubara murah, harga jual akan jauh dibawah harga LPG.
Selanjutnya: Daging Sapi Lokal Baru Memasok 40% dari Kebutuhan Nasional
Menarik Dibaca: Dampak Bibit Siklon Tropis 93S Meluas, Cuaca Hujan Lebat di Jawa Bali Nusa Tenggara
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




:strip_icc()/kly-media-production/medias/6377629/original/006536800_1779252749-Rapat_DPR.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6451895/original/068053700_1779316601-perkuat-ekspor-pemerintah-guyur-lpei-rp-1-triliun.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5160378/original/069897800_1741795320-cacbe7cf-b221-491f-8ec9-d3ec31df7d43.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6387768/original/064593600_1779263008-IMG_4415.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4881569/original/094570800_1719967258-fotor-ai-2024070373820.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562645/original/032091900_1776835694-1000296203.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5453610/original/007869400_1766482737-1a2f8c2a-8c24-4682-9524-a65d9f0750e8.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6377603/original/049341500_1779252733-Prabowo_DPR_Paripurna.jpeg)