• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Jumat, Juli 31, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Menteri ESDM Bahlil Sebut Indonesia Bakal Dapat Pasokan LPG dan Minyak dari Rusia

    Menteri ESDM Bahlil Sebut Indonesia Bakal Dapat Pasokan LPG dan Minyak dari Rusia

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Menteri ESDM Bahlil Sebut Indonesia Bakal Dapat Pasokan LPG dan Minyak dari Rusia

    Menteri ESDM Bahlil Sebut Indonesia Bakal Dapat Pasokan LPG dan Minyak dari Rusia

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » ANALISIS KEUANGAN » Momen Nataru Akan Dongkrak Ekonomi, Namun Bersifat Sementara

Momen Nataru Akan Dongkrak Ekonomi, Namun Bersifat Sementara

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2025-12-27
0

Momen Nataru Akan Dongkrak Ekonomi, Namun Bersifat Sementara

wmhg.org – JAKARTA. Momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 dinilai tetap memberikan dorongan terhadap kinerja ekonomi nasional. Namun, kontribusi tersebut masih bersifat sementara dan belum cukup kuat untuk menjadi mesin pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menilai, dampak ekonomi dari periode Nataru paling terasa pada kuartal IV-2025, dengan efek lanjutan yang relatif terbatas hingga awal 2026.

“Momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 memang memberi dorongan yang cukup berarti terhadap kinerja ekonomi, terutama di kuartal IV 2025 dan sedikit spillover ke awal 2026, tetapi sifatnya tetap sementara,” ujarnya saat dihubungi Kontan, Jumat (26/12/2025).

Yusuf memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada akhir 2025 dapat berada di kisaran 5,0% secara tahunan (year on year/yoy). Kinerja tersebut terutama ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang meningkat selama periode libur panjang, mulai dari belanja ritel, lonjakan mobilitas masyarakat, hingga aktivitas pariwisata.

Ia menaksir, perputaran uang selama periode Nataru 2025–2026 dapat menembus Rp 100–110 triliun. Perputaran dana tersebut memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian melalui efek pengganda konsumsi (multiplier effect).

Meski demikian, Yusuf menegaskan bahwa kontribusi Nataru terhadap produk domestik bruto (PDB) secara kuartalan tetap terbatas. Berdasarkan pengalaman historis, tanpa dukungan investasi dan peningkatan produktivitas jangka panjang, lonjakan ekonomi musiman seperti Nataru hanya berfungsi sebagai pendorong sementara.

Dengan kata lain, peningkatan konsumsi yang bersifat temporer tersebut belum cukup untuk mengimbangi perlambatan pada komponen pertumbuhan ekonomi lainnya.

Selain itu, Yusuf juga mengingatkan adanya sejumlah risiko yang berpotensi menggerus dampak positif Nataru. Risiko eksternal seperti bencana alam, termasuk banjir di sejumlah wilayah, dinilai dapat memangkas manfaat ekonomi apabila tidak diantisipasi dengan respons kebijakan yang cepat dan terkoordinasi. Gangguan tersebut tidak hanya memengaruhi mobilitas masyarakat, tetapi juga dapat menghambat distribusi barang serta pasokan pangan.

Dari sisi sektoral, Yusuf menilai manfaat ekonomi Nataru 2025–2026 paling terasa pada sektor pariwisata, transportasi, ritel, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), seiring dengan mobilitas masyarakat yang diperkirakan mencapai hampir 120 juta orang.

Ekonomi digital juga diperkirakan mencatatkan kinerja positif, tercermin dari lonjakan transaksi non-tunai dan perdagangan elektronik (e-commerce). Diskon transportasi serta stimulus dari pemerintah turut memperkuat aktivitas ekonomi selama periode libur akhir tahun.

“Namun secara kritis, struktur dampaknya masih berat ke kelompok menengah atas dan wilayah tertentu. Sektor primer seperti pertanian justru relatif rentan karena cuaca ekstrem, yang berpotensi mengganggu pasokan dan menekan pendapatan petani,” imbuh Yusuf.

Pandangan tersebut sejalan dengan Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin. Ia memperkirakan, momentum Nataru dapat meningkatkan belanja atau konsumsi rumah tangga sebesar 4%–6%. Dampak tersebut terbagi hampir merata antara kuartal IV-2025 dan kuartal I-2026.

“Mengingat konsumsi rumah tangga mewakili 55% PDB, tentunya ini mendongkrak pertumbuhan ekonomi secara kuartalan,” ucap Wijayanto.

Menurutnya, sektor yang paling dominan mendorong aktivitas ekonomi selama Nataru meliputi transportasi, kuliner dan pariwisata, perhotelan, serta ritel. Meski begitu, Wijayanto menilai dampak ekonomi Nataru tahun ini berpotensi sedikit lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tetapi dengan data terbatas, saya perkirakan nataru kali ini sedikit lebih rendah dari tahun lalu,” katanya.

Kendati demikian, Wijayanto tidak melihat adanya potensi tekanan inflasi yang signifikan pada awal 2026. Hal ini disebabkan oleh kondisi daya beli masyarakat yang masih cenderung lemah.

Pandangan serupa disampaikan Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA), David Sumual. Ia mengamati bahwa tanda-tanda kenaikan inflasi belum terlihat, mengingat peningkatan permintaan belum signifikan. Di sisi lain, pasokan, terutama bahan pangan, juga dinilai relatif terjaga.

David mencatat, hingga pertengahan Desember 2025, pertumbuhan belanja masyarakat berada di kisaran 4%–5%, meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan posisi pada Oktober 2025.

Meski demikian, David menilai momentum Nataru 2025–2026 cenderung sedikit lebih kuat dibandingkan tahun sebelumnya dan masih sejalan dengan pola musiman akhir tahun. Hal ini terutama didukung oleh adanya pendapatan tambahan masyarakat, seperti tunjangan hari raya (THR), yang menopang konsumsi selama periode liburan.

Selanjutnya: Obligasi Korporasi Diproyeksi Tetap Ramai pada 2026, Ini Pendorongnya

Menarik Dibaca: Daftar Top Series 2025 Versi IMDb, Ada The White Lotus hingga Squid Game

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post

Tito Karnavian Tekankan Kreativitas dan Kemandirian Fiskal dalam RKAT Unsri 2026

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Rincian Jadwal Sidang Tahunan MPR, Sidang Bersama DPR – DPD 2024, dan Pembacaan Nota Keuangan 2025

Rincian Jadwal Sidang Tahunan MPR, Sidang Bersama DPR – DPD 2024, dan Pembacaan Nota Keuangan 2025

2024-08-16
Top 3: Pria Sidoarjo Gratis Isi BBM Pertamax Setahun Gara-Gara Aksi Heroik di SPBU

Top 3: Pria Sidoarjo Gratis Isi BBM Pertamax Setahun Gara-Gara Aksi Heroik di SPBU

2024-08-16
Hari Ini, Jokowi Sampaikan 2 Pidato Kenegaraan di Gedung DPR MPR

Hari Ini, Jokowi Sampaikan 2 Pidato Kenegaraan di Gedung DPR MPR

2024-08-16
SagaVolt: Menghubungkan Energi Hijau dengan Sistem Penyelesaian Transaksi yang Tepercaya

SagaVolt: Menghubungkan Energi Hijau dengan Sistem Penyelesaian Transaksi yang Tepercaya

2024-07-24
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Emas Hari Ini Anjlok 1% Terseret Penguatan Dolar AS

Harga Emas Hari Ini Anjlok 1% Terseret Penguatan Dolar AS

2026-07-31
Harga Emas Antam Hari Ini 29 Juli 2026 Turun Rp 12.000, Simak Rincian di Sini

Harga Emas Antam Hari Ini 29 Juli 2026 Turun Rp 12.000, Simak Rincian di Sini

2026-07-31
Harga Emas Pegadaian 29 Juli 2026: Galeri24 dan UBS Kompak Rp 2,5 Juta

Harga Emas Pegadaian 29 Juli 2026: Galeri24 dan UBS Kompak Rp 2,5 Juta

2026-07-31
Pergerakan Harga Emas 24 Karat dari Antam, Pegadaian, dan Hartadinata 29 Juli 2026

Pergerakan Harga Emas 24 Karat dari Antam, Pegadaian, dan Hartadinata 29 Juli 2026

2026-07-31

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Aplikasi Binance Hilang dari Google Play di Sejumlah Negara Uni Eropa

Aplikasi Binance Hilang dari Google Play di Sejumlah Negara Uni Eropa

2026-07-31
0
Harga Kripto 30 Juli 2026: Bitcoin, Ethereum hingga XRP Masih Tertekan

Harga Kripto 30 Juli 2026: Bitcoin, Ethereum hingga XRP Masih Tertekan

2026-07-31
0
Korea Selatan Terapkan Pajak Kripto Mulai 2027

Korea Selatan Terapkan Pajak Kripto Mulai 2027

2026-07-31
0
CEO Coinbase Brian Armstrong Desak Clarity Act Segera Disahkan

CEO Coinbase Brian Armstrong Desak Clarity Act Segera Disahkan

2026-07-31
0
Visa Andalkan Strategi Multi-Chain, Tak Mau Jagokan Satu Stablecoin

Visa Andalkan Strategi Multi-Chain, Tak Mau Jagokan Satu Stablecoin

2026-07-31
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Harga Emas Hari Ini Anjlok 1% Terseret Penguatan Dolar AS

Harga Emas Hari Ini Anjlok 1% Terseret Penguatan Dolar AS

2026-07-31
Harga Emas Antam Hari Ini 29 Juli 2026 Turun Rp 12.000, Simak Rincian di Sini

Harga Emas Antam Hari Ini 29 Juli 2026 Turun Rp 12.000, Simak Rincian di Sini

2026-07-31

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.