• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Kamis, Agustus 20, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Jasa Marga (JSMR) Catat Pendapatan Rp 5,1 Triliun di Kuartal I 2026

    Jasa Marga (JSMR) Catat Pendapatan Rp 5,1 Triliun di Kuartal I 2026

    Kinerja Solid, Kimia Farma (KAEF) Bukukan Laba Rp 123 Miliar di Kuartal I-2026

    Kinerja Solid, Kimia Farma (KAEF) Bukukan Laba Rp 123 Miliar di Kuartal I-2026

    Menakar Potensi & Kesiapan Pengusaha Substitusi LPG ke CNG, Harga Bisa Lebih Murah?

    Menakar Potensi & Kesiapan Pengusaha Substitusi LPG ke CNG, Harga Bisa Lebih Murah?

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Jasa Marga (JSMR) Catat Pendapatan Rp 5,1 Triliun di Kuartal I 2026

    Jasa Marga (JSMR) Catat Pendapatan Rp 5,1 Triliun di Kuartal I 2026

    Kinerja Solid, Kimia Farma (KAEF) Bukukan Laba Rp 123 Miliar di Kuartal I-2026

    Kinerja Solid, Kimia Farma (KAEF) Bukukan Laba Rp 123 Miliar di Kuartal I-2026

    Menakar Potensi & Kesiapan Pengusaha Substitusi LPG ke CNG, Harga Bisa Lebih Murah?

    Menakar Potensi & Kesiapan Pengusaha Substitusi LPG ke CNG, Harga Bisa Lebih Murah?

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » ANALISIS KEUANGAN » Menakar Potensi & Kesiapan Pengusaha Substitusi LPG ke CNG, Harga Bisa Lebih Murah?

Menakar Potensi & Kesiapan Pengusaha Substitusi LPG ke CNG, Harga Bisa Lebih Murah?

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2026-04-29
0

Menakar Potensi & Kesiapan Pengusaha Substitusi LPG ke CNG, Harga Bisa Lebih Murah?

wmhg.org – JAKARTA. Pemerintah berupaya mengurangi ketergantungan terhadap impor Liquefied Petroleum Gas (LPG). Salah satunya dengan mengkaji pemanfaatan gas alam terkompresi atau Compressed Natural Gas (CNG). 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan gambaran bahwa konsumsi LPG nasional saat ini mencapai 8,6 juta ton per tahun. Dari angka tersebut, produksi dalam negeri hanya mencapai 1,6 juta – 1,7 juta ton. Artinya, impor tahunan LPG mencapai sekitar 7 juta ton.

Bahlil menyatakan bahwa pemerintah ingin mengoptimalisasi penggunaan gas domestik untuk mengurangi ketergantungan impor. Adapun, bahan baku CNG dapat dipenuhi dari industri dalam negeri, yakni dari gas cair C1 dan C2 yang kemudian dipadatkan (compress) hingga mencapai tekanan tertentu. 

Saat ini Kementerian ESDM mencatat ada 57 Badan Usaha Niaga yang bergerak di bidang CNG.

Sekarang masih dalam pembahasan, saya harus finalisasi. Ini salah satu alternatif terbaik untuk kita mendorong agar kemandirian energi bisa kita lakukan, kata Bahlil usai Rapat Terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta pada Senin (27/4/2026).

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Liquid & Compressed Naturan Gas Indonesia (APLCNGI) Dian Kuncoro menyampaikan bahwa pelaku usaha menyambut baik rencana tersebut. Menurut Dian, CNG bisa menjadi alternatif yang paling kompetitif dan realistis sebagai substitusi LPG.

Dia menggambarkan, saat ini volume produksi dan konsumsi CNG nasional berada pada kisaran 40 – 50 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD). Jika dikonversi secara tahunan, total pemanfaatan CNG nasional mencapai sekitar 14.600 – 18.250 BBTU per tahun.

Pemasaran CNG saat ini lebih banyak berfokus pada segmen non-pipeline, yaitu konsumen yang membutuhkan gas bumi tetapi lokasinya belum terjangkau oleh jaringan pipa distribusi gas permanen.

Segmen pasarnya menyasar sektor industri, komersial (restoran, caffe, laundry), transportasi hingga rumah tangga dengan model klasterisasi pipa gas.

Penyebaran penggunaan CNG sangat bergantung pada keberadaan pipa gas utama sebagai sumber mother station dan konsentrasi kawasan industri. Saat ini, penggunaan CNG masih terpusat di Pulau Jawa dan sebagian kecil Sumatra, ungkap Dian saat dihubungi oleh Kontan.co.id, Selasa (28/4/2026).

Soal harga, Dian menggambarkan, rata-rata harga jual CNG untuk segmen industri mencapai sekitar Rp 8.000 – Rp 10.000 per meter kubik (m³).

Sedangkan untuk segmen komersial sekitar Rp 11.000 – Rp 15.000 per m³. Rentang harga CNG tergantung dari volume dan jarak. Sementara harga CNG untuk transportasi dibanderol sebesar Rp 4.500 per liter setara pertalite (lsp).

Dengan asumsi harga tersebut, rata-rata harga CNG bisa lebih murah sekitar 10% – 30% dibandingkan LPG. Hanya saja, pengembangan CNG masih terkendala kesenjangan infrastruktur pipa gas, jumlah mother station, serta infrastruktur penyaluran.

Infrastruktur, Regulasi dan Keekonomian

Di samping untuk keperluan segmen industri, komersial dan transportasi, CNG juga bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Dian menilai untuk segmen rumah tangga, CNG lebih rasional didistribusikan melalui jaringan pipa gas (jargas).

Jika tidak ada pipa, CNG tetap bisa menjadi solusi antara, namun kendala berat tabung dan biaya logistik akan menjadi hambatan utama dalam persaingan harga dengan LPG, ujar Dian.

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi, Mineral dan Batubara Indonesia (Aspebindo) Anggawira menyoroti soal tantangan harga dan keekonomian. Pasalnya, saat ini LPG masih mendapatkan subsidi sehingga harga di pasar lebih kompetitif dibandingkan dengan energi berbasis gas lain seperti CNG dan Liquefied Natural Gas (LNG).

Di sisi lain, Anggawira menekankan perlunya reformasi perizinan. Selain itu, Aspebindo mendorong penerapan multi-tier licensing agar lebih banyak pelaku usaha yang dapat terlibat dengan skema tier 1 untuk aggregator, tier 2 sebagai distributor dan tier 3 sebagai operator lokal.

“Kalau tidak ada intervensi kebijakan, substitusi tidak akan terjadi secara natural oleh pasar. Ini realitas yang harus kita hadapi. Perlu juga membuka ruang bagi swasta. Kalau terlalu rigid, ekosistem tidak akan tumbuh,” kata Anggawira.

Menurut Anggawira, perluasan pemanfaatan CNG maupun LNG untuk substitusi LPG adalah langkah yang realistis, tapi masih segmentatif. Penggunaan CNG akan cocok untuk segmen pasar transportasi, Industri Kecil dan Menengah (IKM) serta kawasan yang dekat dengan jaringan pipa. 

Aspebindo melihat substitusi LPG dengan CNG dan LNG memungkinkan, bahkan sudah mulai berjalan di lapangan. Namun keberhasilannya sangat ditentukan oleh keberanian pemerintah dalam memberikan insentif, membuka fleksibilitas pasokan, dan mereformasi perizinan, tegas Anggawira.

Keterlibatan Badan Usaha

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menyatakan siap untuk mendukung kajian Pemerintah dalam merumuskan model implementasi CNG yang tepat sasaran, ekonomis, dan berkelanjutan. Termasuk sinkronisasi dengan kebijakan harga, infrastruktur, serta tata niaga.

Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman menjelaskan saat ini bisnis CNG merupakan bagian dari portofolio produk beyond pipeline PGN yang dijalankan oleh anak perusahaan PT Gagas Energi Indonesia (Gagas) sejak tahun 2012.

Gagas telah menyalurkan CNG dengan volume sekitar 15 BBTUD atau setara 123.000 metric ton LPG per tahun.

CNG menjangkau sejumlah wilayah seperti Surabaya, Banten, Jakarta, Bogor, Bekasi, Karawang, Lampung, Bandung, Batam, Semarang, Yogyakarta, Sidoarjo dan Medan dengan perluasan bertahap sesuai potensi pasar. Saat ini, PGN memiliki infrastruktur CNG berupa 14 mother station atau Stasiun Pengisian Bahan bakar Gas (SPBG) dan empat Mobile Refuelling Unit (MRU).

Dari sisi harga, CNG memiliki potensi kompetitif. Namun implementasinya tetap perlu dilihat secara komprehensif mempertimbangkan kebijakan subsidi, distribusi, dan segmentasi pasar yang ditetapkan Pemerintah, kata Fajriyah kepada Kontan.co.id, Selasa (28/4/2026).

Pengusaha swasta pun tak mau ketinggalan untuk berpartisipasi dalam optimalisasi CNG.

Direktur Utama PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS) Andika Purwonugroho menyatakan bahwa dari sisi harga, CNG menawarkan nilai yang cukup kompetitif dibandingkan dengan LPG. Apalagi jika dilihat dalam konteks penggunaan jangka menengah hingga panjang.

Selain itu, pemanfaatan CNG memberikan nilai tambah dari sisi keberlanjutan, karena menghasilkan emisi yang lebih rendah dibandingkan LPG. Menurut Andika, hal ini menjadi pertimbangan penting bagi pelaku usaha yang mulai mengedepankan aspek efisiensi sekaligus kepatuhan terhadap standar lingkungan.

Saat ini, CGAS melayani segmen pelanggan yang cukup beragam. Mulai dari industri skala besar hingga sektor ritel yang lebih kecil, termasuk segmen hotel, restoran, dan kafe. CGAS mengoperasikan jaringan CNG Station (CNGS) yang tersebar di beberapa titik utama. Antara lain Palembang, Cikarang, Majalengka, Grobogan, Sidoarjo, dan Gresik. 

Ke depan, CGAS telah menyiapkan rencana pengembangan jaringan distribusi yang difokuskan pada wilayah Jawa bagian selatan. Terutama pada kota-kota sekunder yang memiliki potensi permintaan gas alam yang signifikan namun belum terjangkau oleh jaringan pipa. 

CGAS berada dalam posisi yang siap untuk berkontribusi aktif. Ke depan, kami optimistis CGAS dapat berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperluas pemanfaatan CNG, tandas Andika. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Bernstein Prediksi Harga Bitcoin Lanjutkan Kenaikan, Ini Sentimennya

Bernstein Prediksi Harga Bitcoin Lanjutkan Kenaikan, Ini Sentimennya

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Pahami Bedanya Susut Emas, Potongan, dan Ongkos Pembuatan dalam Transaksi Emas

Pahami Bedanya Susut Emas, Potongan, dan Ongkos Pembuatan dalam Transaksi Emas

2025-09-04
Cara BUMN Asuransi Dorong Inklusi Pendidikan Anak Usia Dini

Cara BUMN Asuransi Dorong Inklusi Pendidikan Anak Usia Dini

2025-01-19
Ada Koperasi Desa Merah Putih di Gunung, Menko Pangan Bakal Ditertibkan

Ada Koperasi Desa Merah Putih di Gunung, Menko Pangan Bakal Ditertibkan

2026-08-15
PNM Dorong Perempuan Pengusaha Ultra Mikro Naik Kelas

PNM Dorong Perempuan Pengusaha Ultra Mikro Naik Kelas

2026-08-18
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Emas Dunia Tembus US$ 4.400, Pelemahan Dolar AS Jadi Pendorong

Harga Emas Dunia Tembus US$ 4.400, Pelemahan Dolar AS Jadi Pendorong

2026-08-19
Rincian Harga Emas Perhiasan 18 Agustus 2026

Rincian Harga Emas Perhiasan 18 Agustus 2026

2026-08-19
Harga Emas Antam Naik Rp 18.000 Hari Ini, Cek Rincian Lengkapnya

Harga Emas Antam Naik Rp 18.000 Hari Ini, Cek Rincian Lengkapnya

2026-08-19
Harga Emas Pegadaian 18 Agustus 2026: Antam dan Galeri24 Turun

Harga Emas Pegadaian 18 Agustus 2026: Antam dan Galeri24 Turun

2026-08-19

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Investor Top Ragukan Bitcoin, Sebut Emas Lebih Mudah Digunakan

Investor Top Ragukan Bitcoin, Sebut Emas Lebih Mudah Digunakan

2026-08-19
0
Harga Kripto 18 Agustus 2026: Bitcoin Tembus US$ 64.400 dan Ethereum US$ 1.900

Harga Kripto 18 Agustus 2026: Bitcoin Tembus US$ 64.400 dan Ethereum US$ 1.900

2026-08-19
0
Investor Kripto Eropa Dibayangi Penipuan Ketika Migrasi ke Platform Berizin MiCA

Investor Kripto Eropa Dibayangi Penipuan Ketika Migrasi ke Platform Berizin MiCA

2026-08-19
0
Harga Pepe Coin di Titik Kritis, Sinyal Akumulasi Mulai Muncul

Harga Pepe Coin di Titik Kritis, Sinyal Akumulasi Mulai Muncul

2026-08-19
0
Bitmine Menambah 9.926 Ethereum, Total Kepemilikan Jadi 5,8 Juta ETH

Bitmine Menambah 9.926 Ethereum, Total Kepemilikan Jadi 5,8 Juta ETH

2026-08-19
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Harga Emas Dunia Tembus US$ 4.400, Pelemahan Dolar AS Jadi Pendorong

Harga Emas Dunia Tembus US$ 4.400, Pelemahan Dolar AS Jadi Pendorong

2026-08-19
Rincian Harga Emas Perhiasan 18 Agustus 2026

Rincian Harga Emas Perhiasan 18 Agustus 2026

2026-08-19

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.