• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Senin, September 21, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Potensi Biomassa RI Melimpah, Investasi Energi Hijau Masih Bergerak Lambat

    Potensi Biomassa RI Melimpah, Investasi Energi Hijau Masih Bergerak Lambat

    Pemerintah Bertemu Petani Kelapa Sawit, Bahas Kekhawatiran Penurunan Harga

    Pemerintah Bertemu Petani Kelapa Sawit, Bahas Kekhawatiran Penurunan Harga

    Summarecon Bandung Ubah Gedebage Jadi Kota Terpadu Modern Selama 11 Tahun

    Summarecon Bandung Ubah Gedebage Jadi Kota Terpadu Modern Selama 11 Tahun

    Investor Masih Minati Indonesia, HKI Minta Kepastian dan Kecepatan Perizinan

    Investor Masih Minati Indonesia, HKI Minta Kepastian dan Kecepatan Perizinan

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Potensi Biomassa RI Melimpah, Investasi Energi Hijau Masih Bergerak Lambat

    Potensi Biomassa RI Melimpah, Investasi Energi Hijau Masih Bergerak Lambat

    Pemerintah Bertemu Petani Kelapa Sawit, Bahas Kekhawatiran Penurunan Harga

    Pemerintah Bertemu Petani Kelapa Sawit, Bahas Kekhawatiran Penurunan Harga

    Summarecon Bandung Ubah Gedebage Jadi Kota Terpadu Modern Selama 11 Tahun

    Summarecon Bandung Ubah Gedebage Jadi Kota Terpadu Modern Selama 11 Tahun

    Investor Masih Minati Indonesia, HKI Minta Kepastian dan Kecepatan Perizinan

    Investor Masih Minati Indonesia, HKI Minta Kepastian dan Kecepatan Perizinan

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » ANALISIS KEUANGAN » KPPOD Minta Pemangkasan TKD Dipertimbangkan Kembali, Pembangunan Daerah Terancam

KPPOD Minta Pemangkasan TKD Dipertimbangkan Kembali, Pembangunan Daerah Terancam

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2025-09-05
0

KPPOD Minta Pemangkasan TKD Dipertimbangkan Kembali, Pembangunan Daerah Terancam

wmhg.org – JAKARTA. Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) menilai tak ada alternatif yang bisa secara maksimal mengatasi risiko dari pemangkasan transfer ke daerah (TKD). 

Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPBN) 2026, pemerintah menetapkan jumlah TKD sebesar Rp 650 triliun, turun 24,7% dari outlook TKD 2025. 

Terkait itu, Direktur Eksekutif KPPOD Herman N. Suparman secara khusus menyoroti soal penurunan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk kegiatan fisik dari Rp 36 triliun menjadi Rp 5 triliun. Pasalnya, dana ini digunakan daerah untuk pembangunan infrastruktur. 

“Selama semester I-2025 saja daerah cukup kesulitan untuk pembangunan infrastruktur, mulai dari pembangunan jalan, irigasi, sanitasi, juga air minum. Karena DAK fisik saat ini juga sudah dipangkas jadi sekitar Rp 18 triliun akibat efisiensi,” ungkap Herman kepada Kontan, Kamis (4/9/2025). 

Berdasarkan informasi yang diterima Kontan, saat ini sedang ada pertimbangan penggunaan skema penerbitan instruksi presiden (Inpres) untuk anggaran pembangunan daerah. Inpres ini bakal diterbitkan setelah pemerintah daerah (Pemda) mengirimkan proposal pembangunan langsung ke pemerintah pusat. 

Herman mengonfirmasi rencana itu. Namun, ia bilang skema ini tak serta-merta menjadi solusi, sebab tak memberikan kepastian mengingat kontrolnya berada di pemerintah pusat. Dus, peluang tembusnya sangat bergantung pada prioritas pemerintah pusat. 

Ia membeberkan sudah ada sejumlah daerah yang mendapat program pembangunan infrastruktur melalui Inpres yang diterbitkan pada tahun 2024, tetapi hingga saat ini realisasinya masih nihil. “Sampai bulan September ini belum juga sekalipun dijalankan,” kata Herman. 

Selain itu, skema ini tak menjamin penerimaan yang merata. Herman menjelaskan, melalui skema DAK fisik selama ini, Pemda sebagai pihak yang paling dekat dengan pembangunan bakal menyalurkan dana sesuai prioritas. Jika kini penyaluran dilakukan pemerintah pusat, ada risiko penyalurannya tak tepat sasaran sesuai tingkat urgensi atau kebutuhan. 

Permasalahan selanjutnya dari skema ini adalah soal akuntabilitas dan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. 

Melalui skema Inpres ini, Herman bilang proses pengadaan barang dan jasa bakal dilakukan dari pemerintah pusat. Dalam hal ini, ada risiko tertentu dalam proses pengiriman dari pusat ke daerah. “Siapa yang menjamin akuntabilitas ketika rentang kendalinya jauh sekali dari Jakarta ke daerah-daerah?” sebutnya. 

Pun, pengadaan barang dan jasa dari pusat kontradiktif dengan cita-cita DAK fisik untuk menumbuhkan ekonomi daerah. Herman menyebut ini menjadi efek bola salju yang mengancam kondisi fiskal daerah dan berisiko mendorong Pemda menaikkan pajak demi menambal pemasukan, seperti yang sempat terjadi di Pati dan berbagai daerah lain. 

Pendanaan Alternatif Sulit Dilakukan

Herman bilang memang sudah ada sejumlah skema pendanaan alternatif yang disiapkan untuk mengatasi polemik ini, sebut saja upaya optimalisasi BUMD atau pendanaan hijau melalui carbon trading. Namun, semua itu dinilai sulit memberikan dampak tahun depan, ketika pemangkasan TKD sudah berlaku. 

Menurutnya yang paling realistis dilakukan untuk tahun depan adalah pinjaman. Namun, pinjaman juga menyimpan risiko tersendiri jika kemampuan membayar daerah lemah di tengah kondisi fiskal yang rentan. 

Opsi lainnya adalah retribusi dari pajak daerah. Namun, ia menekankan perlu ada pembenahan pada sistem penagihan untuk memastikan pemungutannya tepat sasaran. 

“Selama ini seringkali kami lihat database dan manajemen data tidak rapi, sehingga ada yang potensinya (pajak) besar, menguap begitu saja. Perlu ada reformasi ke sistem digital,” jelas Herman. 

Kendati begitu, Herman bilang ekspektasi utamanya tetap pemerintah mempertimbangkan ulang pemangkasan TKD. “Karena itu bisa berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, yang pada gilirannya merembet ke masalah-masalah lain termasuk sosial,” pungkasnya. 

Selanjutnya: Sustainalytics Nobatkan Bank Mandiri Peringkat ESG Risk Rating Tertinggi ASEAN

Menarik Dibaca: Queen Mantis dan 5 Drakor Kriminal Pembunuh Sadis Penuh Misteri Menegangkan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post

Heboh, Kalimat Semoga Prabowo Cepat Meninggal Terdengar di Siaran TV Korea

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Telkom Ajak Perguruan Tinggi Perkuat Ketahanan Siber dan AI lewat Kolaborasi Pentahelix

Telkom Ajak Perguruan Tinggi Perkuat Ketahanan Siber dan AI lewat Kolaborasi Pentahelix

2026-09-21
Suahasil Nazara Siapkan Kanal Aduan Pengganti \’Lapor Pak Purbaya\’

Suahasil Nazara Siapkan Kanal Aduan Pengganti \’Lapor Pak Purbaya\’

2026-09-19
Menteri UMKM Ungkap Alasan Perpres Ojol Belum Terbit

Menteri UMKM Ungkap Alasan Perpres Ojol Belum Terbit

2026-09-21
Top 3: Dulu Jual Kain Sisa Tentara, Kini Punya Harta Rp 62 Triliun

Top 3: Dulu Jual Kain Sisa Tentara, Kini Punya Harta Rp 62 Triliun

2026-09-21
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Simak Harga Emas Perhiasan Hari Ini 19 September 2026

Simak Harga Emas Perhiasan Hari Ini 19 September 2026

2026-09-21
Harga Emas 24 Karat 19 September 2026 di Antam, Pegadaian, hingga Hartadinata

Harga Emas 24 Karat 19 September 2026 di Antam, Pegadaian, hingga Hartadinata

2026-09-21
Harga Emas Antam Sepekan: Sempat Anjlok, Tiba-Tiba Meroket

Harga Emas Antam Sepekan: Sempat Anjlok, Tiba-Tiba Meroket

2026-09-21
Harga Emas Antam Minggu 20 September 2026, Termurah Rp 1,36 Juta

Harga Emas Antam Minggu 20 September 2026, Termurah Rp 1,36 Juta

2026-09-21

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Perusahaan Pembayaran Stablecoin Ini Kantongi Dana Segar Rp 445,32 Juta

Perusahaan Pembayaran Stablecoin Ini Kantongi Dana Segar Rp 445,32 Juta

2026-09-21
0
The Fed Naikkan Suku Bunga, Begini Dampaknya ke Harga Bitcoin

The Fed Naikkan Suku Bunga, Begini Dampaknya ke Harga Bitcoin

2026-09-21
0
Hacker Korea Utara Bobol 7.000 Dompet Kripto, Modusnya Lowongan Kerja Palsu

Hacker Korea Utara Bobol 7.000 Dompet Kripto, Modusnya Lowongan Kerja Palsu

2026-09-21
0
Pelaku Pasar Optimistis terhadap Bitcoin Meski RUU Kripto Terganjal di Senat AS

Pelaku Pasar Optimistis terhadap Bitcoin Meski RUU Kripto Terganjal di Senat AS

2026-09-21
0
S&P Global Beli OpenZeppelin, Perusahaan di Balik Keamanan Aset Kripto

S&P Global Beli OpenZeppelin, Perusahaan di Balik Keamanan Aset Kripto

2026-09-21
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Simak Harga Emas Perhiasan Hari Ini 19 September 2026

Simak Harga Emas Perhiasan Hari Ini 19 September 2026

2026-09-21
Harga Emas 24 Karat 19 September 2026 di Antam, Pegadaian, hingga Hartadinata

Harga Emas 24 Karat 19 September 2026 di Antam, Pegadaian, hingga Hartadinata

2026-09-21

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.