• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Sabtu, Agustus 29, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    APAMSI: Panel Surya Lokal Baru Kuasai Kurang dari 13% Pasar PLTS Nasional

    APAMSI: Panel Surya Lokal Baru Kuasai Kurang dari 13% Pasar PLTS Nasional

    Tarif Tinggi AS Tekan Industri Panel Surya RI, Ekspor ke Paman Sam Anjlok

    Tarif Tinggi AS Tekan Industri Panel Surya RI, Ekspor ke Paman Sam Anjlok

    Anabatic Bidik CAGR 10% hingga 2030, Irfan Setiaputra Jadi Presiden Komisaris Baru

    Anabatic Bidik CAGR 10% hingga 2030, Irfan Setiaputra Jadi Presiden Komisaris Baru

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    APAMSI: Panel Surya Lokal Baru Kuasai Kurang dari 13% Pasar PLTS Nasional

    APAMSI: Panel Surya Lokal Baru Kuasai Kurang dari 13% Pasar PLTS Nasional

    Tarif Tinggi AS Tekan Industri Panel Surya RI, Ekspor ke Paman Sam Anjlok

    Tarif Tinggi AS Tekan Industri Panel Surya RI, Ekspor ke Paman Sam Anjlok

    Anabatic Bidik CAGR 10% hingga 2030, Irfan Setiaputra Jadi Presiden Komisaris Baru

    Anabatic Bidik CAGR 10% hingga 2030, Irfan Setiaputra Jadi Presiden Komisaris Baru

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » ANALISIS KEUANGAN » IISIA Ungkap Prospek Industri Baja di Tengah BMAD China dan Tarif Resiprokal AS

IISIA Ungkap Prospek Industri Baja di Tengah BMAD China dan Tarif Resiprokal AS

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2025-07-14
0

IISIA Ungkap Prospek Industri Baja di Tengah BMAD China dan Tarif Resiprokal AS

wmhg.org – JAKARTA. Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) mengungkap outlook industri baja pada semester II-2025. Prospek industri baja Indonesia dibayangi efek dari kebijakan pemerintah China dan Amerika Serikat (AS).

Pelaku industri mencermati dampak perpanjangan Bea Masuk Anti-Dumping (BMAD) pada impor sejumlah produk baja nirkarat (stainless steel), serta kebijakan tarif resiprokal untuk produk yang masuk ke AS.

Ketua Umum IISIA, M. Akbar Djohan memperkirakan, perpanjangan BMAD akan berpengaruh pada penurunan daya saing ekspor produk stainless steel (SS) asal Indonesia.

Akbar bilang, produk yang dikenai BMAD adalah semi finished billet SS dan Hot Rolled Coil (HRC) SS. Kedua produk ini masing-masing menempati peringkat ketiga dan keempat setelah ferro alloy dan Cold Rolled Coil (CRC) SS.

Sebagai gambaran, volume ekspor billet SS dari Indonesia ke China pada tahun 2024 mencapai 343.000 ton atau setara dengan US$ 522 juta. Sedangkan volume ekspor HRC SS dari Indonesia ke China tercatat sebanyak 219.000 ton atau US$ 387 juta pada tahun 2024.

Secara keseluruhan, China merupakan pasar terbesar untuk ekspor produk baja Indonesia di awal tahun ini. Hingga kuartal I-2025, total ekspor mencapai 5,47 juta ton. Porsi ekspor ke China mencapai 3,1 juta ton atau setara dengan 56,5% dari total ekspor.

Disusul ekspor ke Taiwan sebanyak 382.000 ton (6,9%), Vietnam sebesar 294.000 ton (5,4%), Italia sebanyak 228.000 ton (4,2%) dan India sebesar 220.000 ton (4%). Sementara itu, ekspor ke pasar AS menempati peringkat ke-11 dengan total ekspor 76.000 ton atau hanya 0,7% dari total volume ekspor per kuartal I-2025. 

Adapun, produk baja yang diekspor antara lain semi finished slab, baja lapis seng, baja lapis aluminium seng, dan baja lapis warna. Akbar menyoroti, meski ekspor produk baja Indonesia ke AS relatif kecil, tapi pelaku industri mewaspadai dampak dari pengenaan tarif resiprokal oleh Presiden Donald Trump.

Kebijakan tarif ini akan menutup sebagian akses pasar bagi eksportir baja, termasuk anggota blok ekonomi BRICS. Dengan begitu, produk baja dari negara-negara tersebut berpotensi kehilangan daya saing harga di pasar AS, sehingga memaksa eksportir mencari pasar alternatif, termasuk Indonesia.

Dus, prospek industri baja pada semester II-2025 akan dibayangi oleh dua faktor utama. Pertama, meningkatnya hambatan perdagangan (trade remedies) yang berdampak pada daya saing produk baja di pasar ekspor. Kedua, potensi meningkatnya impor produk baja yang menyebabkan persaingan harga tidak sehat dan mengancam industri baja nasional.

Meski demikian, terdapat peluang yang dapat dimanfaatkan. Antara lain melalui diversifikasi pasar ekspor ke negara-negara non-tradisional guna mengurangi ketergantungan pada pasar yang mulai memberlakukan hambatan perdagangan, ujar Akbar kepada Kontan.co.id, Minggu (13/7).

Menghadapi tantangan ini, IISIA mengusung dua strategi. Pertama, mendorong pelaku industri untuk memperkuat penjualan di dalam negeri, sekaligus mendorong industri hilir agar lebih banyak menggunakan produk baja nasional sebagai bahan baku, dengan target substitusi impor minimal 20%–50%.

Langkah ini penting untuk menjaga stabilitas permintaan di pasar domestik dan mengurangi ketergantungan pada produk impor, ungkap Akbar yang juga merupakan Ketua Umum Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI).

Kedua, strategi diversifikasi pasar ekspor guna mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional, serta membuka peluang ke negara-negara non-tradisional yang memiliki potensi pertumbuhan permintaan.

Untuk diversifikasi pasar ekspor, IISIA mencatat perlu adanya dukungan dari pemerintah dalam bentuk fasilitasi akses pasar, tandas Akbar.

Selanjutnya: Promo HokBen untuk Pengguna by.U, Dapatkan Gratis Hoka Delight di Bulan Juli 2025

Menarik Dibaca: Bentuk Ekosistem Perbankan, Bank Muamalat Gandeng Jaringan Sekolah Islam Terpadu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Pemerintah Siapkan kebijakan Pembatasan Bansos Maksimal Hanya Lima Tahun

Pemerintah Siapkan kebijakan Pembatasan Bansos Maksimal Hanya Lima Tahun

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Pos Properti Optimalkan Aset Perluas SPKLU iGreen+

Pos Properti Optimalkan Aset Perluas SPKLU iGreen+

2026-08-26
Profil PT Volex, Perusahaan Manufaktur Kabel dan Konektor Terafiliasi Rothschild

Profil PT Volex, Perusahaan Manufaktur Kabel dan Konektor Terafiliasi Rothschild

2024-08-06
Aida S Budiman Bawa 8 Program Buat Jadi Deputi Gubernur Senior BI

Aida S Budiman Bawa 8 Program Buat Jadi Deputi Gubernur Senior BI

2026-08-27
Komoditas Strategis di Bursa Baru Belum Diputuskan, Mendag: Tunggu OJK

Komoditas Strategis di Bursa Baru Belum Diputuskan, Mendag: Tunggu OJK

2026-08-28
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Emas Hari Ini Melesat Tersengat Permintaan ETF hingga Bank Sentral

Harga Emas Hari Ini Melesat Tersengat Permintaan ETF hingga Bank Sentral

2026-08-29
Harga Emas Antam Hari Ini 28 Agustus 2026 Turun Rp 5.000, Cek Rincian di Sini

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Agustus 2026 Turun Rp 5.000, Cek Rincian di Sini

2026-08-29
Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 28 Agustus 2026

Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 28 Agustus 2026

2026-08-29
Harga Emas 24 Karat Terbaru di Antam, Pegadaian, dan Hartadinata

Harga Emas 24 Karat Terbaru di Antam, Pegadaian, dan Hartadinata

2026-08-29

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Pendiri Binance Prediksi Harga Bitcoin Tembus US$ 1 Juta, Kapan Terjadi?

Pendiri Binance Prediksi Harga Bitcoin Tembus US$ 1 Juta, Kapan Terjadi?

2026-08-29
0
Harga Kripto 28 Agustus 2026: Bitcoin Melesat, Solana Memimpin Kenaikan

Harga Kripto 28 Agustus 2026: Bitcoin Melesat, Solana Memimpin Kenaikan

2026-08-29
0
Arthur Hayes: Bitcoin Masuki Bull Market, Likuiditas Dolar AS Jadi Katalis

Arthur Hayes: Bitcoin Masuki Bull Market, Likuiditas Dolar AS Jadi Katalis

2026-08-29
0
Perusahaan Kustodian Kripto BitGo Bakal Akuisisi NYDIG

Perusahaan Kustodian Kripto BitGo Bakal Akuisisi NYDIG

2026-08-29
0
Transaksi Kripto Tembus Rp 20,52 Triliun di Indonesia

Transaksi Kripto Tembus Rp 20,52 Triliun di Indonesia

2026-08-29
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Harga Emas Hari Ini Melesat Tersengat Permintaan ETF hingga Bank Sentral

Harga Emas Hari Ini Melesat Tersengat Permintaan ETF hingga Bank Sentral

2026-08-29
Harga Emas Antam Hari Ini 28 Agustus 2026 Turun Rp 5.000, Cek Rincian di Sini

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Agustus 2026 Turun Rp 5.000, Cek Rincian di Sini

2026-08-29

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.