• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Rabu, Mei 13, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » ANALISIS KEUANGAN » Harga Minyak Meroket Imbas Perang Iran vs AS, BBM Non Subsidi Berpotensi Naik

Harga Minyak Meroket Imbas Perang Iran vs AS, BBM Non Subsidi Berpotensi Naik

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2026-03-04
0

Harga Minyak Meroket Imbas Perang Iran vs AS, BBM Non Subsidi Berpotensi Naik

wmhg.org – JAKARTA. Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam negeri khususnya jenis BBM subsidi dipastikan tidak akan mengalami kenaikan meski terdapat kenaikan harga minyak mentah (crude oil) imbas dari konflik timur tengah antara Iran versus Amerika (AS)-Israel.

Untuk diketahui, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite tidak naik. Meskipun harga minyak dunia meroket imbas perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.

Kalau harga BBM yang subsidi, yang bensin Pertalite, itu mau (harga minyak dunia) naik berapa pun, tetap harganya sama sebelum ada perubahan dari pemerintah, ujar Bahlil dalam Konferensi Pers Perkembangan Terkini Timur Tengah dan Implikasi Terhadap Sektor ESDM, yang digelar di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (03/03/2026).

Sedangkan, untuk bahan bakar minyak nonsubsidi seperti Pertamax, disebut akan mengalami penyesuaian harga. Sebab, Pertamax merupakan harga BBM yang mengikuti fluktuasi harga minyak mentah dunia.

Analis Pasar Modal dari Traderindo, Wahyu Laksono mengatakan meski pemerintah secara resmi menyatakan tidak ada rencana menaikkan harga BBM bersubsidi (Pertalite dan Solar) dalam waktu dekat. Namun, ada beberapa catatan penting yang harus dipastikan terhadap potensi kenaikan BBM non subsidi.

“Harga jenis ini sangat berpotensi naik setiap bulannya karena mengikuti mekanisme pasar. Jika harga Brent bertahan di atas US$85-90, kenaikan harga di SPBU hampir bisa dipastikan terjadi pada awal bulan depan,” ungkap Wahyu kepada Kontan, Rabu (04/03/2026)

Adapun, khusus BBM subsidi, menurutnya jika harga ICP (Indonesian Crude Price) atau harga patokan atau rata-rata harga minyak mentah Indonesia yang ditetapkan oleh Menteri ESDM melesat hingga US$100 dan bertahan lebih dari satu kuartal, terdapat opsi kenaikan harga.

“Jadi kalau keadaannya seperti itu ada opsi kenaikan harga atau pembatasan ketat (seperti revisi Perpres 191/2014) biasanya mulai masuk ke meja sidang kabinet untuk menyelamatkan APBN,” tambah dia.

BBM Subsidi Tidak Naik, Beban APBN Makin Berat

Lebih lanjut, Wahyu bilang pemerintah memilih untuk menahan harga BBM di tengah lonjakan harga dunia, maka beban beralih sepenuhnya ke ‘kantong’ negara.

 Dari sisi beban fiskal, setiap kenaikan US$1 pada ICP di atas asumsi, potensi tambahan beban subsidi dan kompensasi energi bisa mencapai Rp6 triliun – Rp7 triliun. Dengan asumsi APBN 2026 mematok ICP di kisaran US$70 – US$80, maka kenaikan ke level US$95 saja bisa menambah beban belanja hingga Rp100 triliun lebih.

“Idealnya, harga minyak yang aman bagi postur APBN 2026 adalah di kisaran US$75- US$82 per barel. Di level ini, penerimaan negara dari sektor migas masih bisa menyeimbangkan pengeluaran subsidi tanpa perlu menambah utang secara drastis atau memotong anggaran pembangunan lainnya,” jelasnya.

Dalam keadaan ini, terdapat tiga sekenario pasar terhadap proyeksi harga Brent dan ICP serta dampaknya pada beban APBN:

1. Eskalasi Terbatas (Gangguan kecil) – harga minyak diangka US$80–US$85, angka ini masih di batas atas asumsi APBN:

2. Konflik Meluas (Serangan ke fasilitas migas) – harga minyak diangka US$90–US$100, angka sudah melampaui asumsi APBN;

3. Skenario Terburuk (Blokade Selat Hormuz) – harga minyak diatas US$ 120, terdapat krisis energi global; ICP akan mengekor naik tajam. 

“Biasanya, ICP Indonesia bergerak beriringan dengan Brent, namun dengan diskon atau premi tertentu tergantung kualitas dan permintaan pasar regional. Jika Brent menyentuh US$100, ICP kemungkinan besar akan bertengger di kisaran US$95 – US$98,” ungkapnya.

Sebagai informasi, harga minyak mentah ditutup naik 4,7 persen pada perdagangan Selasa (3/3/2026). Angka ini jadi yang tertinggi sejak Januari 2025 seiring terjadinya konflik Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.

Dikutip dari Reuters, Rabu (4/3/2026), harga berjangka minyak Brent ditutup naik US$ 3,66 atau naik 4,7 persen menjadi US$ 81,40 per barel atau tertinggi sejak Januari 2025. Dengan begitu, Harga Brent naik 12 persen sejak konflik dimulai pada hari Sabtu.

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS ditutup naik US$ 3,33, atau 4,7 persen menjadi US$ 74,56 atau tertinggi sejak Juni. Adapun konflik yang terjadi telah mengganggu pengiriman energi dari Timur Tengah dan memicu kekhawatiran akan konflik yang lebih lama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post

Jaringan Perburuan Gajah Sumatera Dibongkar, Kadiv Humas: 15 Tersangka Diamankan!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Buruh Usul Pengemudi Ojol Dapat Tambahan Jaminan Sosial

Buruh Usul Pengemudi Ojol Dapat Tambahan Jaminan Sosial

2026-05-13
Cerita Purbaya Ditelepon Bahlil Saat Royalti Tambang Ditunda

Cerita Purbaya Ditelepon Bahlil Saat Royalti Tambang Ditunda

2026-05-13
Menkeu Purbaya Lantik 8 Pejabat Pajak, Beri Pesan Tegas

Menkeu Purbaya Lantik 8 Pejabat Pajak, Beri Pesan Tegas

2026-05-13
Punya Cadangan Jumbo, Indonesia-Filipina Bisa Jadi Pemain Utama Nikel Dunia

Punya Cadangan Jumbo, Indonesia-Filipina Bisa Jadi Pemain Utama Nikel Dunia

2026-05-13
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Memahami Logika Batasan EORMC: Dari Ketidakpastian hingga Pengalaman Trading yang Terstruktur

Memahami Logika Batasan EORMC: Dari Ketidakpastian hingga Pengalaman Trading yang Terstruktur

2026-05-13
Menanti Data Inflasi AS, Rupiah Diprediksi masih Melemah

Menanti Data Inflasi AS, Rupiah Diprediksi masih Melemah

2026-05-13
Rupiah Melemah ke Rp 17.500, Ancaman MSCI Tekan Pasar Keuangan

Rupiah Melemah ke Rp 17.500, Ancaman MSCI Tekan Pasar Keuangan

2026-05-13
Rupiah Tembus Rp 17.500, Purbaya Serahkan Stabilisasi ke BI

Rupiah Tembus Rp 17.500, Purbaya Serahkan Stabilisasi ke BI

2026-05-13

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Memahami Logika Batasan EORMC: Dari Ketidakpastian hingga Pengalaman Trading yang Terstruktur

Memahami Logika Batasan EORMC: Dari Ketidakpastian hingga Pengalaman Trading yang Terstruktur

2026-05-13
0
Harga Emas Antam Hari Ini 11 Mei 2026 Terpangkas Rp 20 Ribu, Simak Daftar Lengkapnya di Sini

Harga Emas Antam Hari Ini 11 Mei 2026 Terpangkas Rp 20 Ribu, Simak Daftar Lengkapnya di Sini

2026-05-13
0
Harga Emas Dibayangi Sentimen Geopolitik Global, Diprediksi Tembus Level Segini

Harga Emas Dibayangi Sentimen Geopolitik Global, Diprediksi Tembus Level Segini

2026-05-13
0
Kabar Terbaru 2 Kapal Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz

Kabar Terbaru 2 Kapal Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz

2026-05-13
0
Punya Cadangan Jumbo, Indonesia-Filipina Bisa Jadi Pemain Utama Nikel Dunia

Punya Cadangan Jumbo, Indonesia-Filipina Bisa Jadi Pemain Utama Nikel Dunia

2026-05-13
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Memahami Logika Batasan EORMC: Dari Ketidakpastian hingga Pengalaman Trading yang Terstruktur

Memahami Logika Batasan EORMC: Dari Ketidakpastian hingga Pengalaman Trading yang Terstruktur

2026-05-13
Menanti Data Inflasi AS, Rupiah Diprediksi masih Melemah

Menanti Data Inflasi AS, Rupiah Diprediksi masih Melemah

2026-05-13

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.