• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Sabtu, Maret 28, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Ekspor Mobil Indonesia 2025 Tembus Rekor 518.000 Unit Saat Pasar Domestik Lesu

    Ekspor Mobil Indonesia 2025 Tembus Rekor 518.000 Unit Saat Pasar Domestik Lesu

    Ramadan–Lebaran 2026, Tiket Pesawat Ekonomi Kena Diskon PPN 6%

    Ramadan–Lebaran 2026, Tiket Pesawat Ekonomi Kena Diskon PPN 6%

    Laba Kolektif BUMN Ditargetkan Capai Rp 350 Triliun di Tahun 2026

    Laba Kolektif BUMN Ditargetkan Capai Rp 350 Triliun di Tahun 2026

    Izin Tambang Martabe Belum Resmi Dicabut, ESDM: Tunggu Penyelidikan Satgas PKH

    Izin Tambang Martabe Belum Resmi Dicabut, ESDM: Tunggu Penyelidikan Satgas PKH

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Ekspor Mobil Indonesia 2025 Tembus Rekor 518.000 Unit Saat Pasar Domestik Lesu

    Ekspor Mobil Indonesia 2025 Tembus Rekor 518.000 Unit Saat Pasar Domestik Lesu

    Ramadan–Lebaran 2026, Tiket Pesawat Ekonomi Kena Diskon PPN 6%

    Ramadan–Lebaran 2026, Tiket Pesawat Ekonomi Kena Diskon PPN 6%

    Laba Kolektif BUMN Ditargetkan Capai Rp 350 Triliun di Tahun 2026

    Laba Kolektif BUMN Ditargetkan Capai Rp 350 Triliun di Tahun 2026

    Izin Tambang Martabe Belum Resmi Dicabut, ESDM: Tunggu Penyelidikan Satgas PKH

    Izin Tambang Martabe Belum Resmi Dicabut, ESDM: Tunggu Penyelidikan Satgas PKH

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » ANALISIS KEUANGAN » Ada Pergeseran Tren Konsumsi, Industri Mamin Diperkirakan Tumbuh 6,1% di 2025

Ada Pergeseran Tren Konsumsi, Industri Mamin Diperkirakan Tumbuh 6,1% di 2025

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2025-09-24
0

Ada Pergeseran Tren Konsumsi, Industri Mamin Diperkirakan Tumbuh 6,1% di 2025

wmhg.org – JAKARTA. Industri makanan dan minuman diperkirakan mampu tumbuh 6,1% pada tahun 2025 di tengah tren pergeseran konsumsi. 

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) baru-baru ini mengadakan diskusi kelompok dengan Ketua Umum Gabungan Industri Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), Adhi S. Lukman untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut tentang tren konsumen terkini di Indonesia. 

Analis BRIDS Christy Halim dan Sabela Amalina dalam riset terbarunya menjelaskan, banyak pelaku industri food and beverage (F&B) mengalami pemulihan yang lebih lambat dari perkiraan pasca musim lebaran, termasuk imbal hasil saham. Permintaan sempat meningkat pada Juli 2025, tetapi kembali menurun pada Agustus 2025. 

Beberapa pelaku industri telah mulai berkoordinasi dengan perdagangan modern untuk stok lebaran tahun depan, dengan rencana pengiriman dimulai pada November 2025. Hal ini dapat mendukung pertumbuhan di kuartal IV 2025.

Mengingat porsi pengeluaran makanan/kapita yang signifikan di wilayah perkotaan dan pedesaan, Gapmmi tetap optimis dengan industri makanan dan minuman meskipun daya beli yang lemah saat ini telah memperlambat pertumbuhan industri. 

“Industri makanan tumbuh sebesar 6,15% yoy di kuartal II 2025 dan diperkirakan akan mencapai antara 5,9% – 6,1% di tahun fiskal 2025,” ujar Christy dan Sabela dalam risetnya, Rabu (24/9/2025). 

BRIDS juga mencatat telah terjadi pergeseran tren konsumsi saat ini. Yakni dari makan di luar dan makanan siap saji ke makanan rumahan, dengan porsi pengeluaran siap saji turun dari 32,9% pada tahun 2019 menjadi 29,7% pada tahun 2024. BRIDS meyakini hal ini mencerminkan tren konsumsi yang lemah. 

Oleh karena itu, bahan makanan pokok seperti makanan beku, bumbu dapur, air mineral, dan mi instan terus menunjukkan kinerja yang kuat. Bahkan pertumbuhannya mencapai dua digit. “Pengeluaran untuk rokok relatif stabil, sedikit meningkat dari 11,3% pada tahun 2019 menjadi 11,6% pada tahun 2024,” terang Christy dan Sabela. 

Lebih lanjut terkait dampak langsung program stimulus “8+4” terhadap konsumsi relatif terbatas. Disebutkan bahwa dampak yang lebih langsung terhadap konsumsi kemungkinan besar berasal dari program uang tunai untuk pekerjaan dan bantuan pangan. 

Sementara itu, program magang dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga secara bertahap. Gapmmi meyakini Bantuan Langsung Tunai (BLT) merupakan langkah krusial dan efektif untuk merangsang konsumsi dengan cepat.

Adapun terkait dampak program makan bergizi gratis (MBG) terhadap industri F&B, disebutkan bahwa sejauh ini dampaknya cukup positif bagi pelaku industri makanan beku (nugget) dan bumbu karena sudah digunakan dan bersumber dari pelaku industri. 

“Untuk susu, telah ada beberapa kemajuan dengan kesepakatan harga beli lebih dari Rp2.000/bungkus,” pungkas Christy dan Sabela.

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) baru-baru ini mengadakan diskusi kelompok dengan Ketua Umum Gabungan Industri Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), Adhi S. Lukman untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut tentang tren konsumen terkini di Indonesia. 

Analis BRIDS Christy Halim dan Sabela Amalina dalam riset terbarunya menjelaskan, banyak pelaku industri food and beverage (F&B) mengalami pemulihan yang lebih lambat dari perkiraan pasca musim lebaran, termasuk imbal hasil saham. Permintaan sempat meningkat pada Juli 2025, tetapi kembali menurun pada Agustus 2025. 

Beberapa pelaku industri telah mulai berkoordinasi dengan perdagangan modern untuk stok lebaran tahun depan, dengan rencana pengiriman dimulai pada November 2025. Hal ini dapat mendukung pertumbuhan di Kuartal IV – 2025.

Mengingat porsi pengeluaran makanan/kapita yang signifikan di wilayah perkotaan dan pedesaan, Gapmmi tetap optimis dengan industri makanan dan minuman meskipun daya beli yang lemah saat ini telah memperlambat pertumbuhan industri. 

“Industri makanan tumbuh sebesar 6,15% yoy di kuartal II – 2025 dan diperkirakan akan mencapai antara 5,9% – 6,1% di tahun fiskal 2025,” ujar Christy dan Sabela dalam risetnya, Rabu (24/9). 

BRIDS juga mencatat telah terjadi pergeseran tren konsumsi saat ini. Yakni dari makan di luar dan makanan siap saji ke makanan rumahan, dengan porsi pengeluaran siap saji turun dari 32,9% pada tahun 2019 menjadi 29,7% pada tahun 2024. BRIDS meyakini hal ini mencerminkan tren konsumsi yang lemah. 

Oleh karena itu, bahan makanan pokok seperti makanan beku, bumbu dapur, air mineral, dan mi instan terus menunjukkan kinerja yang kuat, menunjukkan pertumbuhan dua digit.

“Pengeluaran untuk rokok relatif stabil, sedikit meningkat dari 11,3% pada tahun 2019 menjadi 11,6% pada tahun 2024,” terang Christy dan Sabela. 

Lebih lanjut terkait dampak langsung program stimulus “8+4” terhadap konsumsi relatif terbatas. Disebutkan bahwa dampak yang lebih langsung terhadap konsumsi kemungkinan besar berasal dari program uang tunai untuk pekerjaan dan bantuan pangan. 

Sementara itu, program magang dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga secara bertahap. Gapmmi meyakini Bantuan Langsung Tunai (BLT) merupakan langkah krusial dan efektif untuk merangsang konsumsi dengan cepat.

Adapun terkait dampak program makan bergizi gratis (MBG) terhadap industri F&B, disebutkan bahwa sejauh ini dampaknya cukup positif bagi pelaku industri makanan beku (nugget) dan bumbu karena sudah digunakan dan bersumber dari pelaku industri. 

“Untuk susu, telah ada beberapa kemajuan dengan kesepakatan harga beli >Rp2.000/bungkus (lebih dari Rp 2.000 per bungkus),” pungkas Christy dan Sabela.

Selanjutnya: Sinopsis One Battle After Another Dibintangi Leonardo DiCaprio, Tayang Hari Ini

Menarik Dibaca: Ada KAI MIni Expo di Stasiun Yogyakarta, Dapatkan Promo Tiket KA Hingga 30%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post

Tri Tito Buka Rakornas Posyandu, Tekankan Pentingnya Posyandu Dukung Implementasi Enam SPM

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Moratorium Pinjol Masih Lanjut, OJK Tak Buka Izin Buat Perusahaan Baru Tahun Ini

Moratorium Pinjol Masih Lanjut, OJK Tak Buka Izin Buat Perusahaan Baru Tahun Ini

2026-03-27
OJK Tangkap Tersangka Kasus BPR Malang di Gambir, Ini Kronologinya

OJK Tangkap Tersangka Kasus BPR Malang di Gambir, Ini Kronologinya

2026-03-27
Perluas Akses Hunian, BRI Salurkan KPR Subsidi Rp16,79 Triliun kepada 122 Ribu Debitur

Perluas Akses Hunian, BRI Salurkan KPR Subsidi Rp16,79 Triliun kepada 122 Ribu Debitur

2026-03-27
BRI Salurkan KPR Subsidi Rp16,79 Triliun hingga Februari 2026, Dukung Program Perumahan Nasional

BRI Salurkan KPR Subsidi Rp16,79 Triliun hingga Februari 2026, Dukung Program Perumahan Nasional

2026-03-27
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Dari Baso Aci Rumahan ke Bisnis Kuliner Modern, Tercabaikan Berkembang lewat Pemberdayaan BRI

Dari Baso Aci Rumahan ke Bisnis Kuliner Modern, Tercabaikan Berkembang lewat Pemberdayaan BRI

2026-03-27
OJK Tangkap Tersangka Kasus BPR Malang di Gambir, Ini Kronologinya

OJK Tangkap Tersangka Kasus BPR Malang di Gambir, Ini Kronologinya

2026-03-27
OJK Bocorkan Ada 3 Bank Naik Kelas Tahun Ini, Siapa Saja?

OJK Bocorkan Ada 3 Bank Naik Kelas Tahun Ini, Siapa Saja?

2026-03-27
Rupiah Tertekan Konflik Geopolitik, Analis Sarankan BI Terapkan Triple Intervention

Rupiah Tertekan Konflik Geopolitik, Analis Sarankan BI Terapkan Triple Intervention

2026-03-27

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Termurah Dipatok Segini

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Termurah Dipatok Segini

2026-03-27
0
Logam Mulia Pegadaian Terpantau Masih Lesu, Harga Emas Batangan 24 Karat Antam Melesat

Logam Mulia Pegadaian Terpantau Masih Lesu, Harga Emas Batangan 24 Karat Antam Melesat

2026-03-27
0
Menkeu Purbaya Pastikan APBN 2026 Masih Tangguh Redam Potensi Darurat Energi

Menkeu Purbaya Pastikan APBN 2026 Masih Tangguh Redam Potensi Darurat Energi

2026-03-27
0
PT GBP Divonis Denda Rp 214 Miliar Usai Sampaikan SPT Tak Benar

PT GBP Divonis Denda Rp 214 Miliar Usai Sampaikan SPT Tak Benar

2026-03-27
0
Menkeu Purbaya: Efisiensi Program Makan Bergizi Gratis Bisa Hemat APBN Rp 40 Triliun

Menkeu Purbaya: Efisiensi Program Makan Bergizi Gratis Bisa Hemat APBN Rp 40 Triliun

2026-03-27
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Dari Baso Aci Rumahan ke Bisnis Kuliner Modern, Tercabaikan Berkembang lewat Pemberdayaan BRI

Dari Baso Aci Rumahan ke Bisnis Kuliner Modern, Tercabaikan Berkembang lewat Pemberdayaan BRI

2026-03-27
OJK Tangkap Tersangka Kasus BPR Malang di Gambir, Ini Kronologinya

OJK Tangkap Tersangka Kasus BPR Malang di Gambir, Ini Kronologinya

2026-03-27

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.