wmhg.org – JAKARTA. Ketua DPP PDI-P Puan Maharani meminta publik menunggu terkait apakah PDI-P akan menempatkan kader di kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka atau tidak.
Apakah akan menempatkan salah satu kader atau tidak, kita tunggu saja, ujar Puan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (27/9/2024).
Puan mengaku belum berbicara terkait dengan masalah kabinet Prabowo.
Dia mengklaim masih fokus pada pelantikan anggota DPR pada 1 Oktober 2024 mendatang.
Kami belum bicara terkait dengan masalah kabinet. Karena kami masih fokus dengan pelantikan tanggal 1 Oktober, pelantikan anggota DPR tanggal 1 Oktober, imbuhnya.
Sebelumnya, Ketua DPP PDI-P Djarot Saiful Hidayat hanya tersenyum saat ditanya media soal peluang partainya akan bergabung dengan pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Rabu (25/9/2024) siang.
Sementara itu, Ketua DPP PDI-P Said Abdullah menekankan bahwa PDI-P tidak akan marah apabila tidak mendapatkan jatah kursi menteri pada masa pemerintahan Prabowo mendatang.
Said pun menegaskan bahwa rencana pertemuan antara Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dan Prabowo bukan untuk berbagi kekuasaan.
“Kalau PDI-P bertemu, kemudian dikasih menteri, atau sebaliknya PDI-P tidak bertemu tidak dikasih menteri, ngambek, Itu tidak ada cerita,” ujar Said di Gedung DPR RI, Selasa (17/9/2024).
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Soal Tempatkan Kader PDI-P di Kabinet Prabowo atau Tidak, Puan: Kita Tunggu Saja, Klik untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2024/09/27/14492831/soal-tempatkan-kader-pdi-p-di-kabinet-prabowo-atau-tidak-puan-kita-tunggu.
/2026/08/03/1887649803.jpg)
/2023/04/27/1632366693.jpg)
/2026/02/18/1346664671.jpg)
/2026/08/28/1217435868.jpg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3183899/original/083297500_1595130300-19_Juli_2020-1_ok.jpg)






:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352147/original/086289000_1610959706-20210118-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532281/original/068580000_1628161372-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2358749/original/070880200_1536904477-afpprison.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302021/original/032085300_1753969488-Gemini_Generated_Image_jtk1w2jtk1w2jtk1.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,645,0)/kly-media-production/medias/4856444/original/021606300_1717750001-20240512_102627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)