Baca 10 detik
Sabtu (2/8/2026), Israel dan AS menyerang Teheran, menghancurkan SD dan membombardir rumah Pemimpin Tertinggi Iran.
Garda Revolusi Iran mengancam akan menggunakan senjata rahasia setelah membalas serangan menggunakan rudal stok lama.
Iran menyerang empat pangkalan militer AS di Teluk, yaitu di Qatar, Kuwait, UEA, dan Bahrain sebagai balasan serangan.
wmhg.org – Garda Revolusi Iran menyebar ancaman kepada Amerika Serikat dan Israel, bahwa mereka baru mengeluarkan rudal-rudal stok lama dalam serangan balasan atas agresi kedua negara tersebut, Sabtu (2/8/2/2026).
Sabtu pagi, Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke jantung kota Teheran.
Serangan itu termasuk menghancurkan gedung SD khusus perempuan yang menewaskan sedikitnya 51 siswi.
Tak hanya itu, agresi Israel dan AS juga membombardir rumah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Dikutip dari media sosial Tehran News, Penasihat Panglima Garda Revolusi Iran, Sardar Ebrahim Jabbari, mengungkap rudal-rudal yang ditembakkan ke Israel maupun pangkalan militer AS di Timur Tengah hari ini adalah stok lama.
“Trump harus tahu, bahwa hari ini, kami menembakkan rudal-rudal stok lama dari gudang senjata, kata Jabbari.
Ia lalu melanjutkan, Sebentar lagi, kami akan memperlihatkan senjata-senjata yang belum pernah Anda lihat sebelumnya.”
Pernyataan ini segera menjadi sorotan dunia karena mengindikasikan Iran memiliki teknologi persenjataan rahasia, kemungkinan besar berupa rudal hipersonik generasi terbaru atau drone bunuh diri dengan kecerdasan buatan yang belum pernah diuji coba di medan tempur manapun.
Informasi ini diperkuat oleh beredarnya pernyataan juru bicara Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran melalui akun media sosial Arya (@AryJeay).
Akun tersebut mengunggah pesan-pesan ultimatum yang ditujukan kepada aliansi Washington-Tel Aviv.
Kami akan memberi Israel dan Amerika sebuah pelajaran yang belum pernah mereka alami dalam sejarah mereka, bunyi pesan pertama yang diunggah akun tersebut.
Empat Pangkalan Militer AS Digempur Rudal
Bukan sekadar gertakan sambal, militer Iran membuktikan ancamannya dengan melakukan serangan balik besar-besaran ke berbagai pangkalan strategis AS yang tersebar di wilayah Teluk.
Langkah ini diambil setelah Israel melancarkan serangan rudal ke Teheran pagi tadi, yang menurut laporan Associated Press, terjadi sangat dekat dengan kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Berdasarkan data yang dihimpun, Iran tidak segan-segan memperluas target serangannya kepada pihak-pihak yang turut campur memberikan bantuan militer ke AS dan Israel.
Sedikitnya terdapat 4 pangkalan militer AS yang menjadi sasaran empuk hujan rudal Iran, hari ini:
Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar.Pangkalan Al Salem di Kuwait.Pangkalan Udara Al Dhafra di Uni Emirat Arab (UEA).Pangkalan Armada ke-5 AS di Bahrain.
Serangan ke empat titik strategis ini merupakan tamparan keras bagi sistem pertahanan udara AS di kawasan tersebut.
Hal ini juga menjadi sinyal bahaya bagi negara-negara tetangga Iran yang selama ini mengizinkan wilayahnya digunakan sebagai basis operasi militer Barat.
/2023/08/22/326576934.jpg)
/2017/12/19/2145020248.jpg)
/2020/04/09/516534187.jpg)
/2025/04/15/1380802889.jpg)
/2025/12/08/659294977.jpg)
/2025/12/29/511986178.jpg)
/2025/06/10/630542136.jpg)
/2024/06/02/1133965948.jpg)




