• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Selasa, Oktober 6, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    PIK Dua (PANI) Lanjutkan Ekspansi PIK 2, Bangun Hotel Hilton Senilai Rp 800 Miliar

    PIK Dua (PANI) Lanjutkan Ekspansi PIK 2, Bangun Hotel Hilton Senilai Rp 800 Miliar

    GIAA Gandeng Scandinavian Airlines, Garuda Indonesia Perluas Jaringan ke Eropa Utara

    GIAA Gandeng Scandinavian Airlines, Garuda Indonesia Perluas Jaringan ke Eropa Utara

    Surya Semesta (SSIA) Bangun Pusat Ekosistem Bisnis Terpadu di Subang Smartpolitan

    Surya Semesta (SSIA) Bangun Pusat Ekosistem Bisnis Terpadu di Subang Smartpolitan

    Simak Strategi Minahasa Membangun (HBAT) Genjot Kinerja di Tahun 2026

    Simak Strategi Minahasa Membangun (HBAT) Genjot Kinerja di Tahun 2026

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    PIK Dua (PANI) Lanjutkan Ekspansi PIK 2, Bangun Hotel Hilton Senilai Rp 800 Miliar

    PIK Dua (PANI) Lanjutkan Ekspansi PIK 2, Bangun Hotel Hilton Senilai Rp 800 Miliar

    GIAA Gandeng Scandinavian Airlines, Garuda Indonesia Perluas Jaringan ke Eropa Utara

    GIAA Gandeng Scandinavian Airlines, Garuda Indonesia Perluas Jaringan ke Eropa Utara

    Surya Semesta (SSIA) Bangun Pusat Ekosistem Bisnis Terpadu di Subang Smartpolitan

    Surya Semesta (SSIA) Bangun Pusat Ekosistem Bisnis Terpadu di Subang Smartpolitan

    Simak Strategi Minahasa Membangun (HBAT) Genjot Kinerja di Tahun 2026

    Simak Strategi Minahasa Membangun (HBAT) Genjot Kinerja di Tahun 2026

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » News » NASIONAL » Ancaman Bencana Kedua Sumatra: Saat Wabah Penyakit Mengintai di Tenda Pengungsian

Ancaman Bencana Kedua Sumatra: Saat Wabah Penyakit Mengintai di Tenda Pengungsian

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2025-12-20
0

Baca 10 detik

Korban banjir Sumatra hadapi ancaman wabah penyakit menular di pengungsian.
Kemenkes mendesak penguatan surveilans dan layanan imunisasi darurat untuk pengungsi.
Kondisi darurat ciptakan risiko tinggi penyebaran campak, pertusis, dan ISPA.

wmhg.org – Saat lumpur sisa banjir bandang dan longsor masih pekat di jalanan, dan puing-puing rumah roboh menjadi saksi bisu, sebuah kekhawatiran baru yang tak kasat mata mulai muncul. Di tenda-tenda pengungsian yang sesak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, ancaman wabah penyakit menular kini mengintai.

MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, baru saja mengumumkan bahwa sejumlah daerah terdampak mulai beralih dari status tanggap darurat ke masa pemulihan. Namun, di tengah optimisme itu, kondisi darurat lain sebenarnya tengah mengintai.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah membunyikan alarm peringatan. Kondisi layanan kesehatan yang lumpuh dan ribuan warga yang terpaksa tinggal berdesakan di pengungsian menciptakan risiko penyebaran penyakit yang sangat tinggi, terutama penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) seperti campak dan pertusis.

Tanda-tanda ancaman itu telah terlihat sejak pekan pertama bencana. Data Kemenkes pada 3 Desember lalu melukiskan gambaran suram di Sumatra Barat: 376 kasus demam, 201 kasus nyeri otot (myalgia), 120 kasus gatal-gatal, dan 116 kasus ISPA.

Pola serupa terjadi di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, dengan 277 kasus demam dan 150 kasus gatal-gatal. Sementara di Aceh, keluhan tertinggi adalah luka-luka dan ISPA.

Ancaman Bencana Kedua Sumatra: Saat Wabah Penyakit Mengintai di Tenda Pengungsian
Infografis wabah menyakit menular mengintai warga korban bencana sumatra. [wmhg.org/Iqbal]

Panggilan Waspada di Tengah Krisis

Hampir empat minggu setelah bencana melanda, Kemenkes akhirnya mengeluarkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/5745/2025 sebagai strategi pertahanan. Dalam surat tersebut, Kemenkes menginstruksikan pemerintah daerah untuk:

1. Memperkuat pengawasan penyakit menular secara intensif, termasuk penemuan kasus aktif dan penelusuran kontak di posko-posko pengungsian.
2. Melanjutkan layanan imunisasi rutin dan imunisasi kejar, termasuk membuka pos imunisasi darurat jika puskesmas rusak.
3. Menggencarkan promosi kesehatan, mulai dari etika batuk, penggunaan masker, hingga edukasi agar warga segera melapor jika mengalami gejala.

Bom Waktu di Tenda Pengungsian

Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, drg. Murti Utami, menyebut lokasi pengungsian sebagai bom waktu penyebaran penyakit. Kerumunan orang di ruang terbatas, sanitasi yang buruk, serta terganggunya layanan kesehatan rutin menciptakan kondisi ideal bagi virus dan bakteri untuk berkembang biak.

Murti menekankan bahwa kondisi darurat ini harus diantisipasi dengan langkah cepat, terukur, dan terkoordinasi.

Warga
Warga memasangkan bendera putih di depan rumahnya yang rusak pasca bencana hidrometeorologi di Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, Aceh, Rabu (17/12/2025). [Antara/Syifa Yulinnas/foc]

Di tengah fokus pada evakuasi dan bantuan logistik, Kemenkes menegaskan bahwa imunisasi adalah perisai paling efektif untuk mencegah Kejadian Luar Biasa (KLB). Melanjutkan imunisasi rutin dalam kondisi darurat bukanlah sekadar strategi jangka panjang, melainkan langkah pencegahan segera terhadap wabah yang bisa menjadi bencana kedua yang lebih senyap namun tak kalah mematikan.

“Pelayanan imunisasi harus tetap diupayakan, termasuk melalui pembukaan pos imunisasi darurat apabila fasilitas kesehatan mengalami kerusakan,” pesan Murti.

Tentu saja, keberhasilan pencegahan ini tidak hanya bergantung pada pemerintah. Peran aktif masyarakat di lokasi bencana—dengan menerapkan etika batuk, mencuci tangan, dan segera melapor saat sakit—menjadi kunci untuk memutus rantai penularan.

Banjir dan longsor di Sumatra tidak hanya menghancurkan infrastruktur. Kini, ancaman wabah penyakit menular menjadi ujian baru bagi ketangguhan sistem kesehatan dan respons darurat bangsa ini.

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
METI: Transisi Energi Berkeadilan Tak Cukup dengan Target, Perlu Aksi Nyata

METI: Transisi Energi Berkeadilan Tak Cukup dengan Target, Perlu Aksi Nyata

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Harga Emas Perkasa Pekan Ini, Investor Borong Aset Safe Haven

Harga Emas Perkasa Pekan Ini, Investor Borong Aset Safe Haven

2025-03-08
Banjir Promo dan Program Undian Saldo Tabungan Bank Mandiri Senilai Rp300 Juta di FJGS 2025

Banjir Promo dan Program Undian Saldo Tabungan Bank Mandiri Senilai Rp300 Juta di FJGS 2025

2025-05-31
Dampak Banjir Bandang Aceh Picu Kekhawatiran Pasar, Rupiah Kian Tertekan

Dampak Banjir Bandang Aceh Picu Kekhawatiran Pasar, Rupiah Kian Tertekan

2025-12-31
Gandeng AIA, BCA Luncurkan Proteksi Warisan Nasabah Premium

Gandeng AIA, BCA Luncurkan Proteksi Warisan Nasabah Premium

2026-10-03
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Analis Prediksi Harga Emas Dunia Turun Pekan Ini, Simak Ulasannya

Analis Prediksi Harga Emas Dunia Turun Pekan Ini, Simak Ulasannya

2026-10-06
Harga Emas Antam 5 Oktober 2026 Melesat Rp 6.000, Simak Rincian di Sini

Harga Emas Antam 5 Oktober 2026 Melesat Rp 6.000, Simak Rincian di Sini

2026-10-06
Cek Rincian Harga Emas Perhiasan Hari Ini 5 Oktober 2026

Cek Rincian Harga Emas Perhiasan Hari Ini 5 Oktober 2026

2026-10-06
Harga Emas Pegadaian 5 Oktober 2026: Galeri24 dan UBS Masih Sentuh Rp 2,5 Juta

Harga Emas Pegadaian 5 Oktober 2026: Galeri24 dan UBS Masih Sentuh Rp 2,5 Juta

2026-10-06

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Bitcoin Stabil, Pasar Menanti Sinyal Tembus US$ 90.000

Bitcoin Stabil, Pasar Menanti Sinyal Tembus US$ 90.000

2026-10-06
0
Harga Kripto 5 Oktober 2026: Bitcoin Menguat, Zcash Memimpin Lonjakan

Harga Kripto 5 Oktober 2026: Bitcoin Menguat, Zcash Memimpin Lonjakan

2026-10-06
0
IMF Kucurkan Rp 2,47 Triliun ke El Salvador Usai Abaikan Kriteria Bitcoin

IMF Kucurkan Rp 2,47 Triliun ke El Salvador Usai Abaikan Kriteria Bitcoin

2026-10-06
0
Jepang Sanksi Bursa Kripto Rusia Garantex

Jepang Sanksi Bursa Kripto Rusia Garantex

2026-10-06
0
SEC Buka Jalan, OKXICE Siap Perluas Kripto Lewat Tokenisasi Saham

SEC Buka Jalan, OKXICE Siap Perluas Kripto Lewat Tokenisasi Saham

2026-10-06
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Analis Prediksi Harga Emas Dunia Turun Pekan Ini, Simak Ulasannya

Analis Prediksi Harga Emas Dunia Turun Pekan Ini, Simak Ulasannya

2026-10-06
Harga Emas Antam 5 Oktober 2026 Melesat Rp 6.000, Simak Rincian di Sini

Harga Emas Antam 5 Oktober 2026 Melesat Rp 6.000, Simak Rincian di Sini

2026-10-06

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.