• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Senin, Juli 6, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Sasar Segmen Premium, Induk OYO Indonesia Ekspansi Properti di Bali & Kota Berkembang

    Sasar Segmen Premium, Induk OYO Indonesia Ekspansi Properti di Bali & Kota Berkembang

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Sasar Segmen Premium, Induk OYO Indonesia Ekspansi Properti di Bali & Kota Berkembang

    Sasar Segmen Premium, Induk OYO Indonesia Ekspansi Properti di Bali & Kota Berkembang

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » News » NASIONAL » Alami Deflasi 5 Bulan Berturut, Ekonomi Indonesia Dinilai dalam Keadaan Abnormal

Alami Deflasi 5 Bulan Berturut, Ekonomi Indonesia Dinilai dalam Keadaan Abnormal

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2024-10-07
0

Alami Deflasi 5 Bulan Berturut, Ekonomi Indonesia Dinilai dalam Keadaan Abnormal

wmhg.org – JAKARTA. Ekonomi Indonesia tengah lesu, tercermin dari deflasi yang sudah berlangsung selama lima bulan berturut.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira mengatakan Indonesia sebagai negara berkembang tengah berada dalam keadaan abnormal setelah 5 bulan berturut-turut mengalami deflasi.

Jika mengutip catatan Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia telah mengalami deflasi sejak Mei lalu yang sebesar 0,03%. Deflasi berlanjut pada Juni sebesar 0,08%, Juli 2024 sebesar 0,18%, dan September terjadi deflasi sebesar 0,12%.

Deflasi kan disebabkan demand pull inflation-nya rendah. Artinya sisi permintaan belum bisa mendorong harga barang jasa naik. Pertanyaannya, Indonesia usia produktifnya sedang booming tapi kenapa deflasi? Ini tanda abnormal bagi sebuah ekonomi negara berkembang, ungkap Bhima saat dihubungi Kontan, Senin (07/10).

Menurut Bhima, disposable income atau pendapatan yang siap dibelanjakan masyarakat saat ini terhadap PDB-per kapita semakin turun. Hal ini, menunjukkan uang yang bisa dibelanjakan rata-rata masyarakat menurun.

Pajak yang menyasar kelas menengah jadi salah satu faktornya. Lalu, semakin banyak masyarakat bekerja di sektor informal seperti ojol dan kurir paket karena menyusutnya lapangan kerja formal khususnya sektor industri, tambahnya.

Kekhawatian terhadap deflasi berkepanjangan juga diungkap Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal. Menurutnya, sebagai negara berkembang, Indonesia harusnya bisa mencetak inflasi, dengan catatan inflasi yang bisa dikendalikan karena faktor-faktor penguatan ekonomi di masyarakat.

Mengkhawatirkan menurut saya, karena kalau dalam kondisi normal itu tidak terjadi kondisi deflasi selama 5 bulan berturut-turut untuk negara seperti Indonesia yang pertumbuhannya sebesar 5%, katanya.

Menurut Faisal, basanya yang diharapkan adalah inflasi, tapi inflasi rendah dan bisa dijinakkan. Jadi inflasi yang disebabkan kemampuan untuk menaikan harga-harga. Bukan inflasi yang disebabkan pelemahan demand, tambahnya.

Ia menambahkan, deflasi kali ini menyerupai menyerupai kondisi krisis pandemi Covid-19 pada tahun 2020-2021, yang angka inflasinya di kisaran 1,5%-1,8%.

Saya melihat, deflasi sendiri kan merupakan dampak akibat dari lemahnya tingkat permintaan dan konsumsi. Salah satu terbesarnya karena tingkat pendapatan/income yang lemah, bahkan kalau dibandingkan dengan pra-pandemi itu jatuh. Dan sebagian juga orang-orang yang bekerja sebelum pandemi banyak yang belum bisa kembali secara normal untuk bekerja, jadi tidak punya pekerjaan, kata Faisal.

Kelas menengah terpaksa 'makan' tabungan

Lemahnya permintaan dan konsumsi yang tercermin dari deflasi tersebut, menurut Faisal, otomatis akan mempengaruhi spending.

Apalagi spending memang khusus untuk kalangan menengah bawah, ini yang penting, padahal kalangan menengah ini adalah enggine (penggerak) dari pertumbuhan ekonomi, tambahnya.

Pemerintah perlu menyikapi keadaan ini dengan cepat, bukan hanya soal pelonggaran moneter tapi juga juga kebijakan di sektor fiskal dan sektor riil.

Bhima menambahkan, untuk menyambung hidup, kelas menengah akhirnya memutuskan untuk 'makan' tabungan sendiri. Ini terlihat dari data  Bank Indonesia (BI) per Juli 2024 yang mencatat rata-rata tabungan rumah tangga tiap rekening bank tercatat senilai Rp 4,28 juta.

Angka tersebut turun 6,3% dari periode sama tahun sebelumnya. Ini adalah indikator kalau masyarakat sudah makan tabungan, katanya.

Tak hanya soal besaran tabungan yang menurun, ketidakmampuan masyarakat juga terlihat dari total penyaluran pinjaman online (pinjol) peer-to-peer lending (p2p lending) selama 6 tahun terakhir tembus Rp 700 triliun lebih.

Sebagian besar untuk kebutuhan konsumsi yang berarti masyarakat terpaksa meminjam uang karena penghasilan tidak cukup memenuhi kebutuhan hidup, kata Bhima. 

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
KPK OTT Pejabat di Kalimantan Selatan, Nurul Ghufron Bilang Begini

KPK OTT Pejabat di Kalimantan Selatan, Nurul Ghufron Bilang Begini

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Mochtar Riady Mau Jual Gedung Pencakar Langit di Singapura, Nilainya Sebesar Ini

Mochtar Riady Mau Jual Gedung Pencakar Langit di Singapura, Nilainya Sebesar Ini

2026-02-24
5 Barang Branded yang Bisa Dibeli di Voil.id, Ada Promo Spesial dari BRI

5 Barang Branded yang Bisa Dibeli di Voil.id, Ada Promo Spesial dari BRI

2024-07-29
Viral Kendari 1 vs 7: Bukan yang Kamu Kira! Ini Arti & Bahaya Dibalik Isu Video Syur

Viral Kendari 1 vs 7: Bukan yang Kamu Kira! Ini Arti & Bahaya Dibalik Isu Video Syur

2025-07-18

KPK Optimis Ekstradisi Paulus Tannos Bakal Lancar, Meski Butuh Waktu Lama

2026-02-11
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Limit Order vs Market Order: Panduan Pengguna Catcrs dalam Menghadapi Kondisi Pasar Kripto

Limit Order vs Market Order: Panduan Pengguna Catcrs dalam Menghadapi Kondisi Pasar Kripto

2026-06-30
Harga Emas Anjlok Tersengat Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga

Harga Emas Anjlok Tersengat Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga

2026-06-25
Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp 18.000, Cek Daftar Lengkap di Sini

Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp 18.000, Cek Daftar Lengkap di Sini

2026-06-25
Update Harga Emas Pegadaian Rabu 24 Juni 2026

Update Harga Emas Pegadaian Rabu 24 Juni 2026

2026-06-25

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Limit Order vs Market Order: Panduan Pengguna Catcrs dalam Menghadapi Kondisi Pasar Kripto

Limit Order vs Market Order: Panduan Pengguna Catcrs dalam Menghadapi Kondisi Pasar Kripto

2026-06-30
0
Minat terhadap Bitcoin Merosot, Pencarian Google Sentuh Level Terendah

Minat terhadap Bitcoin Merosot, Pencarian Google Sentuh Level Terendah

2026-06-25
0
Harga Kripto 24 Juni 2026: Bitcoin Cs Kompak Parkir di Zona Merah

Harga Kripto 24 Juni 2026: Bitcoin Cs Kompak Parkir di Zona Merah

2026-06-25
0
Pendiri BitMEX Arthur Hayes Prediksi Bitcoin Bakal Sentuh Rp 715,7 Juta

Pendiri BitMEX Arthur Hayes Prediksi Bitcoin Bakal Sentuh Rp 715,7 Juta

2026-06-25
0
Ethereum Foundation PHK 54 Karyawan

Ethereum Foundation PHK 54 Karyawan

2026-06-25
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Limit Order vs Market Order: Panduan Pengguna Catcrs dalam Menghadapi Kondisi Pasar Kripto

Limit Order vs Market Order: Panduan Pengguna Catcrs dalam Menghadapi Kondisi Pasar Kripto

2026-06-30
Harga Emas Anjlok Tersengat Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga

Harga Emas Anjlok Tersengat Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga

2026-06-25

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.